
Setelah dua bulan memberikan kado ulang tahun untuk Putry, Mulai minggu ini Phonapong akan melaksanakan KKN atau kepanjangannya kuliah kerja nyata selama sebulan penuh yang dilaksanakan kampus sebagai syarat untuk bahan skripsi jika ingin lulus kuliah.
Phonapong pun akan melaksanakan kkn ini disebuah desa terpencil yang lumayan jauh dari kota Bangkok.Meskipun dengan Putry sudah bukan siapa-siapa lagi, tapi Phonapong menyempatkan diri untuk pamitan.Hari ini hari senin, seperti biasa untuk menunggu jadwal mata kuliah selanjutnya Putry berada di sebuah taman sedang duduk di kursi panjang taman sambil menikmati keindahan bunga-bunga yang ditanam disana dan melihat ikan yang berada di dalam kolam minimalis.
Saat sedang ditaman itulah Putry bertemu lagi dengan Phonapong.
"Put.." sapa Phonapong.
"Eh, iya kak,ada apa ya manggil?"
"Enggak apa-apa cuma menyapa saja."
"Sendirian saja, Novitanya mana?"
"Oh, Novita sedang di perpustakaan, sedang meminjam koleksi novel terbaru."
"Begitu ya, hampir lupa aku kesini mau pamit Put."
"Mau pamit kemana kak?"
"Kakak sudah waktunya kkn mau mengabdi keluar kota Bangkok selama sebulan penuh Put."
"Kapan kak?"
"Berangkat besok Put."
"Oh iya sudah, lancar ya kak kkn nya."
"Iya Put, terima kasih."
"Ya sudah lanjutkan saja baca bukunya, kakak mau ke basecamp dulu ada perlu." lanjut Phonapong lagi.
"Iya kak silahkan."
Phonapong pun berjalan menuju ruangan basecamp tempatnya berkumpul dengan komunitasnya.Sedangkan Putry kembali dengan membaca novelnya masih ditaman sambil menunggu Novita datang.
Sepuluh menit kemudian, Novita pun kembali dari perpustakaan menuju taman.
"Maaf ya Put lama, tadi di perpustakaan lagi banyak orang, senior yang lagi mau pinjam contoh laporan kkn."
__ADS_1
"Iya gak apa-apa kok, tadi juga Phonapong kesini."
"Dia ngapain Put?"
"Pamitan katanya mau ikut kkn selama sebulan penuh di luar kota."
"Oh,gitu aja?"
"Iya sudah gitu aja sih, gak bicara apa-apa lagi."
"Sebentar,dulu kan katanya dia mau dijodohkan orangtuanya kok pamitnya sama kamu sih?"
"Harusnya sama yang dijodohkan itu lah." lanjut Novita lagi.
"Aku gak tau secara pasti, dia beneran dijodohkan atau engganya."
"Mau beneran atau hanya sekedar alasan untuk berpisah sama aku ya aku gak apa-apa, lagipula orang tua aku juga udah nyuruh aku buat jauhi dia, andaipun dilanjut gak akan benar kan kedepannya?"lanjut Putry.
"Hmm...iya juga sih,eh masuk ke kelas yuk,tuh dosennya mau masuk ke kelas,masih nongkrong disini aja, nanti kena omel baru tahu rasa." ajak Novita.
"Ya ayo kita masuk kelas."
Putry pun mencoba menbuka file lama di laptop miliknya, barangkali masih tersimpan e-book akuntansi akan Putry pelajari kembali.
Begitu filenya dibuka, ternyata masih ada bekas e-book sewaktu masih smk dulu.Putry pun membuka-buka kembali file itu sambil menyimak apa yang di ajarkan dosen di depan kelas.
Belajar pun tak terasa sudah hampir dua jam, mempelajari keluar dan masuknya saldo di perusahaan.Mungkin pelajaran ini akan berguna dan akan dipraktekan di dunia nyata ketika nanti Putry lulus kuliah dan bekerja di perusahaan papinya.
