
Perhatian untuk semua.. tolong menghargai karya orang lainš jangan mudah mengetik sesuatu yang bisa menyinggung perasaan ya.. Disini author juga masih belajar. Jadi mohon, bangkitkan semangat author dalam menulis, bukan membuat author down dengan segala komentarš. Jika memang tidak suka lebih baik langsung batalkan favorit dan jangan diteruskan, dari pada harus mencaci authorš bukannya author tidak menerima komentar untuk memperbaiki karya, hanya saja masih banyak BAHASA HALUS yang bisa digunakan untuk memberikan masukan, bukan dengan cara BAHASA KASAR yang seakan menampar ā¤ļø.
°ā¢ā¢Ā°
Akhirnya Mamah, Safiq yang menggendong Anisa dan Papa yang menggendong Putri berjalan menaiki tangga. Bukannya Safiq tidak kuat mengangkat Anisa, hanya saja tangannya mulai kebas.
Adam dan Nabila pun masuk kedalam kamar Adam.
"Nabila" Adam membangunkan Nabila yang saat masuk kedalam kamar Adam langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
"Nabila cuci muka dulu. Ganti pakaian kamu" bangun Adam kembali. Nabila membuka matanya pelan.
"Aku ngantuk benget Dam" gumamnya.
"Sebentar aja. Ayo aku anterin" dengan terpaksa Nabila menerima uluran tangan Adam. Mereka masuk kedalam kamar mandi, Adam dan Nabila sama-sama mencuci muka nya dan menggosok giginya di depan wastafel yang di memang di desain panjang untuk dua orang ,lalu keluar dari kamar mandi.
"Ganti baju sama kaos saya aja ya Bil, ada di lemari" ujar Adam yang sudah menenteng kaos putih dan celana boxer hitam. Nabila mengangguk lalu mulai memilih pakaian untuk tidurnya.
"Mau kemana Dam?" tanya Nabila saat melihat Adam membuka pintu kamar.
"Saya tidur di kamar tamu. Kita kan ngakunya pacaran" jawab Adam.
"Oh iya ya hehe"
"Jangan lupa baca doa sebelum tidur" pesan Adam saat sebelum menutup pintu kamar dari luar.
'Doa sebelum tidur gimana ya? Lupa lagi' gumam Nabila.
Adam yang sudah berada di dalam kamar tamu langsung mengganti pakaiannya. Di ambilnya sarung dan sajadah yang berada di dalam lemari kamar tamu bekas kakeknya itu jika sewaktu-waktu kakek Adam pulang dari semarang dan bermalam di rumah ini. kakek Adam sangat taat beribadah, selalu menyuruh anak cucu nya solat berjamaah. Dan sudah 4 bulan ini kakek nya tidak ke Bandung, membuat kebiasaan solat berjamaah tidak terlaksana kembali.
"Nabila udah beres halangannya belum ya?" tanya Adam penasaran. Entah kenapa Adam ingin bertanya, padahal pagi tadi jelas-jelas Nabila bilang pembalutnya di dalam Koper. Adam langsung sadar. Dari siang tadi Nabila tidak ke kemar mandi untuk menganti pembalut. Masa iya Nabila tidak menggantinya seharian?.
Adam pun keluar dari kamar tamu dan mengetuk kamar Nabila. Nabila keluar dari kamarnya mengenakan kaos panjang Adam yang hanya menutupi setengah pahanya.
"Apa lagi sih Dam? Aku ngantuk"
"Kamu masih halangan?" tanya Adam tiba-tiba. Nabila langsung syok.
"Ihh Adam! Kenapa nanyain itu?" tanya Nabila.
"Udah, jawab aja" Nabila melihat Adam dari atas kebawah. Kaos hitam dan sarung kotak-kotak. 'Adam mau solat? Tapi kok nanya yang kaya gitu sih' gumam Nabila.
__ADS_1
"Jujur aja ya Dam, sebenernya aku ga mens dari kemaren juga. Aku ga mau banyak bohong lagi. Tapi pliss, Aku belum siap Dam. Aku ga mau!" ucap Nabila langsung menutup pintu kamar kencang meninggalkan Adam di luar sana dengan jantung yang berdetak kencang.
Adam mengerutkan kening nya bingung.
"Ga siap apaan Bil? Kenapa ga jujur dari kemaren sih? Saya mau ngajak kamu solat berjamaah" Adam mengetuk pintu kamar.
"Nabila masih dengerin saya kan? Kamu belum solat Isya juga. Ayo berjamaah bareng saja aja" ajak Adam. Nabila yang mendengar jawaban Adam langsung malu. Ia semakin tidak berani membukakan Adam pintu.
