
Selesai menjemput Zidan,Phonapong mengantarkan dahulu mereka menuju asrama.Iya, mereka yang merupakan warga negara lain bukan asli warga Thailand ada Putry, Novita dan Zidan yang merupakan bukan warga asli Thailand melainkan warga pendatang dari negara lain yang merantau mencari ilmu disini.
Putry,Novita,dan Zidan pun turun dari kendaraan roda empat milik ayahnya itu karena akan kembali dipakai oleh ayahnya untuk bepergian keluar kota.Phonapong pun pamit kepada para penghuni asrama itu yang kebanyakan anak perantau.
"Zidan,Novita,dan Putry sayang aku pamit dulu ya, maaf aku gak bisa mampir dulu." ucap Phonapong.
"Loh,kenapa sayang kok gitu?" tanya Putry.
"Iya,soalnya mobilnya mau dipakai ayah,sayang!" jawab Phonapong.
"Ya sudah deh gak apa-apa, aku ngerti kok yang." ucap Putry lagi.
"Terimakasih ya Pong, sudah mau jemput ke Bandara." ucap Zidan.
"Iya,sama-sama Zidan, kita kan teman harus saling membantu walaupun bukan teman satu kelas tapi kan kita satu kampus,bahkan kita satu sircle dipergaulan."
"Aku pamit dulu ya semuanya." lanjut Phonapong lagi.
Mobil yang dikendarai Phonapong pun sudah melaju dan meninggalkan asrama.Zidan,Novita dan Putry pun masuk ke kamar asramanya masing-masing.Begitu masuk ke kamar asrama dan duduk di sofa, Putry mengaktifkan handphonenya alangkah terkejutnya, karena banyak panggilan tak terjawab dari maminya yang dari Indonesia.Karena penasaran, apa yang akan hendak dibahas oleh maminya itu, lalu Putry pun menelepon balik maminya.Satu panggilan tidak terjawab barulah panggilan kedua diangkat oleh maminya itu.
Putry : Asalamualaikum, mami...
Mami Tiara : Waalaikumsalam, Putry tadi kemana? Ditelepon mami kok tidak diangkat terus, malah tidak aktif handphonenya?
Putry : Maaf ya mami, tadi Putry baru pulang jemput teman ke bandara, handphonenya lupa belum diaktifkan, sekarang baru saja sampai di asrama.
Mami Tiara : Oh begitu, ya sudah tidak apa-apa.
Putry : Ada apa ya mami? Sepertinya ada pembahasan yang penting?
Mami Tiara : Mami cuma kangen Putry, anak semata wayang mami satu-satunya ini, rencana mami mau kesana bareng papimu ke rumah Riyanti sekalian nanti nengokin kamu ya nak ke asrama.
Putry : Kapan mami? Ya sudah nanti Putry tunggu ya, nanti kalau mau berangkat kesini kabari lagi.
Mami Tiara : Iya nak nanti mami kabari lagi, sudah dulu ya nak, mami ada urusan dulu ke salon, wasalamualaikum.
Putry : Iya mami ditunggu kabarnya, waalaikumsalam.
__ADS_1
Sambungan telepon antara Ibu dan anak pun terputus, dan panggilan telepon pun dimatikan.Handphone Putry pun disimpan lagi ke tempat semula.Hari pun sudah semakin sore, niat mau rebahan pun diurungkan, Putry pun beranjak dari tempat tidurnya dan dia meraih handuknya yang tergantung dijemuran.Lalu dia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan air, seharian berada di jalanan dan kepanasan membuat tubuhnya lengket terkena keringat.Tak membutuhkan waktu lama, Putry pun selesai membersihkan tubuh dengan airnya itu.
Lalu, seperti biasa rutinitas harian disore hari adalah menonton televisi sambil menyantap makan sore.Novita yang berada di kamar sebelah pun tumben tidak keluar mungkin suhu udara sedang dingin jadi dia pun malas kemana-mana.Hanya televisi lah yang menemaninya disore hari ini.Biasanya, cuaca sedang cerah suhu udara normal Novita selalu minta antar untuk sekedar jalan-jalan menuju ke minimarket. Tapi, disore ini dia pun sepertinya enggan untuk menjalankan aktifitas diluar.
Disaat suhu sedang dingin ini lah kemudian, ada pesan dari kekasihnya yaitu Phonapong yang menawarkan jagung rebus yang dibawakan pamannya yang berasal dari desa.Lumayan banyak juga jagung mentah yang pamannya bawa dari desa itu, takut tidak termakan Phonapong membagikan ke tetangga sekitar dan sebagian lagi dia rebus. Cocok dengan suhu udara seperti ini memakan jagung rebus hangat seperti sedang di pegunungan.
