
Besok aku libur dulu ya guys.. jadi hari ini aku up 3 bab๐
ยฐยฐยฐ
Adam membuka matanya perlahan saat mendengar suara yang berasal dari masjid, membangunkan warga sekitar untuk sahur. Dilihat nya Nabila yang masih tertidur sambil memunggunginya. Senyum Adam mengembang, seperti nya Nabila sangat marah karena pertanyaannya ia abaikan dan dengan santainya ia tertidur saat Nabila bertanya.
"Bil" panggil Adam menepuk bahu Nabila lembut.
"Hemm" Nabila merubah posisi tidurnya menjadi terlentang. Matanya terbuka sedikit mengintip Adam.
"Udah waktu nya sahur?" Adam mengangguk.
"Iya. Bangun yuk Bil, kita cuci muka dulu" ajak Adam sambil mengelus rambut Nabila lembut dan menyingkirkan beberapa helai rambut hang sedikit berantakan di wajahnya. Nabila menyandarkan badannya di kepala ranjang lalu mengangguk, mengumpulkan kesadarannya yang sepenuhnya belum terkumpul.
"Gendong" Adam dengan patuh duduk disisi ranjang Nabila. menghadapkan punggungnya dengan Nabila.
"Yuk naik" Setelah Nabila melingkarkan kakinya di pinggang Adam dan mengalungkan tangannya di leher Adam. Adam mulai menggendong Nabila di punggungnya menuju kamar mandi.
Selesai cuci muka Adam dan Nabila keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur.
"Udah gak marah lagi?" tanya Adam tiba-tiba. Nabila menghentikan langkahnya menatap Adam bingung.
"Marah apaan?" tanya Nabila bingung.
"Oh, saya kira kamu marah gara-gara pas malem saya tinggal tidur duluan" ucap Adam. Bersyukur karena Nabila tidak mempermasalahkan kejadian semalam.
"Ihh iya ya aku kan lagi marah ke kamu Dam" pekik Nabila. Kali ini Adam yang menatap Nabila bingung.
"Eh?"
"Tau ah, aku bete ke kamu Dam. Aku kan cuma nanya Rumah apaan? Rumah siapa? Dimana?" Adam membuang nafas nya keras. Bagaimana bisa marah sampai lupa?.
"Jangan marah ya Bil"
"Ya udah kasih tau dong" rengek Nabila.
__ADS_1
"Rahasia"
"Tuh kan! katanya pagi" pekik Nabila kesal dan hendak melanjutkan jalannya menuju dapur, namun Adam menahan lengannya. Mata Nabila membulat penuh kekejutan saat Adam tiba-tiba saja mencium pipinya. Pipinya merona malu. Dipukulnya dada Adam pelan.
"Malu Adam!" bisiknya tepat ditelinga Adam.
"Malu sama siapa?"
"Itu" Nabila menunjuk dengan matanya kebelakang tubuh Adam. Adam membalikan tubuhnya. Anisa sedang berdiri malas didepan pintu kamar sambil melipat kedua tangannya didada.
"Eh, ada Anisa, kirain gak disini. Dari kapan Nis?" tanya Adam.
"Duh dari kapan ya? Lupa lagi. Seinget aku waktu buka pintu, aku langsung disuguhin drama yang berakhir romantis" sindir Anisa.
"Ini masih subuh bang, gak usah mesra-mesraan, kayak pengantin baru aja. Untung bukan Putri yang liat!" lanjut Anisa.
"Emang pengantin baru. Abang kan cuma cium Pipi, gak cium yang lain Nis" jawab Adam.
"Bodo amat" ketus Anisa.
"Mau masak apa Bil?" tanya Adam.
"Masak ayam yang kemaren udah kamu rendem bumbu aja ya" Ucap Nabila sambil membuka kulkas.
"Ya udah saya siapin dulu minyaknya, kamu potongin juga tahu tempe ya" Nabila mengangguk dan mulai memotong tahu tempe, sedangkan Adam mulai menyiapkan wajan dan menggoreng beberapa ayam untuk mereka bertiga.
ยฐยฐยฐ
10 pagi,
Harry mengambil ponselnya dari dalam jaket, ia mencari kontak Risti.
"Hallo Ris" sapa Harry.
"Assalamualaikum Kak. Kakak masih dimana?" tanya Risti sambil mengenakan tas mainnya.
