
Setelah Putry kemarin diperiksa ke klinik.Putry pun mengupload hasil jepretan obat-obatan dari klinik itu ke dalam sosial media pribadinya. Lalu,Novita pun mengomentari story aplikasi hijau nya Putry.
[Put,kenapa?kamu beneran sakit?]
Beberapa lama kemudian dibalas story aplikasi hijau itu oleh Putry.
[Iya Nov,aku baru saja diperiksa dari klinik.]
[Menurut diagnosa dokter,sakit apa katanya Put?]
[Cuma gejala masuk angin dan gejala flu saja sih,Nov.]
[Oh ya sudah, cepat sembuh yaa,nanti aku nengokin,tanggung ini aku ada garapan lumayan ada yang cari ghostwriter buat cerpen katanya,cuma seribu kata doang mah kecil.] chatingan Novita sambil memberikan emoticon tertawa dengan sombongnya.
[Iya Nov, tidak apa-apa, lanjutkan saja dulu ya garapannya.]
***
Setelah beres saling balas obrolan melalui aplikasi, Dari ujung sana Novita pun ingin berniat menengok Putry. Lalu, Novita pun berinisiatif membeli buah-buahan ke supermarket.Begitu sudah membeli buah-buahan ke supermarket.Lalu, Novita pun mengajak Andini dan Rihana untuk menengok Putry yang sedang terbaring sakit.
Beberapa menit kemudian, Novita sudah berada di depan pintu asramanya Putry. Lalu, Novita pun segera mengetuk pintu.
Tok..
Tok..
Pintu pun segera dibuka oleh Putry.
Ceklek
pintu pun dibuka.
__ADS_1
Putry pun terlihat memakai jaket tebal sedang menggigil kedinginan.
"Eh,kalian..mari sini masuk." Sapa Putry dan mempersilahkan ketiga nya yang kini masih berdiri diluar untuk segera masuk ke dalam kamar.
"Putry beneran sakit,sejak kapan?" Novita bertanya dan membuka obrolan.
"Iya ini aku sakit Nov, sejak kemarin sih, tapi untung saja ada Phonapong yang nganterin aku ke klinik."
"Wah,kekasihmu siaga juga ya, salut aku sama dia Put , sudah baik ganteng lagi." Ucap Novita.
"Oh iya, ini kita bawain buah-buahan ya Put." Ucap Andini sambil menyimpan tentengan kresek yang berisi buah-buahan itu.
"Terimakasih ya, sudah mau repot-repot bawain buah-buahan untuk aku."
" Kita gak merasa repot kok, sudah sewajarnya sebagai teman harus nengokin kalau ada temannya yang sakit, apalagi kan kita cuma anak rantauan jauh dari keluarga." Ucap Novita dengan kata bijaknya.
"Iya,anggaplah kita yang berada di perantauan ini sebagai keluarga, jangan sungkan kalau ada apa-apa cerita saja." Ucap Rihana ikut ngobrol.
Lumayan lama mereka bertiga menemani Putry yang sedang terbaring lemah di atas kasur. Lagipula, garapan sudah beres tidak ada tugas juga jadi, bisa leluasa menemani Putry di kamar Asrama.
Karena mereka bertigalah di perantauan sini yang terdekat.Mereka juga sama-sama jauh dari keluarga dan orang tua. Jadi bisa saling merasakan apa yang dirasakan Putry.
Begitulah gunanya teman ada saat senang dan saat susah.
Waktu menunjukan pukul satu siang.Tidak enak rasanya kalau terlalu lama menemani Putry, karena pastinya Putry pun butuh istirahat, ingin tempatnya tenang tidak bising seperti sekarang.Mereka bertiga pun memakluminya.
Lalu, mereka bertiga pun memutuskan untuk pamit saja karena sepertinya Putry pun akan beristirahat kembali.
Setelah mereka bertiga pamit, Putry pun akhirnya tertidur kembali karena tadi sudah minum obat dan di dalam kandungan obatnya menyebabkan kantuk.Makanya begitu mudah sekali untuk tertidur kembali hingga pulasnya sampai pukul tiga sore Putry tertidur. Kira-kira badannya sudah agak enakan tidak seperti tadi agak berat untuk melangkah, Putry pun membersihkan seluruh tubuhnya menggunakan air hangat biar syaraf otot nya tidak merasa kaku.
