Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 76 Dijemput Novita


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan jauh selama kurang lebih tiga jam melalui transportasi udara, pesawat yang ditumpangi Putry dan Anggara pun akhirnya tiba juga ditempat tujuan.Anggara tidak langsung pergi, tetapi menunggu dulu sampai temannya Putry datang menjemput karena dia merasa khawatir untuk meninggalkannya seorang diri.satu jam pun telah berlalu, akhirnya Novita pun datang untuk menjemput Putry sahabatnya itu.


"Aduh, maaf Put aku telat sampainya, tadi macet dijalan." ucap Novita sambil meminta maaf.


"Iya, gak apa-apa kok lagian aku tidak sendirian."


"Sebentar, kamu tidak sendirian? terus kamu berangkat lagi kesini dengan siapa Put?" Novita pun merasa keheranan Putry berangkat dengan siapa.


"Sama keponakannya tante Evelyn, temannya mami aku Nov."


Tidak lama kemudian, munculah sesosok lelaki yang berparas tampan dan memiliki kulit putih baru saja keluar dari arah toilet bandara.


"Maaf neng agak lama, perut Aa mules." ucap Anggara sambil nyengir kuda.


"Iya gak apa-apa A, oh iya, kenalin ini sahabat seasramaku disini A."


Lalu Novita pun mengulurkan tangan kepada Anggara lalu Novita dan Anggara pun bersalaman sambil kenalan.


"Perkenalkan saya Novita."


"Saya Anggara."


Lalu, Novita pun mencubit pinggang Putry pelan sebagai bentuk kode lalu Novita pun berbisik.


"Put, itu siapa sebelahmu?ganteng beud.."


Putry pun kembali membalas bisikan itu.


"Ini yang aku maksud Nov, aku berangkat bareng dia."


Anggara pun penasaran apa yang dibisikan oleh mereka berdua, lalu Anggara pun bertanya.


"Hmm...cewek ya bisik-bisik melulu, ngebisikin apa nih? Aku boleh dong kepo?" goda Anggara.


"Enggak apa-apa dan bukan apa-apa juga,cuma itu..hmm anu."


Putry pun menginjak kaki Novita sebagai kode butuh bantuan jawaban.


"Cuma urusan cewek,kak." jawab Novita.


"Nah itu, cuma urusan cewek." diperjelas oleh Putry.

__ADS_1


"Ya..ya..Aa percaya, oh iya, karena temannya sudah datang, Aa duluan ya soalnya taksinya beda jurusan dengan kalian." ucap Anggara sembari pamit kepada Putry dan Novita.


"Oiya kak, hati-hati dijalan kalau gitu ya."


"Iya, kalian juga ya hati-hati dan jaga diri baik-baik, mari.."


Anggara pun berjalan ke arah taksi yang berbeda jurusan dengan Putry dan Novita.Setelah Anggara lenyap dari pandangan, Putry dan Novita pun naik taksi juga dengan arah yang berbeda.


Tanpa sadar, dari kejauhan seperti ada orang yang memperhatikan gerak-gerik Putry.Dia menjadi mata-mata seperti detektif rupanya.Tapi entah suruhan siapa atau hanya kebetulan.


Lalu mata-mata itu pun seperti menelepon seseorang.


Ketika didalam perjalanan, Novita bertanya kepada Putry yang sedang sibuk dengan handphonenya.


"Put, cowok yang tadi itu beneran anaknya teman mami kamu?"


"Iya, dia juga kerja disini, cuma agak jauh dari asrama kita,Nov." jawab Putry.


"Wih, hebat kamu ya, baru saja putus dengan yang kemarin, sekarang sudah dapat gebetan lagi mana ganteng orangnya."


"Apaan sih kamu, Nov?"


Saat Putry baru saja merebahkan diri ke atas tempat tidur, tiba-tiba dikejutkan dengan suara getar handphone.


Dddrrrtt...dddrrrtt..


Lalu, Putry pun mengambil handphone tersebut, ketika membuka layar rupanya ada pesan dari Anggara melalui aplikasi hijau.


Anggara


[ Asalamualaikum, neng gimana sudah nyampe asrama?]