__ADS_1
"Kakak udah di depan rumah kamu Ris. Kamu udah siap-siap kan? Kakak udah pesen tempat buat foto nya jam 11"
"Udah kak. Aku pamit dulu ke abi kak. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Harry mematikan panggilan teleponnya lalu membuka Instagramnya. Akhir-akhir ini Harry lebih sering melihat-lihat Instagram milik Mikha. Entah kenapa ia mulai penasaran dengan Mikha, seperti nya ia harus cepat-cepat merubah sikap Mikha yang terlalu kaku. Soal Nabila, sudah dua minggu Nabila tidak membalas pesan dan selalu mengabaikan panggilannya. Harry merasa Nabila sangat marah pada nya, tapi apa salah Harry? Ia hanya memberitahu Nabila bahwa suaminya itu seorang Gay!.
"Hay kak. Maaf nunggu lama" Risti membuka pintu mobil tiba-tiba membuat Harry sedikit tersentak kaget, lalu dengan santainya duduk disebelah Harry.
"Oke, santai aja Ris. Baru jam 10, mau jalan-jalan kemana dulu?" Harry kembali memasukkan ponselnya kedalam saku. Hari ini Risti terlihat sangat cantik mengenakan pasmina putih, berwarna Mocca dan celana putih lengkap dengan tas selendangnya yang bermotif diamond.
"Jalan-jalan ke BBSW(Babakan Siliwangi) aja kak. Eh iya, apa mau kerumah kak Adam sama kak Nabila aja?" Harry terdiam sesaat. Benar juga, ia belum melihat keadaan Nabila selama dua minggu ini.
"Oke, ide bagus" sahut Harry semangat.
"Kakak tau rumahnya?" tanya Risti. Harry mengangguk. 'Tau lah, gara-gara rumah itu Nabila jadi milik Adam' pikiran Harry mulai emosi.
"Kak Nabila di Jakarta banyak yang suka ya kak?" tanya Risti tiba-tiba saat diperjalanan. Harry melirik Risti sebentar lalu menjawab.
"Emang kenapa Ris? kok nanya gitu?" Risti yang ditanya seperti itu menjadi tidak enak, sepertinya ia salah bertanya.
"Eh gak apa-apa kok kak, soalnya kak Adam aja yang baru beberapa kali ketemu kak Nabila kayaknya langsung akrab gitu. Duh maaf ya kak kalo Risti salah tanya" Harry mendengus pelan 'Tuh kan gue udah yakin dari awal kalo si Adam pasti ada hati sama Nabila'
"Eh gapapa kok Ris, gak salah tanya kok. Nabila orangnya supel, ditambah dia cantik, jadi pasti lah banyak yang suka sama Nabila, diJakarta aja temen kakak banyak yang suka sama dia, tapi Nabila lebih suka semuanya jadi temen, dia gak pernah pacaran disana" Risti mengangguk mengerti.
"Risti kira kakak pacarnya kak Nabila" Harry tersenyum kecut.
"Jujur nih ya, sebenernya kakak suka sama Nabila udah dari lama, cuma liat temen kakak aja pada ditolak sama dia, apalagi kakak, jadi selama ini kakak simpen aja perasaan kakak, takutnya kalo udah pacaran nanti putus terus malah jadi musuh" jawab Harry bohong, padahal suka beberapa kali ia di tolak Nabila, mulai dari cara halus hingga cara kasar sudah ia terima.
...ยฐยฐยฐ...
...โโ THE FIRE IS YOUR ENEMY โโ...
...ุนููู ุฃูุจูู ู ููุณูู ููุงูู ุงุญูุชูุฑููู ุจูููุชู ุนูููู ุฃููููููู ุจูุงููู ูุฏููููุฉู ู ููู ุงูููููููู ููููู ููุง ุญูุฏููุซู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุจูุดูุฃูููููู ู ููุงูู ุฅูููู ููุฐููู ุงููููุงุฑู ุฅููููู ูุง ูููู ุนูุฏูููู ููููู ู ููุฅูุฐูุง ููู ูุชูู ู ููุฃูุทูููุฆููููุง ุนูููููู ู...
...Dari Abu Musa, dia berkata : โ Pada suatu malam, ada rumah seorang penduduk Madinah terbakar. Ketika penyebab peristiwa itu dilaporkan kepada Rasulullah Shalllallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : 'Sesungguhnya api itu musuh kalian. Oleh karena itu, apabila kalian hendak tidur, maka padamkanlah api.' โ...
__ADS_1
...( HR. Muslim 6/107 )...