Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 54 Zidan Pulang Ke Malaysia


__ADS_3

Sesudah dua hari yang lalu Rihana pulang menuju ke Negara Indonesia, kini giliran Zidan yang akan pulang ke kampung halamannya yang berada di kota Kuala Lumpur Negara Malaysia. Tapi Zidan bukan cuti untuk satu semester, melainkan hanya akan menghadiri syukuran pernikahan kakaknya yang perempuan beda tiga tahun dari dia.


Dia izin tidak masuk ke kampus kepada dosen bidang kesiswaan itu selama kurang lebih seminggu.Karena jarak Negara Thailand dengan Negara Malaysia lumayan jauh juga meskipun dengan memakai pesawat.Setelah memberitahu dosen bidang kemahasiswaan dan baru keluar dari ruangannya, lalu Zidan pun menuju ke ruang kelas dimana Novita itu berada.


Setelah berjalan beberapa menit dan telah melewati beberapa kelas dari fakultas lain,Zidan pun kini telah sampai di kelas yang Novita tempati.


Secara kebetulan, Novita sedang berada di ruang kelas tidak kemana-mana istilah jaman sekarang mager alias malas gerak katanya.


Terlihat dari kejauhan Novita sedang berada di kelas, lalu Zidan pun segera menghampiri Novita.


Novita yang tidak sadar ada Zidan di dekatnya sontak kaget.


"Astagfirullah, Abang lagi ngapain di kelas Novita? Bikin kaget aja deh."


Zidan pun lalu menjawab pertanyaan Novita itu. "Maaf ya kalau abang bikin kaget, abang kesini mau berkata sesuatu."


Novita yang tidak mengerti yang Zidan ucapkan lalu Novita pun bertanya.


"Mau berkata apa bang?"


Zidan pun menarik nafas sejenak lalu membuangnya perlahan.


"Begini Nov, abang minta izin mau pulang kampung dulu ke rumah abang yang di Kuala Lumpur."


Dengan wajah yang sedikit menahan kecewa lalu Novita pun bertanya lagi.


"Oh, jadi abang mau ninggalin Novita disini gitu?"


Zidan pun tidak tega melihat raut wajahnya Novita menjadi begitu, kemudian Zidan pun menjawab pertanyaan Novita itu.


"Isssshh..bukan Nov bukan begitu, abang pulang sebentar mau menghadiri acara pernikahan kakak abang, paling cuma seminggu Nov."


"Novita gak marah kan?Nanti pasti abang pulang lagi dan membawa oleh-oleh khusus untuk Novita." tambah Zidan.


"Oh, terus rencana abang kapan berangkatnya? Tapi janji ya nanti kembali lagi kesini." ucap Novita dengan memasang wajah cemberut.


"Pasti abang kembali lagi, kan kuliah abang belum beres,masih ada beberapa tahun lagi, kkn belum skripsi juga belum, pokoknya Novita nyantai aja ya abang pasti kembali kesini lagi." ucap Zidan.


"Ya sudah deh,iya silahkan abang Zidan kalau mau pulang kampung, hati-hati aja nanti di perjalanannya ya."

__ADS_1


"Terimakasih ya Novita, pasti itu abang akan hati-hati."


Tak terasa mengobrol dengan Novita di depan kelasnya, kini sudah terdengar bel tanda masuk kelas. Novita sudah tidak ada jadwal lagi jadi kelasnya akan dipakai oleh mahasiswa kelas lain.


Zidan pun pamit keluar mau menuju kelasnya untuk mengambil tas yang masih ada di ruang kelasnya.


Zidan pun berlari menuju ke ruang kelasnya itu karena takut kelasnya akan dipakai oleh mahasiswa kelas lain juga.


Setelah sampai kelas, Zidan lalu mengambil tas yang masih tersimpan di kursi tempat dia duduk selama mengikuti kegiatan perkuliahan.


Tas sudah diambil lalu dia bergegas menuju keluar untuk mencari sahabatnya yang bernama Phonapong yang dari tadi tidak terlihat batang hidungnya.


Saat sedang berjalan, tiba-tiba dia melihat Phonapong sedang memberikan coach klinik atau pelatihan basket yang Phonapong sudah kuasai ilmunya dan sekarang dia punya anak didik.


"Hmm..pantas saja gak kelihatan batang hidungnya dari tadi, rupanya sedang berada di sini." gumam Zidan dalam hati.


