
"Kamu kalo lagi cemburu gini bikin gemes tau Bil. Kaya ngebuktiin kalo kamu itu Cinta banget sama saya, saya seneng banget" goda Adam kembali. Lagi-lagi Nabila salah tinggah dibuatnya.
"Ihh PD banget sih" komentar Nabila.
"Jangan marah ya sayang" Adam mengelus tangan Nabila lembut.
"Apaan sih Dam, geli tau gak dengernya" ujar Nabila dengan pipi yang sudah memerah, untung saja tertutupi bedak dan blush-on.
"Kita berangkat sekarang ya" ucap Adam sedikit tertawa.
"Iya lah sekarang, masa besok" jawab Nabila tak sabar.
"Tuh marah lagi" ejek Adam.
"Ih Adam, ini mau berangkat gak sih" ucap Nabila mulai gemas.
Sesampainya direstoran mereka masuk dan ternyata sudah banyak orang yang datang.
"Wah, Dam. Ini ada acara apaan? Desain nya romantis banget" Gumam Nabila, ia menggenggam erat tangan Adam sambil melirik-lirik meja yang diatasnya terdapat lilin dan bunga mawar berkesan romantis.
"Acara lamaran" jawab Adam santai. Nabila berdecak kagum pada pemilik acara ini. Menyewa restoran Adam, mendesainnya, tamu yang lumayan banyak, dan pemain biola di atas panggung. Nabila sampai membuka sedikit mulutnya kagum, ini benar-benar romantis.
"Eh?" Pekik Nabila saat tangannya ditarik Adam agar berbelok.
"Saya kenalin kamu ke temen-temen kuliah saya yang dulu ya" mereka menghampiri meja yang sudah dipenuhi 2 wanita dan 4 laki-laki.
"Hey Adam. Sini-sini" panggil seorang wanita di meja itu. Adam menjawab dengan senyuman lalu duduk di bangku kosong bersama Nabila.
"Semuanya, kenalin ini Nabila. Istri saya" Nabila tersenyum kepada semuanya saat Adam memperkenalkan nya.
"Ckckck, bidadari surga Dam. Pantes lo langsung nikahin Dam" ucap Ridwan.
"Istri? Bukannya acara ini.." perkataan Rafi terputus saat mendapat tatapan tajam dari Adam.
"Makannya grup itu dibaca, biar tau informasi" ejek laki-laki disebelah Adam.
"Oke. Sorry, kalian tau kan gue sibuk, jadi gak sempet cek grup. Untung Opik nyamper ke kantor tadi" jawabnya gugup.
"Sibuk apaan?" Tanya wanita yang sedari tadi diam.
"Sibuk cari jodoh" jawabnya.
"Loh? Bukannya kamu udah nikah sama Jihan ya Fi?" Tanya Adam penasaran, karna 3 tahun yang lalu ia menghadiri acara pernikahan Rafi dan Jihan.
"Ck, makannya cek grup Dam" ejek Rafi seakan balas dendam.
"Rafi udah cerai Dam. 2 tahun yang lalu" celetuk Sandi. Nabila yang sedari tadi hanya diam bingung harus berkata apa. Pandangannya seakan terkunci pada sekumpulan kelompok yang baru masuk kedalam restoran dan duduk di meja yang berisi 8 kursi. Senyumnya mengembang. 'Kaya nya gak akan boring deh kalo kesana' batin Nabila.
"Dam. Aku mau kemeja sana ya, ada temen-temen aku waktu SMA dulu" bisik Nabila semangat. Adam mengangguk memberi ijin pada Nabila.
"Aku permisi kesana dulu ya" pamit Nabila pada teman-teman Adam.
__ADS_1
"Eh, mau kemana? Disini aja"
"Nanti kesini lagi. Mau ke temen-temen dulu" jawab Nabila.
Nabila berdiri dan melangkahkan kakinya menuju meja teman-temannya. 'Jangan-jangan salah satu temen SMAnya yang bikin acara lamarannya disini' batin nya.
"Hay semua" pekik Nabila senang, lalu duduk dikursi yang masih kosong.
"Hey Bil" sapa semuanya.
"Ini lagi mau ada lamaran siapa sih? Kok banyak alumni SMA?" tanya Nabila bingung.
"Lamaran sahabat kita" jawab Rendi.
