
Setelah kurang lebih empat hari mudik ke KualaLumpur, kini Zidan harus kembali berangkat menuju ke Bangkok. Dikarenakan, tugas kuliah yang menumpuk ditambah ada telepon dari anggota kelompoknya harus pulang cepat dikarenakan lusa akan ada presentasi tugas dihadapan mahasiswa dan dosen di kelas.
Dengan berat hati, Zidan pun harus meninggalkan lagi orang tersayang di rumahnya termasuk kedua orang tua dan juga kakaknya.
Sebelum berangkat ke Bandara Kuala Lumpur Zidan berpamitan dulu kepada kedua orang tuanya dan juga kepada kakak perempuan serta kakak iparnya.
"Ayah,Ibu Zidan mau pamit, Zidan mau berangkat ke Bangkok lagi."
"Juga buat Kakak dan abang, Zidan juga mau pamit." lanjut Zidan lagi.
Ayahnya kemudian bersuara, "Iya Zidan,hati-hati ya nanti dijalannya dan jangan berbuat macam-macam disana, jaga nama baik keluarga jangan bikin malu."
"Iya ayah, Zidan mengerti karena Zidan disana hanya mencari ilmu bukan yang lain."
Di lanjut kakaknya yang bersuara, "Jangan lupa, nanti kalau ada apa-apa jangan lupa memberi kabar orang rumah disini ya.Supaya kita tenang kalau ada kabar."
"Iya kak siap." jawab Zidan.
Setelah Zidan berpamitan dan saling bersalaman, lalu ayahnya mengeluarkan mobil dari garasi dan segera memanaskan mesinnya terlebih dahulu.
Hari ini, ayahnya Zidan libur kerja karena di perusahaan tempat beliau bekerja sedang kehabisan bahan baku.Jadi tidak ada laporan yang mesti dikerjakan kecuali team accounting yang bertugas mendata keluar masuk nya dana untuk membeli bahan baku.
Ayahnya pun sudah rapi dan mobil pun sudah siap untuk mengantarkan Zidan menuju Bandara.
Kali ini, semua yang berada di rumah pun ikut mengantarkan Zidan ke bandara.Termasuk pengantin baru kakak perempuan dan kakak iparnya.
Semua sudah memasuki ke dalam mobil mulai dari ayahnya yang bertugas mengemudikan mobilnya, ibunya hingga kakak perempuan dan kakak iparnya.
Mereka semua akan mengantarkan Zidan menuju bandara Kuala Lumpur.Beberapa menit kemudian, mobil yang ditumpangi mereka pun telah sampai menuju bandara.Satu persatu penumpang dari mobil itu berangsur-angsur turun dan mereka yang turun lalu menunggu ayahnya Zidan memarkirkan kendaraannya di tempat parkir.Sementara ayahnya Zidan, masih sibuk dihadapan kemudi mobilnya karena belum mendapatkan tempat untuk memarkirkan kendaraannya.
Ayahnya Zidan menunggu dulu sebentar, barangkali ada yang akan keluar dari bandara dan keluar dengan memakai kendaraan roda empat. Benar saja, setelah sekian menit menunggu, ada yang kosong juga lahan parkir yang sebelumnya penuh dengan mobil-mobil yang parkir disana.Muatlah untuk satu kendaraan diparkir disini.Setelah kendaraan roda empat itu terparkir ditempat yang semestinya, ayahnya Zidan pun lalu menyusul anggota keluarga yang lain menuju ruang tunggu penumpang.
__ADS_1
Sementara Zidan, dia sedang sibuk berada di ruang imigrasi untuk memeriksa dokumen seperti paspor dan visa pemberangkatan lalu dilanjut dengan menuju ke ruang bea cukai untuk memeriksa barang bawaan, apakah membawa barang yang berbahaya atau tidak.Kalau membawa barang yang berbahaya sudah tentu barang tersebut akan disita petugas bea cukai bandara.
Setelah beres pemeriksaan, lalu Zidan pun keluar dari dua ruang itu dan berjalan menuju ke tempat ruang tunggu penumpang dan bergabung dengan para anggota keluarganya sebelum pengumuman petugas bandara melalui speaker itu berbunyi.
Ibunya Zidan mengingatkan ada barang yang tertinggal atau tidak.
"Dan, apa semua barang sudah dibawa? Yakin tidak ada barang yang tertinggal?" tanya ibunya.
"Sudah komplit bu, Zidan sudah membawa semua barang Zidan dan tidak ada yang ketinggalan." jawab Zidan.
"Ya syukurlah kalau begitu, ibu hanya mengingatkan." ucap ibunya.
