
Pagi hari cuaca yang begitu cerah, para tamu undangan mulai dari mempelai perempuan, mempelai laki-laki hingga tetangga sekitar dan kerabat dekat sudah duduk di kursi yang telah disediakan oleh panitia acara resepsi pernikahan.Mereka ingin menyaksikan sekaligus menjadi saksi dari pernikahan kakak perempuannya Zidan itu.
Zidan ditugasi menjadi penerima tamu dengan sepupunya,satu per satu tamu undangan pun berdatangan, ada yang single ada yang double bahkan ada yang membawa serta keluarganya termasuk istri dan anaknya.Tradisi di suku melayu yang berada di Malaysia selalu diadakan acara tabuh kendang bilamana ada acara pernikahan.Yang memainkan kendang itu adalah para pemuda dan pemudi dari desa setempat.
"Selamat..selamat.. Pengantin baru." trektek tumplak tumpluk.
"Selamat..selamat..Pengantin baru." trektek tumplak tumpluk.
Acara pun sudah dimulai,suasana begitu meriah makin siang makin banyak tamu yang datang.Zidan pun yang bertugas sebagai penerima tamu semakin kewalahan.
Tidak ada acara dangdutan di dalam acara pernikahan adat melayu, tetapi hanya iring-iringan warga yang turut mengantar pengantin disertai dengan suara kendang dan suara petasan.
Sesudah acara iring-iringan warga pengantar pengantin selesai. Lalu, dilanjutkan dengan bersalaman dengan pengantin beserta para orang tuanya yang sedang berdiri berjejer di atas pelaminan.Setelah semua tamu bersalaman dengan pengantin. Lalu, semua tamu dipersilahkan dengan makan prasmanan yang mana nasi dan lauk pauknya mengambil sendiri sesuai dengan selera kita.
Sementara pengantinnya, masih sibuk berpose di atas pelaminan untuk pemotretan album poto bersama orangtua dan mertuanya.Album photo itu nantinya akan menjadi kenangan dimasa yang akan datang.
Setelah para tamu undangan selesai semua bersalaman, kini giliran Zidan yang menyalami dan memberikan selamat untuk kakaknya.
Zidan pun mendekati kakaknya serta memberikan selamat.
"Selamat ya kakak,semoga bahagia menyertai kakak." ucap Zidan ketika menyalami kakaknya.
"Iya Zidan, terimakasih ya,semoga Zidan cepat nyusul juga." ucap kakaknya.
Lalu dilanjut dengan bersalaman dengan kakak ipar, sambil bersalaman Zidan berpesan kepada kakak iparnya itu.
"Abang, aku minta tolong titip kakakku ya, jaga dan sayangi dia dengan tulus." ucap Zidan.
"Iya dek, pasti abang akan sayangi dengan setulus hati abang dan abang akan menjaga, pokoknya adek tenang saja ya." ucap kakak iparnya.
Lalu mereka berpelukan sebagai tanda telah sah menjadi adik dan kakak ipar.
__ADS_1
Dilanjutkan dengan poto bersama, Zidan mengambil beberapa pose gaya dalam beberapa poto itu.Rencananya, Zidan akan mencetak sebagian poto itu dan akan disimpan didalam figura.Sebagian lagi Zidan simpan hasil jepretan poto itu ke dalam laptop pribadinya.
Beberapa jam kemudian, acara resepsi itu selesai dilaksanakan.Semua tenda dan yang lainnya mulai dibongkar satu persatu karena akan dipakai oleh penyewa yang lainnya.
Kakaknya Zidan dan kakak iparnya pun lalu memasuki kamar yang sudah di desain indah sedemikian rupa.Mereka pun lalu beristirahat sebagaimana suami dan istri yang sudah sah.
Sementara Zidan, dia hanya bengong di kursi halaman depan sambil melihat galery poto didalam handphonenya.Zidan pun ingin suatu saat mengenalkan Novita kepada keluarga besarnya, agar Zidan bisa menikah seperti kakaknya saat ini.Tapi Zidan berpikir, untuk saat ini belum bisa, karena Zidan masih berstatus mahasiswa dan belum melaksanakan kegiatan kkn apalagi menyusun skripsi.Biarlah waktu yang akan menjawabnya, jodoh tidak akan kemana kalau sudah waktunya pasti akan ada pikirnya.