Setelah beres kemudian Putry pun membuka lemari kecil yang penuh dengan makanan. Stok cemilan empat hari kemarin yang belum sempat Putry makan karena kemarin lidahnya terasa pahit,Sehingga belum sempat dia habiskan.Juga buah-buahan yang tadi Novita sengaja bawa untuk Putry.Putry kupas buah-buahan itu dan dicicipi satu persatu agar lidahnya tidak terasa begitu pahit.
__ADS_1
Santai sejenak sambil menonton televisi.Hingga tak terasa waktu yang Putry habiskan untuk berada didepan televisi sambil menyantap berbagai cemilan dihadapannya.
Tidak berapa lama, terdengar dering handphone Putry rupanya telepon dari mami nya yang dari Indonesia.
Seolah menjadi firasat itu sampai ke Mami nya Putry di Indonesia. Lalu diangkatlah telepon itu oleh Putry.
Mami Tiara : Asalamualaikum,Putry anak mami sedang ngapain nak?
Putry : Waalaikumsalam, Mami..Putry sedang menonton Televisi saja mam.
Suara Putry terdengar agak serak,sehingga memunculkan rasa curiga mami Tiara sebagai maminya.
Mami Tiara : Suara mu serak begitu,kenapa nak? kamu sakit ya?
Putry : Iya mam,sudah empat harian sih, tapi tidak apa-apa kok cuma gejala flu saja nanti juga sembuh mam.
Mami Tiara : Sudah diperiksa ke dokter belum nak?
Putry : Sudah kok mam,teman juga banyak yang jenguk,banyak yang peduli juga sama Putry.
Mami Tiara : Ya syukur kalau begitu,jaga kesehatan ya nak sering konsumsi vitamin,cuacanya di Indonesia juga sama sedang tidak menentu.
Putry : Iya mam,terimakasih perhatiannya ya mamiku.
Mami Tiara : Ya sudah,sudah dulu ya nak teleponnya,mami mau berangkat ke Salon dulu mau meeting sama karyawan mami, nanti di lanjut lagi teleponnya,Asalamualaikum.
Putry : Oh iya mam,hati-hati dijalan ya,waalaikumsalam.
Setelah sambungan telepon itu terputus, lalu handphone Putry pun disimpan kembali ke tempat semula.Tadinya mau diam saja tidak ingin memberitahu orangtua di Indonesia, takutnya semakin merasa khawatir memikirkan keadaan anak semata wayangnya disini tapi karena mami nya sudah menebak duluan jadinya Putry bicara saja berterus terang.Tidak ada yang disembunyikan Putry lagi.
Diliriknya waktu sudah menunjukan pukul 18.00 petang,kewajiban sebagai seorang muslim pun sudah Putry laksanakan.Cemilan dan buah-buahan sudah Putry santap. Namun,bukan orang Indonesia namanya kalau makan belum menemukan nasi.Karena masih sangat lemas, mau masak sendiri pun rasanya berat. Diambilnya handphone itu untuk mencari aplikasi berlogo sendok garpu untuk delivery makanan cepat saji.
__ADS_1
Disaat keadaaan sedang membutuhkan makanan cepat,aplikasi inilah yang menjadi solusinya walaupun harus membayar ongkos kurirnya juga.Tapi tak mengapa untuk anak asrama seperti Putry sangat membantu dan tidak mempermasalahkan ongkos kurir.Yang penting orderan itu datang dan Putry bisa menyantap dengan enak.
Setelah menunggu hampir kurang lebih dua puluh lima menit,akhirnya orderan pesanan Putry pun datang juga.Bungkusan kresek dari kurir pun lalu dibuka dan isinya lalu dipindahkan ke dalam Piring.Zaman sekarang memang serba praktis,ketika kita membutuhkan apapun tinggal ambil handphone lalu buka aplikasi kemudian order melalui online,bayar ongkos kirim melalui kurir dan hanya menunggu beberapa menit.Pesanan orderan itu pun akhirnya tiba juga ke tangan konsumen yang memesannya itu.