
Begitu tiba di sebuah taman kecil area kampus, Putry pun duduk disebuah kursi panjang ditemani Novita disampingnya.Setelah Putry dan Novita duduk di kursi panjang taman kampus itu, Putry pun memulai obrolan dengan Novita.
" Nov, aku boleh curhat gak?" tanya Putry sambil tertunduk lesu.
" Ya boleh dong, cerita sini ada apa? tumben lagi wajahmu ditekuk gitu, biasanya juga ceria.Ada apa?"
"Jadi begini, orang tua aku sudah tahu aku punya hubungan asmara dengan Phonapong."
"Terus???" Novita memotong pembicaraan Putry saking kagetnya.
"Nah,karena sudah ketahuan asal usulnya dia gimana? Keyakinan dia apa? Makanya aku disuruh jauhi dia dan jangan merespon dia lagi."
"Rumit juga ya masalahnya."ucap Novita.
"Aku bingung,cara bicaranya nanti gimana?" tanya Putry yang sedang bingung butuh pendapat.
"Menurut aku, diamkan saja dulu, redam dulu emosimu, aku yakin sekarang dia sedang berpikir juga."
"Tunggulah satu atau dua harian baru setelah itu kamu bisa mengutarakan hal-hal yang mengganjal pikiranmu itu Put." lanjut Novita lagi.
"Oke deh, aku coba saranmu, Nov."
"Berat banget menjalaninya, yang menjalani hubungan asmara beda kota saja berat, apalagi ini beda keyakinan, haduh Put aku gak sanggup membayanginya." ucap Novita.
"Sudah terlanjur jatuh hati dan nyaman Nov, jadi mau gimana lagi?" tanya Putry yang masih diambang kebimbangan.
"Tapi kalau dilanjut pun tak akan bisa, soalnya kita sama-sama mempertahankan keyakinan masing-masing,jikalau aku dan dia membangkang akan nasihat orang tua dan terus saja kita melanjutkan hubungan ini, mungkin kita akan sama-sama diusir dari rumah dan akan dicoret secara permanen dari kartu keluarga." ucap Putry panjang lebar.
"Tambah rumit dan panjang urusannya." Novita menanggapi ucapan Putry itu.
"Aku juga mikirnya begitu,Nov."
"Semoga ada jalan keluar ya,aku doakan semoga urusannya cepat selesai,yuk ah Put kita pulang, cuaca sudah mulai gelap nih!" ajak Novita.
__ADS_1
"Iya Nov ayok kita pulang."
Mereka berdua pun akhirnya meninggalkan bangku panjang taman itu, lalu mereka bergegas pulang menuju asrama.Dikarenakan cuaca sudah mulai berubah langit sudah gelap mendung dan sudah mulai turun hujan rintik-rintik yang turun dari langit membasahi pemukiman disepanjang jalanan kota Bangkok.
Cepat-cepat mereka berjalan menuju gerbang kampus untuk menunggu taksi lewat,sepertinya mereka berdua akan memakai jasa taksi untuk cepat sampai menuju asrama.Selain menghemat waktu menjadi cepat juga mengantisipasi kalau di tengah perjalanan turun hujan deras.
Tidak membutuhkan waktu lama, tujuh menit pun mereka berdua sudah sampai menuju asrama, lalu mereka berdua pun membayar ongkos secara berbagi setengah-setengah ya kata neneknya Putry yang merupakan asli sunda namanya udunan katanya.Berhubung jaraknya dekat, jadi ongkos agak murah.
Setelah membayar ongkos, lalu mobil taksi pun bergegas pergi lagi menuju calon penumpang yang lain.
Putry dan Novita pun masuk ke dalam kamar asramanya masing-masing.Ketika Putry akan memasuki kamar asrama, tiba-tiba ada segerombolan pemuda memakai motor gede dan berseragam baju basket, sepertinya selesai latihan dilapangan.Mereka semua berhenti pas didepan kamar asramanya Putry.
Putry pun membuka pintu dan menuju ke teras, setelah keluar dan berada di teras ada satu orang yang turun dari motor dan menghampiri Putry.Lalu, Pemuda yang turun dari motor itu memberikan sepucuk surat katanya dari Phonapong pelatih basketnya mereka dilapangan.
