
Sejak pulang dari Restoran kemarin malam.Putry mulai tidak enak badan, kepala pusing, hidung tersumbat dan perut mual dan kembung.
Beberapa kali bersin-bersin sampai hidungnya pun mulai memerah.
Memang cuaca akhir-akhir ini sedang tidak menentu. Tidak bisa ditebak.Dan Putry pun tidak menyalahkan siapa-siapa mungkin sudah waktunya Putry sakit. Karena tidak bisa menjaga kesehatan tubuhnya sendiri.
Pagi-pagi Phonapong niatnya mau mengambil jaket yang semalam Putry pakai dan dipinjam olehnya.
Namun,ketika sampai kamar asrama betapa gelisahnya karena disekitar kamar masih sepi dan pintunya pun masih tertutup rapat sepertinya masih dikunci dari dalam.
Diketuklah pintu asrama itu.
Tok..
Tok..
"Sayang,sudah bangun belum?"
Terdengar suara Phonapong memanggil dari luar.
Dengan masih memakai baju tidur dan kaos kaki, Putry pun membuka pintu itu.
"Sudah bangun kok sayang,cuma badan agak lemas." Dengan suara yang parau.
"Sayang,kamu kenapa? wajahmu pucat begitu?"
Di peganglah kening nya Putry ternyata cukup panas.
"Kamu sakit yang?badanmu panas sekali,kita ke dokter ya?"
"Tapi,sebelum ke dokter makan dulu ya,sedikit saja tidak apa-apa aku belikan bubur dulu ya." lanjut Phonapong lagi menawarkan untuk membelikan sarapan dengan merasa khawatir dengan keadaan Putry.
"Iya sayang silahkan,maaf ya aku merepotkan,Oh iya ini jaket yang semalam aku pinjam."
__ADS_1
"Pasti sekarang kamu mau ngambil ini kan?" lanjut Putry sambil menyodorkan jaket kulit nya kepada Phonapong.
"Iya sayang,tadinya kesini mau ngambil Jaket, cuma kalau masih dipakai ya sudah tidak apa-apa pakai saja." Jaket itu pun kembali di sodorkan ke Putry.
"Aku punya kok yang jaket ,sebentar aku ambil dulu didalam laci lemari plastik itu." Ucap Putry sambil menunjuk lemari plastik yang dimaksud.
"Ya sudah kalau kamu punya yang,ini jaketnya aku ambil ya mau dipakai."
"Oh iya,aku mau keluar dulu sebentar membeli sarapan,kamu disini saja tunggu ya jangan kemana-mana." perintah Phonapong kepada Putry dan dibalas anggukan kepala oleh Putry.
Lalu, Pintu nya pun ditutup sedikit karena diluar suhu udara cukup dingin.
Phonapong pun menyalakan mesin si kuda besi kawasaki ninjanya. lalu, segera bergegas mencari kedai makanan yang sudah buka pagi ini.
Sepuluh menit Phonapong berkeliling jalanan mencari kedai yang buka, akhirnya Phonapong pun menemukan kedai yang buka di ujung jalan yang khusus menjual makanan untuk sarapan saja.Waktu buka kedai itu hanya sampai pukul sepuluh pagi.Karena kedai itu cukup ramai dan laris oleh para pembeli.Sehingga sampai pukul sepuluh pun sudah ludes habis jualannya.
Phonapong pun akhirnya kebagian,karena sisa barang jualannya itu tersisa dua kresek lagi.
Phonapong pun menenteng dua kresek yang berisi makanan untuk sarapan dan minuman hangat susu yang dicampur jahe dan kopi mocacino.Setelah membayar ke kasir,Phonapong pun bergegas putar arah menuju ke kamar asrama nya Putry untuk menemaninya sarapan disana sebelum diantar ke klinik untuk berobat.
"Sudah pulang yang?cepat sekali membeli sarapannya?" Tanya Putry yang sedang berdiri didepan pintu sembari memakai jaket bulu berkupluk tebal.
"Sudah lah sayang,ini hasilnya,kita sarapan dulu ya biar ada tenaga." Ucap Phonapong sambil menunjukan tentengan kresek nya itu.
Putry pun mengambil dua piring serta sendok dan dua gelas lalu ditata diatas meja.