Zidan pun lalu menghampiri Phonapong menuju lapangan basket.


Phonapong pun melihat Zidan sedang menghampiri dirinya.Begitu jarak sudah sangat dekat, Phonapong pun bertanya. "Dan, tumben kamu nyusul kesini, mau main basket juga?" tanya Phonapong.


Zidan pun menarik tangan Phonapong dan Phonapong pun kini sudah berada di sisi lapangan.


"Issh..kenapa narik-narik tangan Zidan." cetus Phonapong dengan wajah kesal.


"Pamitan kemana?" tanya Phonapong dengan memencingkan mata.


"Aku mau pulang ke rumahku yang di Kuala Lumpur." jawab Zidan.


"Hah? Serius?" tanya Phonapong dengan mulut yang menganga.


"Serius,tapi gak lama sih paling semingguan, ada acara keluarga."


"Gitu doang?"


"Iya,maaf sepertinya acara untuk besok tidak jadi ya."


"Ya sudah gak apa-apa, santai aja,hati-hati dijalan ya."


"Terimakasih bro!"

__ADS_1


"Iya."


"Ya sudah takut ganggu yang lagi ngajar anak-anak latihan, silahkan dilanjut."


"Iya."


Lalu, Zidan pun berjalan menuju ke kantin karena dari tadi sejak ngobrol dengan Phonapong penghuni perut mulai bunyi krucuk-krucuk kelaparan.Zidan pun memesan semangkuk sup iga sapi dan segelas es teh.


Sesudah habis makanannya, Zidan pun lalu membayar ke kasir dan lanjut menuju ke parkiran untuk mengambil motornya dan segera bergegas pulang.


Begitu sampai asrama putra, Zidan pun langsung mengemas beberapa stel baju ke dalam koper,berbagai macam oleh-oleh khas kota Bangkok untuk orang tuanya juga untuk saudaranya disana.


Setelah selesai mengemas barang yang akan di bawa besok pulang, Zidan pun sejenak rebahan dulu karena merasa pegal-pegal.


Ada kira-kira satu jam istirahat, lalu Zidan pun membersihkan seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir dan membasahi badannya.Setelah semuanya beres, Jam dinding menunjukan jam 15.00 sore Zidan pun beranjak pergi menuju ke agen travel untuk memesan tiket pesawat.


Beberapa jam kemudian, sesudah memesan tiket pesawat dan tiket pesawatnya sudah ditangan. Lalu, Zidan pulang kembali menuju asrama karena hari sudah mulai gelap akan berubah menjadi malam.


Zidan pun harus istirahat cepat-cepat malam ini, karena besok dia harus berangkat ke bandaranya pagi-pagi sekali.Karena mengambil perjalanan pagi.


Hari sudah pagi, Zidan sudah bangun dari tidur nyenyaknya. Lalu Zidan pun membersihkan badan dengan air, setelah beres, lalu Zidan pun sarapan dan tiba akan membuka pintu asrama nampak Phonapong sudah berada di luar bersama dengan mobil yang Phonapong pinjam dari ayahnya.


"Aku ingin antar kamu ke bandara boleh kan Dan?" tanya Phonapong begitu Pintu sudah dibuka Zidan.


"Oh tentu,silahkan kalau mau mengantarkan aku,dengan senang hati." jawab Zidan.


"Sebentar, yang lain kemana?" tanya Zidan kembali.


"Oh, yang kamu maksud Putry dan Novita?" jawab Phonapong.


"Iya."


"Maaf, sepertinya mereka tidak jadi ikut, karena ini masih terlalu pagi buat mereka, mereka pasti banyak pekerjaan termasuk beres-beres asrama serta memasak." ucap Phonapong panjang lebar.


"Ah,ya sudah gak apa-apa, salahku sendiri ngambil waktu jadwal terbang yang terlalu pagi." ucap Zidan merasa sedikit menyesal.


"Ayok kita berangkat, kan sudah ada aku yang akan menemani." ajak Phonapong.


"Oke,aku siap-siap dulu."

__ADS_1


Sementara Zidan siap-siap, barang-barang Zidan seperti koper dan tas Oleh-oleh Phonapong bantu angkut ke dalam bagasi mobil.


Setelah beres semua barang dimasukan ke dalam bagasi mobil Phonapong, lalu Phonapong pun menyuruh Zidan untuk segera memasuki mobilnya karena mobil akan segera melaju menuju bandara.


__ADS_2