"Siapa?" tanya nya lagi. Nabila semakin penasaran dengan pemilik acara ini.
"Liat aja nanti" jawab Rendi santai.
"Ihh ngeselin, istri sama anak lo mana?"
"Anak-anak gak dibawa, takut rewel. Sheila lagi ke toilet dulu"
"Hey, sorry ya gue telat" ujar seorang wanita dibelakang Nabila.
"Siska, sama siapa tuh?" goda Rendi, Nabila menengokkan kepalanya agar bisa melihat sosok Siska.
"Calon bapak dari anak-anak gue lah" jawabnya bahagia. Membuat semua yang sedang berkumpul menatap malas.
"Namanya siapa" tanya Nabila pada laki-laki disamping Siska, tubuh tinggi dan rapi.
"Malik" ucapnya memperkenalkan diri.
"Eh gue duduk dimana nih?" lanjut Siska.
"Meja sebelah aja, masih banyak kok alumni SMA yang belum dateng" ujar Mia sambil menunjuk meja bulat yang lumayan besar untuk 6 orang.
"Ah gue tau siapa yang lamaran" ujar Nabila.
"Siapa?" tanya Selvia.
"Karin!"
"Karin udah nikah Bila" jawab Rendi sabar.
"Oh udah ya? Terus siapa dong, kan di alumni yang belum nikah cuma Siska"
"Lo kan belum nikah" ujar Mia.
"Siapa bilang? Udah dong, tuh suami gue yang paling ganteng" Nabila menunjuk Adam yang tengah berbincang-bincang dengan seorang wanita.
"Beneran yang itu? Itu kan lagi sama pacarnya" ujar Mia.
__ADS_1
"Iya Bil, itu lagi ngobrol sama cewe nya tuh" tambah Selvia.
"Ih itu temennya. Ren bantuin gue, itu suami gue kan" Rendi hanya mengangkat bahunya sambil terkikik geli. Membuat Nabila mendengus kesal. Lalu berdiri.
"Oke kalo gak percaya, gue bawa suami gue kesini ya" Baru dua langkah Nabila pergi, seseorang menepuk bahunya, sontak membuat Nabila menengok kebelakang.
"Harry? Lo kesini juga sama Mikha" pekik Nabila senang.
"Iya nih, besok kan mau pulang" ujar Mikha.
"Eh Bil. Adam gimana waktu itu? Sorry ya gue gak bantu lo" ucap Harry benar-benar menyesal.
"Ahh santai aja Her, udah gue jelasin kok. Awalnya sih emang marah, tapi Adam orangnya sabar banget, dia mau dengerin penjelasan gue waktu..." ucapan Nabila terhenti saat sebuah tangan merangkul pinggang.
"Bil" sapa Adam begitu dekat.
°°°°
"Keluarga lo mana Dam?"
"Baru nyampe diparkiran" jawab Adam.
"Eh Dam. Istri lo lagi ngobrol sama siapa tuh?" Ujar Ridwan membuat semuanya mengarahkan pandangan pada dua orang yang tengah asik mengobrol. Nabila, Harry dan Mikha yang hanya diam.
"Bentar yaa, saya kesana dulu" Ujar Adam sambil berdiri dari duduk nya dan melangkah mendekati Nabila.
"Bil" panggil Adam sambil merangkul pinggang Nabila mesra.
"Eh Dam" jawab Nabila gugup.
"Kita ke parkiran yuk, keluarga kita udah ada di parkiran" ajak Adam agar Nabila tidak terlalu dekat dengan Harry, hatinya selalu panas jika ada yang berdekatan dengan Nabila.
"Oke. Her, Mik gue duluan ya" pamit Nabila saat tangan Adam sudah menggenggam tanganya.
"Permisi" ujar Adam sambil menarik tangan Nabila lembut.
"Kamu marah?" Bisik Nabila. Adam menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Engga, saya percaya sama kamu. Sekarang kita samperin keluarga kita dulu ya" ajak Adam lembut.
°°°
Tadinya bab 85 mau tamat, tapi karena aku sayang kalian, kita pas in aja sampe bab 100 ya wkwk. Sampe Nabila dan Adam punya anak.
Nih aku kasih deh pict Nabila sama Adam. Cuma menurut kalian pict Adam cocok gak sih?
Nabila
__ADS_1
Adam