Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
65


__ADS_3

Happy Reading...


Jangan lupa vote, follow, dan komen yaa.


___


Harry membantu Mikha menyeret kopernya menuju sebuah Taxi yang sudah menunggu mereka sedari tadi. Setengah jam yang lalu ia sudah memesan taxi untuk menjemput mereka di Bandara.


"Ngantuk?" Tanya Harry saat mereka sudah duduk dikursi penumpang. Mikha mengangguk.


"Lumayan sih" jawab Mikha lesu namun sambil tersenyum samar.


"Ya udah, kamu tidur aja. Kalo udah nyampe nanti dibangunin" Mikha mengangguk memejamkan matanya. Harry menyunggingkan senyumnya.


'Selamat datang di Jakarta, Mikha' batin Harry dengan semangat, Harry yakin Mikha pasti sangat menikmati liburannya di Jakarta bersamanya kali ini.


°°°


Bandung,


Jam sudah menunjukan jam 10 malam, terdapat enam orang tengah berkumpul diruang keluarga sambil menikmati martabak manis yang baru dibeli oleh Safiq, tepatnya sogokan karena tadi ia tidak buka puasa bersama dengan keluarga dan memilih buka bersama dengan Natasya.


"Mah. Adam sama Nabila besok pulang ya. Mamah kan nyuruhnya nginep sehari, ini udah dua hari" bujuk Adam. Mamah mendelikkan matanya tajam.


"Pah, masa Adam kayak gak betah gitu dirumah sendiri" adu mamahnya pada papa.


"Emang kamu gak mau ya lama-lama dirumah ini. Mamah kangen kumpul-kumpul kaya gini tau. Ya kan Bil?" lanjut mamahnya. Nabila tersenyum kaku.


"Iya mah" jawab Nabila pelan.


"Bukan gitu mah, sebenernya kemaren itu ada rapat di masjid. Adam udah undur rapatnya jadi hari ini, eh mamah gak ngebolehin Adam pulang. Adam undurin lagi rapatnya jadi besok, kalo Adam gak pulang besok masa harus diundur lagi rapatnya" jelas Adam. Mamah terdiam seakan memikirkan jawaban.


"Gimana pah?" Tanya mamah.


"Ijin in aja mah. Kasian Adam, tanggung jawab jadi seorang ketua sangat penting mah. Iya kan Dam?" Ucap papa, ucapan nya selalu saja bijak.


"Bener pah. Ijin in ya mah" bujuk Adam kembali.


"Iya udah, mamah kasih ijin. Tapi mamah pingin kalian nginep lagi ya, dua hari sebelum lebaran sampe hari lebarannya"

__ADS_1


"Tapi mah, Adam harus ke masjid juga malam takbiran" ucap Adam.


"Biarin. Nabila aja suruh nginep disini, kamu ke masjid, biar pulangnya kamu langsung kesini" jawab mamahnya santai.


"Dari masjid Al-Iqra kesini itu jauh mah"


"Kamu punya mobil ngapain di diemin. Pake, jangan banyak alesan" lagi-lagi mamahnya menjawab dengan santai, tanpa kendala. Adam menarik nafasnya dalam dan akhirnya mengangguk. Memang susah berdebat dengan mamahnya.


"Iya mah, nanti Adam bulak balik aja" ucapnya pasrah.


"Nah, gitu dong. Nurut sama mamah" ucap mamah menang. Sedangkan Papa, Anisa, Safiq, dan Nabila hanya bisa menyaksikan perdebatan kecil antaran seorang anak dan ibu.


Adam mendekatkan kepalanya pada Nabila.


"Bil, ke kamar yuk. Kita istirahat" bisik Adam dan langsung di angguki Nabila.


"Mah, Pah, semuanya. Kita duluan ke kamar ya, udah ngantuk" pamit Adam.


"Ciee pengantin baru, ke kamar mulus" goda Anisa.


"Apaan sih?" Jawab Nabila sinis, ia tak suka pikirannya sendiri.


"Anisa! Tau apa kamu soal pengantin baru. Kamu tuh masih kecil ya, gak tau apa-apa, kuliah yang bener" ucap Mamahnya disertai tatapan tajam.