Phonapong pun membuka bungkusan tentengan kresek itu dan di letakan nya diatas piring makanan itu.Sementara Susu jahe dan mocacino nya dituang kedalam gelas.Phonapong pun menyantap makanan yang dihadapannya itu dengan lahap.Kecuali Putry, karena lidahnya terasa pahit jadi makan pun pelan-pelan.Tidak mengapa meskipun sedikit-sedikit yang penting bisa ada yang masuk makanan ke dalam perut.
Setelah beres sarapan,lalu Phonapong pun memesan taksi online yang ada di dalam aplikasi hijau berlogo helm itu. Untuk mengantar Putry menuju klinik, karena memakai kendaraan motor sepertinya terlalu susah untuk orang sakit.Takutnya diperjalanan malah semakin parah karena banyak angin.
Sementara,si kuda besi kawasaki ninjanya dimasukan dulu ke dalam ruangan.Tidak mengapa cuma sebentar,nanti kalau pulang dari klinik si kuda besi nya pun dikeluarkan kembali.Kalaupun kotor lantainya nanti Phonapong akan bersihkan kembali daripada hilang diambil orang karena diparkir sembarangan.
"Tuh,sayang taksinya sudah datang,yang itu bukan?" Seru Putry sambil menunjuk mobil taksi yang kurang lebih lima belas meteran lagi menuju depan asrama.
__ADS_1
"Oh iya benar,yang itu sayang,ayo kita siap-siap,kita periksakan dulu ke klinik ya."
Beberapa detik kemudian, taksi online pun kini sudah berada di hadapan mereka berdua.Lalu, mereka pun segera masuk ke dalam taksi itu.
Sepanjang perjalanan, tiada hentinya Putry mengaduh merasa panas dingin tubuhnya. Kemudian dipeganglah keningnya sama Phonapong ternyata benar,suhu tubuhnya makin panas.
Phonapong pun minta cepat-cepat kepada supir taksi online itu untuk sampai di klinik.
Sesampainya di klinik, kebetulan pasien yang mau memeriksakan ke dokter itu tidak banyak yang antri jadi, bisa cepat-cepat menuju ruang periksa dokter.
Setelah diperiksa, ternyata Putry mengalami gejala masuk angin dan gejala flu.Untung cepat-cepat ke klinik jadi bisa cepat tertangani.
Setelah diperiksa oleh dokter dan menebus obat ke apoteker, lalu Phonapong pun membawa pulang kembali menuju asrama.
"Aku antar pulang lagi ya sayang,kita naik taksi lagi." Ucap Phonapong.
"Terimakasih ya sayang, begitu sigap bawa aku ke klinik, kalau tidak ada kamu mungkin..ah ntahlah sayang." Ucapan Putry sambil meneteskan air mata.
"Ya sudah, jangan nangis sayang, segera ambil itu obat-obatan nya yang tadi dari apoteker, lanjutkan tidurnya di asrama saja."
"Iya sayang."
Beberapa menit kemudian, mobil taksi itu pun telah sampai depan mereka berdua.
Lalu, mereka pun segera memasuki ke dalam mobil taksi itu. Dan mobil taksi itu pun segera melaju ke arah utara.Tempat dimana asrama yang Putry tempati itu berada.
Di tengah perjalanan, Phonapong kembali membuka obrolan dan mulai bertanya.
" Sayang, kamu sakit begini orang tua mu sudah tahu belum?"
"Aku belum memberi tahu sayang, biarlah nanti juga sembuh kok sayang, lagipula kalau aku ngabarin orang tua ku, aku takut nanti orang tua ku malah jadi banyak pikiran disana."
"Ya sudah kalau begitu, cepat sembuh ya sayang, jangan lupa obatnya diminum, tenang saja ada aku yang selalu menjagamu disini sayang." Ucap Phonapong sembari membelai lembut rambut Putry yang sedang tertidur di pangkuan Phonapong.
__ADS_1
Tak terasa kini mobil taksi pun sudah sampai ke depan asrama Putry.Setelah keduanya turun dari mobil taksi dan membayar ongkos, Putry pun segera masuk ke dalam kamar asrama dan si kuda besi yang tadi sempat disimpan didalam pun kini telah Phonapong keluarkan.
Dan Phonapong berpamitan untuk pulang.