Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 6 Bandara Domestik Wiriadinata


__ADS_3

Tasikmalaya,Juli 2018


Jauh sebelum di tahun 2020 sebelum terjadinya pandemi yang mana ditahun sebelumnya kita ke Bandara tidak ribet harus menjalani berbagai macam tes kesehatan seperti tes PCR,tes swab antigen,dan tidak harus pengap seharian pakai masker.Kita cuma menunjukan tiket, paspor dan visa bagi perjalanan ke luar negeri,dan cukup tiket perjalanan bagi perjalanan domestik dalam negeri.


Entah siapa yang memulai huru-hara itu sehingga seluruh dunia kena dampaknya.


Tiket perjalanan dan Paspor sudah ditangan kami pun bergegas menuju Bandara Wiriadinata,sebuah bandara domestik di kota kecil.Rute penerbangannya pun belum banyak yang sudah tersedia yaitu rute ke kota Jakarta,Solo,Pangandaran.


Kami memilih mode transportasi pesawat untuk mempersingkat waktu,Dimana biasanya rute Kota Tasikmalaya ke Kota Jakarta bisa ditempuh dengan delapan jam memakai kendaraan Bus.Melalui jalur udara semakin singkat yaitu bisa ditempuh dengan setengah jam perjalanan.Sungguh menghemat waktu bukan?


Di pagi hari sudah mulai sibuk,Bi Laksmi menyiapkan sarapan sejak pukul setengah enam pagi,Papi Indrawan sibuk mengangkut barang yang sudah dipacking dalam koper untuk dibawa ke bagasi mobil.


Putry pun terlihat sudah segar,sudah wangi,sudah dandan,mandi dari pukul lima pagi.Begitupun mami Tiara,beliau pun sudah rapi tinggal menunggu masakan matang yang di masak bi Laksmi.


"Selamat pagi nyonya,tuan ini sarapannya ya nasi kuning bumbu kebuli supaya bisa dibekal juga nanti buat nyonya dan neng Putry." ucap Bi Laksmi.


"Selamat pagi juga bi,terimakasih sebelum saya mau berangkat bibi sudah uprek-uprek didapur pagi sekali."ucap mami Tiara.


" Silahkan dinikmati nyonya." ucap Bi Laksmi.


"Terimakasih Bi saya makan dulu." mami Tiara sambil memegang sendok di tangannya.


"Mam,berangkat ke Bandara jam tujuh ya,sekalian papi mau ke Pool Bus  biar sekalian aja ga bolak-balik." ucap papi Indrawan.


"Iya pi." jawab mami singkat.


Sarapan pun sudah selesai,tepat jam tujuh pagi sebuah mobil silver melaju dari garasi rumah menuju jalan raya.


Membutuhkan waktu sekitar lima menit menuju bandara kecil ini.


Lalu mobil pun diparkir di parkiran yang telah disediakan.


Begitu sampai pintu kaca bandara,langsung disambut oleh satpam bandara yang memakai pakaian hitam hitam itu.


"Selamat pagi,mau berangkat kemana bapak&ibu?"tanya satpam bandara.

__ADS_1


"Selamat pagi juga,pak pesawat rute Jakarta belum take of ya?"tanya mami Tiara.


"Belum bu,sekitar sepuluh menit lagi,silahkan tiket online nya bisa ditukar dengan tiket pada mesin di depan sana ya bu."lanjutnya lagi.


Setelah tiket online nya ditukar,Putry dan mami Tiara menunggu di kursi ruang tunggu.Beberapa menit kemudian terdengar suara speaker bandara.


Perhatian..Perhatian..


Pesawat dengan rute Jakarta akan segera Take Off,harap penumpang bersiap-siap!!! 


Lalu kita pun bergegas menuju pintu masuk terminal A dan segera menaiki pesawat,tak lupa barang-barang bawaan ditaruh dibagasi.


Begitu mau takeoff papi Indrawan berpamitan.


"Mam,sampai sini ya antarnya,hati-hati dijalan semoga selamat sampai tujuan,nanti kalau sudah landing kabari papi ya mih."ucap papi sembari memeluk hangat dan cium kening istrinya itu.


