
-Jangan pernah merasa memiliki sehingga tidak akan takut untuk kehilangan-
***
Sepulangnya dari rumah Nabila mereka kembali ke rumah Adam. Mobil Nabila di parkirkan di halaman rumah Adam yang sedikit luas. Magrib tadi Adam solat di rumah Nabila bertiga dengan mamah dan papa Nabila.
Nabila sebenarnya ingin ikut solat berjamaah, tapi di urungkan niat nya karena tadi siang ia berkata pada Adam ia sedang berhalangan.
"Saya kemasjid dulu ya" pamit Adam yang sudah mengganti pakaiannya dengan yang biasa ia pakai.
"Sampe jam berapa?" tanya Nabila.
"Jam 10 an. Ada rapat di masjid. Kamu mau ikut?" Nabila menggelengkan kepalanya. Ia sangat malu jika bertemu dengan anak-anak masjid itu lagi. Ia takut di kira penggoda Adam.
Satu jam setelah Adam pergi, ponsel Nabila berdering.
'Harry'
"Hallo?" kata Nabila cuek. Ini semua juga salah Harry! Kenapa ia bawa Nabila ke rumah Adam! Nabila jadi tidak enak kepada Adam. Siapa tau Adam ada niat menikahi Natasya? Tapi gara-gara dirinya yang membuat masalah Adam harus menikahi nya.
"Maaf Bil. Jangan marah dong. Adam ga ngapa-ngapain lo kan?"
"Bukan Adam yang ngapa-ngapain gue. Tapi gue yang ngapa-ngapain dia!" ucap Nabila kesal.
"Hah! Maksudnya? Lo.. Lo"
"Lo apa hah! Gue udah ngerebut masa depan Adam tau ga! Ini semua gara-gara lo!"
"What! Jadi lo perkosa Adam?" tanya Harry terkejut. Nabila meneput keningnya sendiri. Sebodoh ini kah seorang Harry.
"Sialan lo! Otak lo emang mesum mulu. Gue bukan perkosa Adam. Ini lebih parah bego! Gue sama Adam di gerebeg. Dan lo tau?!"
__ADS_1
"Apa?"
"Gue di paksa nikah sama Adam. Adam tuh udah punya calon istri. Gue jadi kaya PHO tau ga! Gue udah ngerebut masa depan Adam sama tuh pacar nya!"
"Lo ngapain pusing-pusing sih Bil. Lo minta cerai aja, apa susah nya"
"Adam udah janji ke dirinya sendiri, ga akan pernah ada kata Perceraian di hidupnya! Dan kalo Adam tetep nikah sama Natasya gimana? Gue jadi istri tua plus istri simpenan Adam dong!" kata Nabila sedih. Padahal ia sendiri tidak tau tentang Natasya itu siapa. Itu hanya opini dalam pikiran nya sendiri.
"Cih. Dia tuh munafik tau ga! Dia juga sebenernya pingin punya istri kaya lo, cantik. Jadi dia sok-sok an ga mau ada perceraian dalam hidupnya. Udah tenang aja, minggu depan gue kesana"
"Mau ngapain lo?" sanggah Nabila.
"Ya gue mau ambil lo lagi lah. Gue mau paksa Adam cerai-in lo. Gue sendiri yang bakalan ngelamar lo di depan kedua orang tua lo. Gue dateng bawa kakak sama ayah gue minggu depan"
'What! Shit. Gila nih orang' masa ia harus jadi janda terus langsung nikah lagi!
"Emang gue apaan hah! Udah ah, lo tuh banyak ngawur nya! Gue kaya gini gara-gara lo. Lo ga usah ketemu gue lagi. Lo pikir nyelesain masalah segampang itu hah! Lo mau bikin jantungan bokap gue!"
***
Harry terus menelepon Nabila berulang kali. Namun tetap saja tidak di angkat. Apa yang salah dari ucapannya? Nabila cerai lalu menikah dengan nya. Bukankah itu ide bagus? Apa Nabila memang tidak pernah mencintainya? Sedikit pun.
Harry menggeram kesal. Ini semua salah Kakak dan Ayah nya! Jika saja Kakak tidak meminta nya ke sini, pasti ia sekarang sedang bersama Nabila.
"Ayah! Harry gak mau tau, Lamarin Nabila buat Harry" geramnya pada seorang lelaki tua yang sedang duduk di balkon.
Pria tua itu dengan santai nya menyesap kopi panas yang berada di sampingnya lalu berkata.
"Anak gila. Bukannya tadi udah setuju?"
"Harry gak pernah setuju! Harry dari tadi diem, ayah yang terus ngomong!"
__ADS_1
"Mikha itu anak yang baik, cantik. Tidak seperti Nabila, bahkan kakak kamu aja pernah bilang kalo Nabila menginap di kamar kamu. Berdua!. Kalian kaya hewan, melakukam zina di rumah sendiri tanpa rasa malu"
"Nabila waktu itu cuma nginep ayah! Kita gak ngelakuin apa-apa. Dia juga anak baik-baik"
"Haha. Anak baik-baik? Seorang gadis harusnya gak berkeliaran di luar rumah kalo udah malem. Apalagi ini sampe meminum minuman haram. Entahlah udah berapa banyak laki-laki yang sudah sentuh dia"
"Itu semua karna Harry yang ngajakin! Harry yang bukan Anak baik-baik. Dan kalo ayah ngatain Nabila bukan anak baik-baik itu artinya kita berjodoh. Orang baik dengan orang baik. Sedangkan orang tidak baik dengan orang tidak baik juga bukan?"
Pria tua itu berdiri menatap anak lelaki nya yang sudah dewasa namun bodoh.
"Kalo lelaki gak baik sama wanita gak baik. Bagaimana jadinya? Bukan jodoh tapi bencana yang akan datang! Ayah tau kamu bergaul sama yang gak bener tidak, tau kamu urakan, kamu nakal. Justru itu ayah menjodohkan kamu sama Mikha, gadis baik yang pastinya bisa merubah kamu"
Harry tersenyum licik mendengar itu.
"Gimana kalo Harry yang ngerubah Mikha?"
"Dasar anak gila!"
Pria tua itu masuk kedalam rumah, mengabaikan perkataan Harry yang tidak masuk akal. Mungkin besok Harry akan memikirkan semuanya, orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya dan tidak ingin melihat anaknya terluka dan terjerumus oleh segala kemaksiatan di muka bumi ini.
***
Adam pulang sangat larut malam. Jam 11 Adam baru pulang. Nabila sudah tidur terlelap. Adam mengganti pakaiannya dengan kaos dan boxer seperti biasanya.
'Aku tidur dimana?' pikir Adam. Ia tidak sanggup tidur di sofa lagi, badan nya terasa remuk. Padahal tadi Adam bermalam saja di masjid. Tapi ia tidak enak jika nanti subuh Abi melihat Adam tidur di masjid hanya karna di rumah nya ada Nabila. Itu seperti penghinaan untuk Nabila pikir Abi nanti.
Adam keluar dari kamar nya mengecek kamar Anisa. Tapi ternyata di kunci. Akhirnya Adam masuk kembali kedalam kamar. Di simpan nya guling di tengah ranjang untuk membatasi antara Nabila dan Adam. Adam pun berbaring sambil membaca doa sebelum tidur lalu terlelap tidur.
***
Next...
__ADS_1
“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. Telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)