Tak berselang lama, lalu dosen pun menyuruhnya untuk membereskan peralatan tulis dan bukunya untuk dimasukan ke dalam tas karena jam efektif pembelajaran sudah habis.
Lalu, seluruh mahasiswa dari kelas pun keluar satu-persatu disusul Putry dan Novita yang keluar kelas agak belakangan.Karena mereka ingin santai tidak mau berdesak-desakan takut susah gerak dan pengap ketika bernafas.
Setelah semuanya keluar meninggalkan kelas, barulah Putry dan Novita yang keluar meninggalkan kelas.Lalu mereka berjalan menuju gerbang tadinya mau ke kantin tapi tidak jadi.Novita ingin berkunjung ke kedai yang baru saja buka kemarin katanya sedang ada diskon, lumayanlah menghemat sedikit anggaran keuangan anak penghuni asrama.
Setelah sampai menuju gerbang, mereka pun menunggu taksi lewat yang menuju ke kedai yang baru buka itu, setelah menunggu selama lima menit akhirnya taksi pun lewat juga lalu mereka berdua pun mulai memasuki taksi itu.
Butuh waktu selama tujuh menit untuk sampai menuju ke kedai yang baru buka, sesampainya di kedai, nampak sedang banyak orang-orang yang mengantri untuk masuk ke dalam kedai saking penasarannya.
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka berdua bisa tembus menuju antrian tersebut.
__ADS_1
"Akhirnya, kita kebagian jatah juga ya Put." ucap Novita.
"Iya nih, sudah pesimis tadinya dikira gak akan dapat karena antrian panjang."
"Optimis dong Put jangan pesimis."
"Iya Nov, eh mau pesan menu apa nih, kita pesan sekarang yuk."
"Sudah aku pesankan kok tadi, tinggal nunggu saja."
"Oke deh Nov, terimakasih banyak."
Setelah pesanan yang dipesan itu datang, lalu mereka berdua pun langsung menyantapnya.Mereka tak bisa berlama-lama dikedai ini karena antrian masih banyak, kasihan kalau tidak kebagian.
Sepuluh menit kemudian, mereka berdua pun sudah beres dan hendak membayarnya ke kasir.Pulangnya tidak perlu memakai taksi lagi karena jaraknya cukup dekat dengan asrama yang mereka berdua tempati sekarang ini.
Mereka berdua memotong jalan menuju gang sempit, dari sini jaraknya lumayan dekat daripada melewati jalan raya dan perumahan.Tak berselang lama,mereka pun akhirnya sudah sampai juga menuju asrama.
Saat di depan asrama, Novita pun bertanya.
"Put,gimana Phonapong sudah ngabarin lagi belum?"
"gak ada tuh, gak ada kabar apa-apa lagi, sudah sampai kali."
"Oh, ya sudah."
"Kenapa memangnya,Nov?"
"Gak apa-apa cuma tanya saja,aku langsung ke kamar ya Put."
"Okelah kalau begitu, aku juga lelah Nov ingin rebahan."
Lalu, Putry dan Novita pun menuju ke kamar asramanya masing-masing.Tidak ada obrolan lagi diantara mereka, mereka berdua sudah lelah memilih untuk beristirahat di kamarnya masing-masing.
Putry pun rebahan saja sambil mendengarkan musik kesukaannya hingga dia terlelap ketiduran.
Di dalam ketidurannya itu, Putry bermimpi lagi kondisi nenek Putry yang paling Putry sayangi kondisinya makin kritis.
Putry pun akhirnya terbangun dari tidurnya, Putry pun merasakan sedih kembali ketika Putry bermimpi seperti itu.Semoga ini bukan suatu pertanda firasat yang buruk untuk Putry, semoga ini hanya bunga tidur saja.
__ADS_1
Mungkin karena kondisi tubuh Putry yang kelelahan, jadi bermimpi yang aneh-aneh.Putry pun saat ini hanya bisa berdoa di dalam hati supaya kondisi nenek Putry yang paling Putry sayangi lekas sehat lagi seperti biasa.Bisa membuatkan cake kesukaan Putry lagi jika Putry pulang ke Tasikmalaya nanti.