Hingga sore pun tiba, rupanya Zidan ketiduran di kursi halaman depan.Kebetulan kakaknya lewat dan melihat Zidan ketiduran.Lalu,kakaknya pun membangunkan Zidan agar segera melaksanakan shalat ashar karena sudah hampir sore.
"Dan...bangun, sudah sore shalat ashar dulu." ucap kakaknya dengan intonasi lembut.
Zidan pun lalu terbangun, "Eh kakak, sudah sore ya? Maaf Zidan ketiduran."
"Iya, makanya segera bangun." ucap kakaknya memperingatkan lagi.
Zidan pun kemudian bangun dari tidurnya karena takut kena ultimatum kakaknya yang kesekian kali.
Kakak iparnya yang bertanya lebih dulu kepada Zidan.
"Dan, kamu sekarang sudah kuliah tampan juga, pasti dong banyak yang mendekati kamu iya kan?"
'Ah kakak ipar ini kenapa kepo sih' batin Zidan.
Zidan tidak buru-buru menjawab pertanyaan kakak iparnya itu tapi, dia berpikir dulu sejenak.
"Hmm anu..sebenarnya ada yang Zidan sukai juga di kampus kak." ucap Zidan dengan wajah yang memerah.
"Siapa Dan yang kamu suka?" kali ini kakak perempuan Zidan ikut bersuara juga.
"Cerita saja, lagi pula kamu sudah dewasa Zidan.Sudah sepantasnya punya pendamping." lanjut kakak Zidan lagi.
__ADS_1
"Begini kak, perempuan yang Zidan suka itu bukan keturunan melayu seperti kita, tapi dia itu orang Indonesia."
"Oh begitu,terus masalahnya dimana Dan? Kalau dia seiman dengan kita meskipun beda negara ya tidak masalah Zidan." kakak ipar menimpali.
"Iya benar tuh kata abang, jadi kapan kamu kenalkan perempuan yang kamu sukai itu Zidan?" tanya kakak Zidan.
"Kapan ya?? Ah sepertinya Zidan mau fokus dulu kkn dan skripsi, nanti masalah itu dibicarakan lagi nanti." ucap Zidan.
"Ya sudah terserah kamu ya Dan, yang penting jalani saja dulu,kakak cuma bisa mensuport adik kakak satu-satunya ini." ucap kakaknya.
"Terimakasih ya kak."
"Iya."
"Hampir lupa, aku beres-beres koper dulu ya kak,besok pulang lagi ke asrama soalnya.ucap Zidan pada kakaknya.
"Iya, silahkan Zidan."
Lalu Zidan pun membereskan baju-baju ganti untuk dimasukan ke dalam koper, tak lupa juga tadi ibunya Zidan ngasih beberapa paperbag yang berisi makanan khas untuk dibagikan kepada teman-temannya, daripada di rumah tidak kemakan semua lebih baik dibawa Zidan saja ke asrama.
Juga tak lupa oleh-oleh spesial hanya untuk diberikan kepada Novita, seperti halnya hati Zidan hanya spesial untuk Novita seorang tidak ada yang lain.
Tadinya mau seminggu full disini, tapi secara dadakan ketua kelompok menelepon akan ada presentasi lusa.Jadi Zidan harus kembali menuju asrama lebih cepat.
Tidak mengapa tidak sempat liburan dulu juga, yang penting sudah bertemu kedua orang tua dan seluruh saudaranya serta teman-temannya pun sudah cukup membuat Zidan senang.
Sekarang Zidan harus kembali dengan rutinitasnya sebagai seorang mahasiswa yang disibukan berbagai macam tugas.
Rencananya Zidan akan kembali ke Bangkok nanti besok pagi.Seperti biasa, ayahnya yang akan mengantarkan Zidan menuju bandara sebelum ayahnya berangkat kerja ke sebuah kantor.
Tiket pun sudah ditangan, jadi Zidan pun tenang tidak harus mengantri memesan tiket dulu di bandara.
__ADS_1
Hanya cek paspor dan Visa kunjungan saja.