Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
88


__ADS_3

Adam menjauhkan wajahnya dari leher Nabila dan berdiri memegangi bahu Nabila.


"Saya suka harumnya" ucap Adam pelan saat pandangan mereka bertemu dicermin, Adam berdiri tegak dibelakang Nabila, melepaskan jepitan rambutnya dan merapikan rambut Nabila yang terurai indah.


"Kita pindah ke kasur yuk" ajak Adam dengan suara berat, menambah debaran jantung Nabila semakin kencang.


Nabila hanya menurut saat Adam menuntun tangannya dengan lembut.


'Duh sumpah belum siap! Gue harus ngapain sih? mau kabur ajaaa' teriak Nabila dalam hati, ingin rasanya Nabila loncat-loncat untuk menghilangkan kegugupannya.


Adam terlebih dahulu duduk bersila di atas kasur, Nabila mengikuti bersila di pinggir Adam.


"Dam" ucap Nabila gugup, ia ingin mengatakan belum siap namun suara Nabila seakan tersendat.


"Hmm" lagi-lagi Adam hanya bergumam, tangan kanan Adam mengelus lembut pipi Nabila, ibu jari nya memainkan kuping bawah Nabila. Wajah Adam semakin dekat dengannya, membuat Nabila menutupkan matanya depan erat.


"Udah siap kan Bil?" tanpa menunggu jawaban Nabila, Adam mendekatkan kepalanya sambil berdoa "Dengan menyebut nama Allah SWT jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami"


Nabila membuka matanya perlahan dan lalu mengangguk pelan. Wajah Adam semakin dekat dengan Nabila, memberikan beberapa kecupan singkat di bibir Nabila, lalu kembali mencium bibir Nabila lembut, Adam terus memperdalam ciumannya, menggoda Nabila agar membuka sedikit mulutnya.


Nabila mengikuti nalurinya, mencoba membalas setiap ciuman yang di berikan Adam, Nabila bisa merasakan tubuh Adam menuntunnya untuk berbaring, dengan pelan Nabila membaringkan badannya, tangan Adam dengan sigap menahan kepala belakang Nabila. Ciuman mereka semakin dalam dan panas, Bibir Adam mulai turun menciumi leher Nabila dengan lembut.


Adam mengangkat wajahnya saat kedua tangannya hendak membuka kancing atas baju tidur Nabila. Seolah mengerti Adam meminta persetujuan nya Nabila mengangguk.


Malam itu pun menjadi malam panjang yang indah bagi mereka, malam yang tak akan pernah mereka lupakan.


°°°


Adam membuka matanya perlahan, ia terbangun saat suara ponselnya berbunyi. Saat ingin menggerakkan badannya Adam terdiam takut membangunkan Nabila. Adam tersenyum melihat Nabila yang masih tertidur dengan tenang sambil memeluk Adam erat, tangan Adam masuk kedalam selimut dan membalas pelukan Nabila, mencium kening Nabila lembut, tak bosan-bosannya Adam menatal wajah Nabila yang damai dan cantik natural yang selalu membuat Adam jatuh cinta terus kepada Nabila.


Dengan pelan Adam melepaskan tangan Nabila dari perut Adam, menggantinya dengan guling, Adam turun dengan pelan dari kasur, berusaha tidak membangunkan Nabila dan berjalan menuju arah koper, membukanya pelan dan mengeluarkan pakaian santainya lalu mengambil handuk yang menggantung di pintu lemari dan segera masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


_


Adam membuka kamar mandi dengan pelan, menggosokkan handuk untuk mengeringkan rambutnya, air dingin membuat badannya terasa sangat segat.


Adam menggelengkan kepalanya saat melihat Nabila masih tertidur lelap di kasur, wajahnya setengah tertutupi selimut, dengan jahil Adam menempelkan tangannya yang dingin ke pipi Nabila.


"Hey bangun" bisik Adam. Nabila menggerakkan badannya merasa terganggu, ia semakin menggulung selimut itu.


"Sayang, bangun yuk" ucap Adam kembali, lagi-lagi Nabila semakin menggulungkan selimut.


