
Phonapong masih di asrama Putry,karena kelelahan akhirnya Phonapong pun ketiduran di depan Televisi yang dia tonton.
Putry pun masih berkutat dengan laptopnya masih sibuk mengerjakan proyeknya.Lalu, Putry pun mengambil bantal dan selimut dan menyuruh Phonapong untuk memakainya supaya tidak dingin tidur di atas lantai.
Dibangunkannya kekasihnya itu pelan-pelan,sehingga kekasihnya pun mau memakai bantal dan selimut yang Putry berikan tadi.
Phonapong pun kembali tertidur, meneruskan mimpi yang tertunda tadi.Putry pun hanya tersenyum melihat kekasihnya tertidur lelap,dan Putry pun kembali meneruskan proyekannya hingga selesai.
Begitu Phonapong terbangun,terdengar Putry sedang di dapur.Rupanya dia sedang memasak,Phonapong pun lantas menghampiri Putry yang sedang memasak itu menuju ke dapur.
"Sayang,lagi ngapain disitu?" Ucap Phonapong yang tiba-tiba mengagetkan Putry dari belakang.
Putry yang tidak tahu Phonapong bangun tidur pun lansung kaget.
"Eh sayang,sudah bangun?kaget aku kirain siapa yang dibelakang."
"Iya sayang,aku terbangun gara-gara berisik dengar suara disini.Sedang ngapain sih kamu yang?"
"Ini aku lagi masak,kamu lapar kan belum makan?"
"Iya sih,yasudah aku tunggu disana ya,atau aku bantu sedikit disini?"
"Gak usah sayang,sebentar lagi selesai kok masaknya tinggal nunggu matang."
"Nunggu aja disitu sayang di dekat sofa,disini bahaya takut kecipratan minyak."
"Ya sudah kalau gak mau dibantu,aku tunggu disana ya." Ucap Phonapong sambil menunjuk dan menuju ke dekat sofa.
Phonapong pun berjalan menuju ke arah dekat sofa,lalu dia pun duduk disana.
Sementara Putry, sedang sibuk menata makanan diatas nampan yang akan dibawanya ke tempat Phonapong duduk saat ini.
Setelah beres ditata diatas nampan,lalu Putry pun berjalan menuju Phonapong berada saat ini sambil membawa makanan yang telah dimasak tadi.
"Sayang,ini makanannya sudah datang."
"Mari sini aku bantu ya sayang,pasti panas banget ini." ucap Phonapong sambil membantu meletakan semua makanan dari atas nampan menuju sebuah meja.
__ADS_1
Setelah makanan tersaji semua diatas meja, barulah mereka berdua pun makan.Phonapong yang ketagihan dengan masakan Putry lantas menambah lagi porsi makannya.
"Sayang,sedap banget sih makanannya..maaf aku nambah ya." Ucap Phonapong sambil mengambil tambahan porsi makanan lagi.
"Serius sayang masakan aku enak?" tanya Putry yang seakan tidak percaya makanan bikinannya sangat lezat itu.
"Iyalah sayang, buktinya aku nambah lagi ini."
"Iya syukurlah kalau kepakai masakanku dan sayang suka, aku sangat senang."
"Makan yang banyak ya sayang." lanjut Putry sambil menyunggingkan senyum dari bibirnya.
"Iya sayang, kamu juga ya dan jangan makan makanan sembarangan biar tidak gampang terserang penyakit."
"Iya.."
Setelah beres makan, Phonapong pun membantu Putry membereskan sisa makanan tadi dan mengangkut piring dan gelas kotor itu ke wastafel lalu Phonapong pun bantu mencucikan piring dan gelas yang kotor tadi hingga bersih, setelah semuanya dibilas hingga bersih lalu Phonapong pun bertanya "Sayang,ini yang habis dicuci disimpan dimana?"
Putry pun yang sedang mengelap meja sisa tadi makan pun lalu menoleh ke arah Phonapong.
"Oh iya sayang, siap." Phonapong pun meletakan piring dan gelas basah di wadah yang tadi ditunjuk Putry.
Setelah semuanya beres, Phonapong pun duduk sebentar di sofa sambil menyalakan sebatang rokoknya.