"Iya Ibu,terimakasih sudah mengingatkan." ucap Zidan.
"Iya sama-sama Zidan."
Ayahnya Zidan juga yang baru datang dari parkiran langsung buka suara.
"Ingat ya Zidan,jaga diri disana, jaga nama baik keluarga juga jangan bikin malu."
"Iya ayah, Zidan paham."
"Perbanyak prestasi biar ayah semangat juga membiayai kau,iya kan ayah?" tanya kakaknya sambil melirik senyum kepada ayahnya.
Ayahnya Zidan hanya tersenyum menanggapinya.
Zidan pun lalu menjawab.
"Iya siap, aku akan rajin pokoknya banyak prestasi dan tidak akan memalukan keluarga."
"Nah, ini baru namanya adik kakak." ucap kakaknya.
__ADS_1
Ketika sedang asyik berbincang dengan keluarganya, tiba-tiba speaker bandara berbunyi yang mengharuskan para penumpang untuk bersiap-siap.
Zidan pun akhirnya bersiap-siap untuk memasuki pesawat yang akan take off menuju kota Bangkok Thailand.
Zidan menyalami anggota keluarga besarnya satu persatu sebagai bentuk wujud perpisahan.Bahwa dia akan segera berangkat lagi meninggalkan kota kelahirannya.Setelah Zidan menyalami anggota keluarganya dan berpamitan, Zidan pun berjalan menuju terminal dimana pesawat itu berada. Lalu Zidan pun masuk ke dalam pesawat itu, sedangkan para anggota keluarga yang lain hanya
melihat dari kejauhan sebelum pesawat itu benar-benar terbang meninggalkan bandara kualalumpur.
Setelah pesawat yang ditumpangi Zidan sudah terbang, seluruh anggota keluarga Zidan pun satu persatu mulai meninggalkan ruang tunggu dan menuju tempat parkir dan selanjutnya memasuki mobil untuk segera pulang menuju ke rumah.
Butuh waktu sekitar tiga jam untuk menuju kota Bangkok dari kota Kuala lumpur, selama di dalam pesawat itu, Zidan hanya bisa tertidur walaupun hanya sekejap.Karena di dalam pesawat dilarang memainkan gadget apalagi mengaktifkannya, karena akan membahayakan aktifitas penerbangan para pilot.
Zidan pun menuruti peraturan itu, daripada nanti dia ada sesuatu di jalan apalagi menjadi korbannya.
Tiga jam kemudian, pesawat yang ditumpangi Zidan pun akhirnya mendarat sempurna di Bandara Suvarnabhumi Thailand.Disana seperti biasa sudah ada sahabatnya yang menjemput yaitu Phonapong dan juga ada Novita dan Putry juga yang menyambut kedatangan Zidan kembali.
Zidan pun turun dari pesawat dan langsung berjalan ke arah pintu kedatangan penumpang dari luar negeri, seperti biasa Zidan diperiksa dulu berbagai macam dokumennya setelah selesai baru dia bisa melanjutkan berjalan menuju ruang tunggu penumpang tempat teman-temannya menunggu.
Dari kejauhan, sudah terlihat teman-temannya sedang menunggu di ruang itu. Zidan pun berjalan cepat untuk mencapai ke lokasi.Dan setelah berada beberapa meter dari lokasi teman-temannya berada, lalu Zidan pun menyapanya.
"Asalamualaikum, hai kalian sudah lama menunggu?" tanya Zidan dari arah belakang.
Lalu semua teman-teman Zidan pun menoleh ke belakang dimana suara itu berasal.
Phonapong pun menjawab pertanyaan Zidan untuk mewakili teman-temannya yang lain.
"Iya,kita sudah dari tadi menunggu,syukurlah kamu landing dengan selamat Zidan."
"Lihatlah Novitamu gelisah begitu wajahnya." lanjut Phonapong lagi.
Mendengar Phonapong berbicara begitu, wajah Novita menjadi kemerahan dan langsung menghampiri Phonapong lalu memukul bahu Phonapong pelan-pelan karena mungkin Novita kesal kepada Phonapong telah diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
Setelah orang yang ditunggu sudah ada di depan mata, lalu Phonapong pun mengajaknya untuk keluar dari bandara dan Phonapong siap untuk mengantarkan sahabatnya ini menuju asramanya.
Satu persatu teman-temannya memasuki mobil Putry berada di jok depan bersama Phonapong sedangkan Novita berada di jok belakang bersama dengan Zidan.Lalu, mobil pun melaju dari bandara menuju asramanya mereka.