Mereka cuma utusan yang diutus atasan untuk memberikan surat itu ke tuan Putry.Dengan gombalnya anak didiknya Phonapong mengikuti,Putry pun tertawa begitu menerima amplop berisi surat itu yang katanya dari tuan pangeran.Ada-ada saja tingkahnya, Zaman sudah modern begini masih berkirim surat seperti di zaman firaun saja.
Setelah amplop yang berisi surat itu tersebut diterima Putry, lalu para pasukan pemuda utusan Pangeran Phonapong pun membubarkan diri dan pergi lagi entah mau kemana lagi.
Putry hanya geleng-geleng kepala saja lalu Putry masuk lagi menuju kamar asramanya. Ada-ada saja idenya.Karena penasaran isi suratnya, lalu Putry pun membuka amplop itu dan membaca suratnya.
Dear Putry cantikku,
Sehubungan dengan ketidakpastiannya hubungan ini, saya atas nama pribadi ingin mengajak ke suatu cafe di dekat sini besok sore sekalian kita bahas untuk selanjutnya mau bagaimana.
Ditunggu konfirmasinya ya besok siang di gerbang kampus.
I miss you,
Phonapong.
Setelah Putry membaca surat dari Phonapong tadi, Putry mendadak deg-degan hatinya.Kira-kira apa yang akan dibicarakan oleh Phonapong besok di sebuah cafe apakah akan sama dengan pembahasan yang Putry akan ucapkan juga?Daripada kebanyakan mikir, Putry pun seolah biasa saja seperti yang tidak akan terjadi apa-apa.
Lalu Putry lipat lagi surat itu dan Putry masukan lagi ke dalam amplop.
__ADS_1
Putry pun tak sabar ingin buru-buru cepat besok, Putry semakin penasaran apa yang akan hendak dilakukan Phonapong nanti.
Tiba-tiba Handphone Putry berdering ada pesan dari aplikasi hijau yang masuk.
Phonapong
[ Sayang, gimana suratnya sudah diterima belum dari anak-anak?]
Putry pun lalu membalas pesan itu.
Putry
[ Sudah kok, barusan aku baca! Tumben pakai surat lewat anak didikmu lagi dikirimnya, aku kan jadi malu, Oh iya, nanti besok aku tunggu di gerbang beres matakuliah entrepreurship jam dua.]
Phonapong
[ gak apa-apa sekali-kali biar beda dari yang lain,ya sudah nanti beres matakuliah perancangan bangunan aku menuju ke gerbang buat jemput kamu.]
Setelah beres berkirim pesan, lalu Putry pun melakukan aktifitas seperti biasa dikarenakan hari mulai semakin sore.Dilihatnya dilemari stok makanan ringan sudah mulai mau habis.Lalu, Putry pun berencana untuk belanja bulanan ke minimarket terdekat, begitu akan mengambil sandal dari rak sepatu,Sahabatnya Novita pun datang, daripada sendirian menuju minimarket lebih baik minta antar sahabatnya itu siapa tahu dia pun mau dan memang sedang jenuh butuh jalan-jalan disore hari ini yang mulai kelihatan cerah kembali.
"Iya, ayo aku temenin kalau mau ke minimarket, kebetulan aku juga kesini mau minta antar kok." ucap Novita.
"Aku bulan ini sedang datang tamu bulanan, aku selalu minum jamu penghilang rasa nyeri itu." lanjutnya lagi.
"Sejak kapan?" Putry bertanya.
"Baru saja tadi, tadinya waktu pas masih siang, tapi enggan keluar tadi tuh,banyak pemuda di depan pada ngapain ya mereka?"
"Oh yang tadi, itu anak didiknya Phonapong, mereka disuruh buat kirim surat buat aku, lucu aja sih masih surat menyurat disaat teknologi yang sudah semakin canggih ada e-mail."
"Wah, masa sih? Terus isinya apa? Tuh kan apa aku bilang nanti juga bakalan adem lagi akur lagi, ya memang butuh waktu aja buat semuanya itu."
"Iya Nov, dia ngajak ke cafe besok sekalian ada yang mau diomongin, gak tahu mau ngomongin apa."
__ADS_1
"Eh, katanya mau ke minimarket, ayo..takut keburu minimarketnya tutup." lanjut Putry lagi sambil mengajak Novita buat cepat-cepat ke minimarket.
Lalu, mereka pun berangkat menuju minimarket menggunakan taksi.