Putry pun sudah selesai mengelap meja, kemudian Putry pun ikut duduk di samping Phonapong.
"Sayang, seperti inikah yang dilakukan kamu setiap hari?" Phonapong membuka obrolan agar suasana tidak begitu sepi dan hening.
"Iya sayang, yah beginilah kehidupan anak rantau yang jauh dari orangtua, dulunya aku memang anak manja tapi, seiring berjalannya waktu akupun harus menyesuaikan dengan keadaan.Dan bersyukur aku bisa." Ucap Putry.
"Hebat ya kamu sayang, aku salut padamu."
"Oh iya,besok kakakku mau pulang lagi ke Jepang sayang.." lanjut Phonapong.
"Oh iya?kok sebentar sekali ya?" tanya Putry penasaran.
"Iya, kesini cuma mengecek tanah yang mau dia beli dan kebetulan cocok jadi langsung dibeli."
__ADS_1
"Dan aku pun disuruh eh,bukan disuruh sih sebenarnya tapi kalau mau belajar bertani ya boleh dilahan itu katanya." lanjut Phonapong.
"Memang kamu mau atau berminat gitu belajar bertani sayang?" tanya Putry.
"Iya apa salahnya mencoba dulu, nanti dilahan itu aku mau mencoba tanam pohon buah-buahan aja deh." jawab Phonapong kemudian.
"Sip sayang aku dukung lah." ucap Putry menyemangati.
Ketika sedang asyik mengobrol, tiba-tiba handphone Phonapong berbunyi. Rupanya dari kakaknya yang meminta antar untuk membeli oleh-oleh buat besok pulang ke Jepang.Phonapong pun menyetujuinya, lalu Phonapong pun akhirnya Pamit kepada Putry akan pulang.
"Sayang, aku pulang dulu ya..nanti kapan-kapan kita ngobrol dan ketemu lagi."
"Loh kok pulang sayang?" tanya Putry yang jadi cemberut.
"Iya ini kakakku minta diantar membeli oleh-oleh buat besok." ucap Phonapong sambil memainkan kunci motornya.
"Oh ya sudah sayang, tidak apa-apa kalau gitu kan bisa besok lagi bertemu."
"Jangan marah ya sayangnya aku." Ucap Phonapong sedikit menenangkan Putry.
"Iya sayang tidak apa-apa, hati-hati dijalan ya."
"Iya."
Lalu Phonapong pun mencium kening Putry serta Putry pun mencium tangan Phonapong ketika berada di dekat pintu.
Phonapong pun keluar menuju ke arah motornya lalu menghidupkan motornya itu.
Phonapong pun kemudian bergegas meninggalkan asrama Putry dan melaju menuju rumahnya untuk menjemput kakaknya yang meminta antar menuju toko oleh-oleh.
Setibanya di rumah, kemudian Phonapong pun menyuruh kakaknya untuk memasuki mobil.Karena memakai kendaraan motor tidak memungkinkan, Kakaknya kalau berbelanja suka banyak jadi lebih baik menggunakan mobil saja.Mobil pun kembali melaju menuju arah jalanan kota Bangkok untuk menuju ke toko oleh-oleh.
Setibanya di Toko oleh-oleh, Phonapong mengambil keranjang belanja, lalu Kakaknya yang memilih barang yang akan dibeli.Kira-kira isi keranjang sudah lumayan banyak, Phonapong dan kakaknya pun berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya.
Setelah barang dibayar semua,lalu paperbag besar yang berisi oleh-oleh itu dibawa Phonapong menuju bagasi mobil. Kini, mereka pun bergegas lagi pulang menuju rumah karena akan berkemas barang apa saja yang dibawa besok pulang menuju negara Jepang itu.
Koper besar dan beberapa tas pun sudah diisi oleh barang-barang yang akan dibawa besok. Tinggal suaminya yang akan membooking tiket pulang besok, membookingnya dari hari ini karena kalau mendadak takut kehabisan.Setelah tiket pulang sudah dapat kemudian semuanya pun istirahat, supaya besok pagi ketika akan berangkat badannya segar.
__ADS_1