"Iya pi,mami berangkat dulu ya,kalau mami lagi gak ada jangan ngayap kemana-mana habis ngontrol bus di Pool langsung pulang."ucap mami Tiara.


"Iya mami sayang." ucap papi sembari cium kening istrinya.


"Iya pi pasti,Putry berangkat dulu ya pi." ucap Putry sambil berpamitan pada papinya sembari memeluk dan cium tangan papinya.


***


Pesawat pun take off dari landasan,dan terbang tinggi melewati hamparan awan melintasi langit.


Papi Indrawan pun sekarang sudah berjalan menuju parkiran mobil untuk berangkat lagi menuju Pool mobil busnya.


"Semoga selamat sampai tujuan ya kalian." gumam papi Indrawan dalam hati.


Mobil berwarna silver pun kini sudah keluar dari area parkir dan langsung tancap gas menuju jalanan aspal yang semakin panas terik matahari menuju siang hari.


Dia puluh lima menit berlalu,papi Indrawan sudah sampai tempat dimana beliau bekerja sebagai Pengontrol sekaligus pemilik perusahaan otobus yang sudah terkenal seantero kota tersebut.


Begitu sampai Pool Bus ada karyawannya yang bernama pak Asep mengeluh karena bus nya sempat turun mesin dan harus ganti mesin.

__ADS_1


"Pak Bos ini gimana Bus jurusan Depok jadi turun mesin terus harus ganti oli pula." Keluhan Pak Asep diterima.


"Ya sudah pak Asep hari ini mobilnya masukin bengkel saja,sementara bapak jadi kondektur dulu jurusan Bogor.Paling perbaikan beberapa hari." ucap Pak Indrawan.


"Sementara ikut dulu sama pak Samid tidak usah membawa mobil dulu hari ini." lanjutnya lagi.


Dari arah belakang juga ada Supir bus jurusan Cikampek yang laporan mobilnya yang dari Cikampek belum datang jadi penumpang terlantar selama beberapa jam di ruang tunggu Pool.


"Pak,Mobil yang dari Cikampek belum datang-datang ini melebihi estimasi perkiraan waktu,terjadi kemacetan di arah tol Cipularang katanya,gimana ya?"ucap Pak Taslim menjelaskan.


"Coba tunggu beberapa menit lagi pak Taslim mungkin sebentar lagi datang,kalau belum datang juga terpaksa pakai armada yang lain."perintah pak Indrawan.


Keadaan di tempat kerja sedang tidak baik-baik saja,para karyawan banyak mengeluh,mobil nya ada yang harus diperbaiki mana Pak Indrawan baru saja ditinggal liburan sama anak istrinya makin ruwet saja pikiran pak Indrawan ini.


Dibuka lah kulkas terdapat minuman dingin bersoda membuat dahaga dan pikiran seketika lega.


Berulang kali cek pesan di aplikasi hijau itu masih belum ada tanda-tanda anak istrinya sampai menuju Bandara Halim perdana kusuma karena sedari tadi pesannya terkirim namun ceklis satu.


Soalnya aturan di dalam pesawat jangan mengaktifkan Handphone harus di mode pesawat supaya tidak mengganggu sinyal penerbangan,aturan dari ahli sih gitu.


Beberapa menit kemudian,handphone papi Indrawan pun berdering,Handphone nya diletakan di meja ruang kerjanya sementara papi Indrawan sedang keluar mencuci muka di tempat wudhu para karyawan.


Mami


(Pi,Alhamdulilah mami sudah sampai ini di Bandara Halim perdana kusuma,mau dilanjut ke Bandara international Soekarno hatta naik MRT atau naik transjakarta ya?menurut papi gimana?)


Istrinya kirim pesan di aplikasi hijau namun lama tidak ada jawaban dari yang punya handphone tersebut.Sehingga istrinya menelepon beberapa kali namun belum ada jawaban juga.Satu menit kemudian


Papi


(Maaf baru balas Mam,tadi pi habis cuci muka dulu,syukurlah kalau sudah landing,iya terserah mami mau MRT atau transjakarta tapi saran papi lewat taxy online aja biar langsung.)


Mami


(Oke deh)

__ADS_1


Sudah tidak ada pesan balasan lagi lalu handponenya disimpan lagi di meja.


__ADS_2