"Sayang mandi dulu" Nabila membuka matanya sedikit, seakan tak terima tidurnya di ganggu.


"Engga ah, ngantuk" tolak Nabila kembali memejamkan matanya.


"Ayo mandi biar seger" bujuk Adam.


"Dingin Dam, ngantuk, cape" Adam dengan sabar mengelus rambut Nabila lembut.


"Bil air nya udah siap" Adam kembali membangun kan Nabila.


"Hay, sayang ku, bangun yuk" bujuk Adam kembali.


"Masih ngantuk ih Dam" protes Nabila membuka matanya. Adam lagi-lagi hanya tersenyum, memang selalu susah membangunkan istrinya ini bangun.


"Mandi, kita solat subuh dulu, nanti beres solat gak apa-apa tidur lagi" Nabila menatap linglung sekitar, dan melihat Adam yang sudah segar. Seolah ingat dengan kejadian tadi malam Nabila sedikit menjerit langsung buru-buru menutupi wajahnya dengan selimut.


"Bila, kamu kenapa?" tanya Adam bingung dan kaget dengan sikap Nabila.


"Enggak. Pengen minum" jawab Nabila saat menyadari Adam yang panik.


"Saya ambilin air putih dulu, sebentar" Adam dengan cepat keluar dari kamarnya. Nabila membuka selimutnya dan mengambil asal handuk bekas Adam, berlari dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Adam masuk kedalam kamar dengan segelas air putih ditangannya, Nabila tidak ada di kasur. Adam menyimpan air putih di atas nakas dan berjalan kearah kamar mandi, mengetuknya pelan.


"Bil didalem?" tanya Adam.


"Iya" jawab Nabila dari dalam.


"Jangan tidur dikamar mandi ya" canda Adam.


"Enggak akan ih Dam, udah sana dulu" teriak Nabila kembali dari dalam.


"Jangan lupa keramas ya Bil, saya siapin dulu alat solat nya" Adam mengingatkan. Adam langsung berjalan kembali menuju koper. Mengeluarkan dua sejadah dan mukena Nabila. Sementara di dalam Nabila memasukkan banyak sabun sambil mengaduk air bath up, membuat busa yang banyak lalu masuk kedalam bath up, memainkan busa-busa itu untuk menutupi tubuhnya. Air hangat membuat badannya sangat santai, pegal-pegal nya sedikit terobati dengan air hangat ini. Sudah lama sekali Nabila tidak menggunakan kamar mandi seperti ini. Setelah merasa sudah cukup untuk bersantai, Nabila membilas dirinya, membasuh kedua tangannya dan membaca niat mandi besar.


Wajahnya sangat segar saat ia berwudhu dengan air dingin, kantuk yang dirasakannya tadi sudah menghilang entah kemana. Tubuh Nabila bergidik saat membasahi rambutnya.


_


Adam tersenyum membaca selamatan dari semua teman-temannya, apalagi anak remaja masjid yang menyuruhnya minggu depan untuk berkumpul, mereka berjanji akan menyiapkan kado special untuk Adam dan Nabila. Adam kembali melihat tumpukan kado di sudut kamar.


"Yang ini aja belum pada di buka" gumam Adam tersenyum, bersyukur banyak orang yang berbaik hati Adam dan Nabila.


"Dam, jangan liat sini" teriak Nabila yang baru keluar dari kamar mandi, Adam menundukkan wajahnya menuruti Nabila. Sambil menunggu Nabila yang memakai baju, Adam kembali fokus dengan ponsenya.


"Bil udah?" tanya Adam saat melihat jam di ponselnya.


"Udah" Adam berbalik melihat Nabila yang sudah memakai mukena, Adam mengenakan peci hitam nya dan memulai solat mereka.


Selesai solat subuh Nabila merapikan kembali alat solat mereka.


"Kalo masih ngantuk tidur lagi aja ya Bil, saya mau beresin dulu koper" ucap Adam.


"Udah seger Dam, aku mau bukain kado aja, penasaran apa aja" ucap Nabila semangat, yang paling membuat Nabila penasaran ada empat kado yang dibungkus besar.

__ADS_1


__ADS_2