'Aduh. Ni otak malu-maluin deh! Kenapa bisa mikir ke arah situ sih!' gumam Nabila menepuk keningnya sendiri. Dengan cepat Nabila mengunci pintu kamar dan menenggelamkan kepalanya di bantal.
Adam yang masih di luar kamar Nabila terus mengetuk pintu kamar sambil terus membujuk Nabila agar solat.
"Kenapa sih Dam? Nabila lagi tidur mungkin" Mamah Adam yang mendengar keributan Adam langsung keluar dari kamarnya mendekati Adam.
"Aku mau ngajak Nabila solat isya mah. Soalnya kan tadi kita ga mampir ke masjid dulu" jawab Adam jujur.
"Kamu aja yang solat Dam. Nabila kecapean, kayanya udah bobo nyenyak deh" ucap mamahnya.
"Hemm, iya deh mah. Oh iya, mamah udah solat?" tanya Adam.
"Mamah lagi halangan" jawabnya.
"Waalaikumsalam" jawab Mamah Adam.
***
Keesokan paginya Nabila bangun jam 7 pagi. Nabila mulai mandi dan terpaksa mengganti pakaiannya yang kemarin. Terdengan suara ketukan pintu dari luar. Nabila segera membuka nya. Berdirinya Adam di depan pintu itu, membuat Nabila malu mengingat kejadian semalam.
"Tadi solat subuh?" tanya Adam. Nabila menggelengkan kepalanya.
"Pantesan saya ketukin pintu pas subuh kamu ga jawab-jawab" ucap Adam.
"Kita sarapan di bawah yu. Udah mandikan?" pertanyaan Adam membuat Nabila cemberut.
"Udah lah Dam!"
"Jangan marah dong Bil. Saya kan cuma nanya. Yuk sarapan" ajak Adam. Nabila mengangguk lalu mengikuti langkah Adam dari belakang.
Sesampainya di meja makan mereka berdua duduk.
"Nah udah lengkap nih. Mulai sekarang aja yah" ucap Mamah. Papa lalu memimpin doa untuk semuanya.
__ADS_1
Setelah beres sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga menemani Putri Yang sedang sibuk membuka kadonya satu per satu dengan hati yang bahagia. Safiq tidak bisa ikut kumpul bersama karena harus bekerja di kantor nya.
"Mah, pah. Adam sama Nabila pulang dulu ya" pamit Adam.
"Eh iya Dam. Nabila, titip salam sama keluarga Kamu ya. Adam, sampein maaf ke orang tua Nabila ya. Maaf udah bawa anak gadisnya nginep di rumah ya" ucap Mamah. Nabila dan Adam mengangguk.
"Hati-hati di jalan. Papa udah nyuruh Tarjo buat nganterin kalian ke rumah Nabila dulu. Nanti kalian tunjukin aja ke Tarjo" ujar Papa membuat Adam dan Nabila saling berpandangan.
"Eh. Ga udah pah, Nabila mau mampir kerumah Adam dulu" ujar Adam.
"Mau ngapain? Anisa kan disini. Nanti kalian cuma berdua di sana. Udah langsung pulang aja" tegur Mamah Adam.
"Iya. Langsung pulang aja, takutnya orang tua Nabila khawatir" ucap Papa.
"Aku mau ambil laptop aku yang ketinggalan di rumah Adam om, tante. Jadi mampir dulu" jawab Nabila.
"Ohh, tapi kalian jangan lama-lama ya. Adam pasti ngerti kan?" tanya mamahnya.
"Iya, Adam ngerti mah. Nanti yang ke tiganya setan" jawab Adam.
"Ya udah. Kita pamit ya. Assalamualaikum" pamit kedua nya lalu mencium tangan papa dan mamah Adam.
"Abang pamit dulu ya Nis. Putri sayang, Abi pulang duluan ya" ucap Adam.
"Iya Abi. Putri nanti pulangnya sama ka Anisa aja ya" ucap Putri.
"Iya sayang"
Adam dan Nabila sudah masuk kedalam mobil, mereka duduk di kursi belakang.
"Rumah mba Nabila dimana ya? Kata tuan suruh nganterin sampe rumah mba Nabila" ucap Tarjo sopan.
"Ke rumah saya aja pa. Nabila mau ambil Laptopnya dulu" jawab Adam.
"Oh iya. Biar saya tunggu di luar Nanti saya anterin ke rumah mba Nabila" ucap Tarjo.
"Ga usah pak. Rumah saya deket ko sama rumah Adam. Biar Adam aja nanti yang anterin saya" ucap Nabila. Pak Tarjo pun mengangguk.
***
Bersambung
__ADS_1