Putry pun lalu mengiyakan tawaran dari kekasihnya itu.Kebetulan Putry juga suka jagung dan di dalam asrama juga sedang tidak ada makanan juga.
Phonapong pun akan menuju ke asramanya Putry untuk mengantarkan jagung rebus itu dalam beberapa jam lagi.
Karena dia akan menuju bengkel dulu untuk membawa mobil ayahnya yang telah selesai dilakukan perbaikan dan ganti oli yang dilakukan selama enam bulan sekali itu.
Phonapong kemudian pulang dulu ke rumah untuk mengantarkan mobil itu dan sesampainya di rumah, Phonapong lalu membawa jinjingan plastik yang dipenuhi oleh-oleh dari pamannya yang berasal dari desa untuk di berikan kepada Putry.
Tidak berlama-lama di rumah, Phonapong pun lalu tancap gas dengan memakai motornya untuk menuju ke asrama Putry.Kebetulan dijalanan petang itu sedang lengang jadi perjalanannya lancar tidak macet.
Beberapa menit kemudian, Phonapong sudah sampai di depan asramanya Putry lalu Phonapong pun mengetuk pintu.
Tok..
Tok..
Belum ada yang menyahut dari dalam.
Kemudian Phonapong mengetuk pintu lagi.
Tok..
Tok..
"Sayang, ini aku sudah sampai di depan." ucap Phonapong dari luar.
"Iya sayang, maaf lama." teriak Putry dari dalam asrama.
Pintu pun lalu dibuka.
Ceklek.
__ADS_1
Begitu pintu dibuka,Phonapong langsung mengomel-ngomel Putry karena pintunya lama dibuka.
"Sayang, tadi kamu kemana aja sih? Kok lama buka pintunya?" tanya Phonapong yang merasa sedikit kesal.
"Iya maaf sayang, tadi aku habis terima pesan dulu dari mamiku yang dari Indonesia, sayang." jawab Putry dan berusaha memberi sedikit pengertian.
"Silahkan masuk dulu ke dalam yang, tidak baik tamu berdiri terus didepan pintu."
"Silahkan duduk dulu dan maaf pintunya tutup sedikit ya." Putry pun mempersilahkan Phonapong untuk memasuki asramanya dan menyuruhnya duduk.
Phonapong pun masuk dan duduk.
"Mau minum apa yang?barusan aku habis menyalakan tombol dispenser air hangat, mungkin sekarang airnya masih hangat." ucap Putry lagi.
"Kopi mungkin mantap yang suhu udara begini." ucap Phonapong.
"Oke sayang,ditunggu ya aku bikinkan dulu." ucap Putry kemudian Putry pun segera menyiapkan minuman kopi hangatnya itu.
Beberapa menit kemudian, Putry pun datang dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir minuman hangat kopi dan coklat.
"Ini sayang, minumannya sudah jadi silahkan diminum ya." ucap Putry sambil menyodorkan secangkir kopi yang masih mengepul asap panas itu ke atas meja.
"Iya sayang terimakasih sudah dibuatkan, ini aku juga membawa sedikit makanan dari pamanku dari desa." ucap Phonapong yang memberikan jinjingan plastik itu ke Putry.
Begitu dibuka isi dari jinjingannya, Putry pun kegirangan.
"Wah, ada jagung kesukaan banget ini, cocok dengan cuaca seperti ini merasa di pegunungan aja jadinya." ucap Putry.
"Iya dimakan ya, itu dari paman, paman datang dari desa membawa berbagai macam hasil pertanian, habis panen katanya."
"Oiya, tadi mami kamu bilang apa aja sayang?" lanjut Phonapong lagi penasaran.
"Tadi mami ku bilang waktu dipesan itu, katanya ingin berkunjung kesini nengokin aku." jawab Putry.
"Pasti mau bertemu aku juga ya." ucap Phonapong yang merasa kepedean.
"Ya sepertinya begitu, tapi apa kamu siap yang aku kenalkan kepada mereka?" tanya Putry penuh harap.
__ADS_1
"Aku siap sayang,Apapun resikonya aku terima karena itu konsekuensinya." jawab Phonapong dengan yakin.
Padahal dalam hati Phonapong merasa deg-degan sekali akan dikenalkan dengan orangtuanya Putry yang tak lain calon mertuanya kalau memang jadi jodohnya.