Putry pun senyum-senyum sendiri begitu menerima pesan tersebut.Rupanya merasa ada yang memerhatikan dirinya lagi.Lalu, Putry pun segera membalas pesan yang tadi masuk ke handphonenya itu.


Putry


[Waalaikumsalam, sudah sampai A dari tadi, sekarang lagi istirahat dulu rebahan.]


Tidak sampai satu menit, pesan tersebut kembali terbalas.


Anggara

__ADS_1


[Lelah ya? Ya sudah selamat istirahat aja ya neng, maaf ganggu Aa mau siap-siap langsung berangkat kerja.]


Putry


[ Iya siap A, hati-hati dijalan.]


Setelah beres saling berbalas pesan melalui aplikasi hijau tersebut, lalu handphone pun Putry simpan lagi handphonenya ke tempat semula.


Ketika akan disimpan ke tempat semula, tiba-tiba handphone pun bergetar kembali ada panggilan masuk.


Rupanya Phonapong diseberang sana yang menelepon.Putry pun langsung mengangkat panggilan telepon itu.


Phonapong  : Hallo Put..apa kabar?


Putry           : Halo juga kak, tumben telepon ada apa ya?


Phonapong  : Tidak ada apa-apa (Diam sejenak) Oh iya, selamat ya sudah ada yang mendekati lagi rupanya.Kakak cuma bisa berdoa supaya yang sekarang memang cocok buat Putry dan keluarganya saling merestui.


Putry     : Memang kakak tahu dari mana?


Sambungan Telepon pun langsung terputus.


Putry    : Halo..Halo..


Deg.


Dia tahu dari mana kalau tadi Putry bareng dengan cowok di Bandara.


Menjadi tanda tanya besar soalnya dia kan sedang berada di luarkota jauh dari kota Bangkok. Mana mungkin dia sedang nongkrong di Bandara juga.


Ah biarin saja, toh Putry dan Phonapong sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan.Kan dia juga pernah bilang dia akan dijodohkan oleh rekan kerjanya orangtua dia, jadi sudah tidak ada urusan lagi.


Putry sekarang mau dekat dengan siapa saja terserah karena itu merupakan haknya tidak ada yang bisa melarangnya.


Setelah menerima telepon dari Phonapong mantan kekasihnya itu, Putry pun lalu bergegas mengambil handuk dari jemuran dan Putry pun segera membersihkan tubuh dengan air karena sudah melakukan perjalanan jauh dan tubuhnya pun sudah lengket dipenuhi keringat juga terdapat banyak debu membuat wajahnya menjadi kusam.


Setelah beres membersihkan tubuh dengan air, lalu Putry pun makan sambil santai menonton televisi acara yang disukai untuk sore ini adalah acara musik karena Putry juga rupanya sedang suntuk butuh hiburan juga.Setelah acara musik itu selesai, Putry pun memindah-mindahkan chanel televisi tidak ada yang seru acara televisinya.Lalu, Putry pun berpindah menontonnya jadi ke kanal video yang terkenal itu.


Sudah hampir satu jam membuka kanal video terkenal, alarm adzan dari handphone pun berbunyi pertanda waktu sholat telah tiba.Lalu Putry pun seperti biasa mengambil air wudhu dan mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah beres semuanya, karena Putry merasa gerah di dalam terus.Akhirnya, Putry menuju keluar asrama dan mengajak Novita untuk jalan-jalan menikmati suasana sunset di waktu petang ini.Walaupun masih jauh dari daerah pantai, namun setidaknya fenomena sunset itu masih bisa dinikmati di sekitaran perbukitan yang harus dijangkau dulu dengan cara naik ke atas bukit beberapa meter.Hal ini cukup membuat Putry merasa sedikit lebih tenang hatinya tidak banyak mencemaskan hal-hal yang tidak penting.Putry ditemani Novita menikmati sunset cuma sebentar saja karena hari pun segera berubah menjadi malam yang mungkin jalanan sekitar bukit akan berubah menjadi gelap. Lalu mereka berdua pun kembali pulang menuju asrama.

__ADS_1


__ADS_2