"Oh ya? Udah gede? Udah bisa cari uang sendiri?" Komentar mamahnya. Adam mengelus dadanya sabar, sepertinya mamah akhir-akhir ini sensinya sedang tinggi.


"Ya belum, kan aku belum lulus mah, kerjanya nanti aja, lagian udah punya calon ini, nanti juga ada yang nafkahin" jawabnya santai.


"Halah, itu namanya kamu masih kecil menurut mamah" ejek mamahnya.


"Ihh, mamah ngeselin. Tadi marahin kak Adam, sekarang marahin aku" gerutu Anisa.


"Stop, ini udah malem. Jangan debat. Adam sama Nabila kalo mau ke kamar, ke kamar aja ya. Besok kalian semua sahur kan? Sekarang ke kamar masing-masing" lerai papa.


"Yuk Bil" Ajak Adam.


"Semuanya, kita duluan ke kamar ya" pamit Adam. Adam menarik tangan Nabila lembut menuju kamar.


"Cuci muka terus gosok gigi ya, baru tidur. Jangan lupa baca doa. Saya ke ruang kerja papa dulu, ada yang mau saya obrolin" ucap Adam saat mereka sudah berada di depan pintu kamar.

__ADS_1


"Aku tunggu dikamar aja deh Dam. Soalnya aku pengen denger kamu baca cerita lagi" Adam tersenyum lembut.


"Ya udah, tunggu ya. Paling lima belas menit an" Adam mengecup kening Nabila lembut lalu membukakan pintu kamar, saat Nabila sudah masuk Adam langsung berjalan ke ruang kerja papanya.


Adan menunggu beberapa menit karena papanya belum juga masuk ke ruang kerjanya.


"Dam! Maaf papa lama, mamah ngajak ngobrol dulu tadi" ucap papa sambil duduk di sofa depan Adam.


"Iya pah, gak apa-apa" jawab Adam, Adam sudah mengobrol banyak tentang pernikahannya dengan Nabila pada papa saat ia disuruh menjemput papanya di bandara tadi sore.


"Jadi gimana Dam? Rencananya kaya gimana?" tanya Papa memulai.


"Adam juga bingung pah. Nabila suka yang Romantis-romantis gitu. Waktu bukber sama anak panti juga Adam sama orangtua Nabila udah ngerencanain ngelamar Nabila buat Resepsi pah. Tapi gagal, soalnya Nabila waktu itu belum cinta sama Adam" jawabnya jujur, apa adanya.


"Dasar. Tapi sekarang udah saling cinta?" Adam mengangguk yakin, padahal Adam tau dari nada bicara papanya itu hanyalah ejekan.


"Oke, papa tau. Romantis kan? Biar papa bantu, papa punya temen yang bisa dekor ruangan. Kita pake restoran kamu lagi aja, kamu tinggal undang temen-temen kamu, temen-temen Nabila, yang paling penting undang Keluarga Nabila. Selebihnya papa yang urus, dan biar kesan Romantisnya lebih keliatan, kita adainnya malem aja"


"Wahh, ide bagus pah. Makasih pah udah mau bantu Adam"


"Dengan senang hati Dam. Papa selalu dukung kamu"


_


Nabila memakai night creamnya lalu bersandar di kepala ranjang menunggu Adam. Tangannya mengetik beberapa tulisan diponselnya, sesekali ia membalas komentar dari teman-temannya di sosial media.


"Bil, belum ngantuk?" Nabila mengangkat kepalanya, ternyata Adam sudah masuk kedalam kamar.


"Belum Dam. Aku kan mau kamu bawain aku cerita" Nabila menghentikan sejenak kegiatannya.


"Ya udah, tunggu ya. Saya ganti baju dulu" Adam mengambil baju tidurnya lalu masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Nabila kembali fokus pada ponselnya.


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.


"Emang mau denger cerita apa?" tanya Adam.


"Mau denger cerita tentang Al-Jassasah, tadi aku liat di you tube ada hadist nya. Tapi aku gak berani buka"


"Kenapa gak berani" tanya Adam. Adam duduk disebelah Nabila.

__ADS_1


"Takut, serem"


"Ya udah, simpen dulu hp kamu nya Bil" Nabila menurut, ia menyimpan ponselnya diatas nakas sebelah lampu tidur.


__ADS_2