Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
18


__ADS_3

Happy Reading



"Takut?" Adam mengkerutkan keningnya.


"Iya takut Mamah kamu marah Dam"


"Marah kenapa?"


"Ihh dasar lemot. Kita kan nikah paksa, di gerebek lagi!. Nanti pas kamu kasih tau mamah papa kamu, bisa-bisa Aku di marahin"


"Tau dari mana dimarahin?" tanya Adam santai.


"Ihh, Firasat aku Dam. Mana ada sih orang tua yang mau anaknya kawin paksa"


"Urusan itu gimana nanti aja, yang penting kita udah jujur"


"Tapi kan kita bakalan cerai nanti nya Dam" Adam terdiam. Hanya beberapa kata yang di keluarkan Nabila, tapi rasanya sangat pedih dan sesak.


"Udah cepetan mandi. Itu biar urusan saya Bil, saya mau ke warung dulu ya. Mau nitip?"


"Roti coklat deh satu"


"Oke. Pembalutnya engga?"


"Eh? Emm itu. Ga usah, ada di koper"


"Ohh"


Adam keluar dari kamarnya sedangkan Nabila segera membuka isi koper, mengambil handuk putih kesayangan nya.


'Ko Adam tau banget tentang perempuan sih?'


Selesai mandi Nabila mengambil pakaiannya di dalam koper. Pilihan nya tertuju pada dres biru muda selutut. Di pakai nya dress itu lalu memulai make up.


"Assalamualaikum, Nabila boleh saya tanya sesuatu?" tanya Adam tiba-tiba masuk kedalam kamar membawa keresek hitam. Nabila yang sedang mencatok rambut nya tersentak kaget.


"Nanya apa? Bikin kaget orang aja"


"Saya pantes pake baju apa buat pesta Putri" tanya Adam. Sebenarnya Adam tidak pernah mempermasalahkan penampilan, hanya saja saat tadi ke warung Adam bertemu Abi.


Flashback


"Assalamualaikum Abi" salam Adam.


"Waalaikumsalam Dam. Mau beli apa?"


"Mau beli sabun dan odol Bi, sekalian beli roti buat Nabila"


"Kenapa ga Nabila aja yang di suruh Dam? Kamu kan suaminya"


"Nabila lagi mandi Bi, soalnya sebentar lagi mau kerumah mamah. Putri ulangtahun"


"Oh ya? Maaf Abi ga tau Dam. Besok ajak Putri ke masjid, biar Abi bawain kado"


"Ah tidak usah Bi, doa saja sudah cukup"


"Oh iya, gimana Nabila?"


"Nabila, sehat Bi"


"Bukan itu. Apa Nabila menjadi istri yang baik buat kamu? Memasakan makanan, menyiapkan baju"


"Kalo itu belum Bi, nanti saya ajarin dia masak"

__ADS_1


"Loh emang Nabila ga bisa masak ya?"


"Nanti juga bisa Bi"


"Ya udah, ini amanah dari Abi ya Dam. Pulang dari warung ini kamu minta Nabila yang siapin baju buat kamu. Kamu pura-pura nanya aja baju mana yang cocok buat ke pesta Putri"


"Iya Bi. Saya akan melaksanakan amanat Abi" Adam sedikit tertawa di ikuti Abi.


"Nah gitu baru bagus"


Flashback off.


Nabila berfikir sejenak.


"Hmm kaya nya pake jas aja deh Dam. Keren tauu"


"Jas yang mana?"


"Tunggu, biar aku yang pilihin" Nabila mencabut kabel catokan lalu berjalan kearah lemari. Di bukanya lemari dan mulai mencari.


"Tapi Dam, kaya nya kemeja lebih bagus deh. Kalo jas kaya mau kerja di kantor" Adam mengangguk dan menyimpan keresek itu di atas meja lalu mendekati Nabila.


"Terserah kamu aja. Saya ikut"


"Ikut kemana?" canda Nabila.


"Ke surga" jawab Adam datar. Nabila mendengus kesal.


"Emangnya kita mau meninggal?"


"Emang kamu ga mau ke surga?" tanya Adam balik.


"Ya mau lah" jawab Nabila.


"Nih kaya nya cocok" Nabila mengeluarkan kemeja hitam dan dasi merah.


"Supir? Bukannya pake mobil aku ya?"


"Mamah nyuruhnya gitu Bil" Adam mengambil kemeja itu lalu masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Nabila mengangguk.


*


Mobil jemputan sudah datang Adam dan Nabila pun keluar dari rumah.


"Maaf saya telat Mas Adam" ucap supir itu saat melihat Adam sudah mendekati mobil.


"Iya ga apa-apa pak jo. Kenalin ini Nabila"


"Pagi mba, kenalin saya Tarjo" Tarjo mengulurkan tangan nya dan di sambut oleh Nabila.


"Nabila"


"Ya udah, sekarang aja ya berangkatnya" ucap Adam. Mereka masuk kedalam mobil. Adam dan Nabila duduk di belakang.


Sesampainya di halaman rumah besar dengan warna putih mereka turun.


"Ini rumah lo?" tanya Nabila tak percaya.


"Bukan. Ini rumah mamah papa Bil. Yuk masuk" Nabila mengangguk mengikuti langkah Adam.


"Kenapa lo, eh kamu ga tinggal di rumah ini aja?"


"Yang di sana itu rumah lama keluarga Bil. Tadinya juga saya juga tinggal disini, tapi pindah kesana soalnya mau ngurus Putri" jawab Adam.' Putri? Ada apa sih sama Putri?' gumam Nabila penasaran.


"Assalamualaikum" salam Adam saat masuk kedalam ruang keluarga yang sudah di hias dengan perlengkapan pesta ulang tahun.

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab sepasang suami istri. Adam dan Nabila duduk di sofa putih sebelah Mamah dan Papa Adam.


"Adam, kemaren Anisa bilang ke Mamah kamu mau dateng kesini minggu depan? Lupa sama ulang tahun Putri?" ucap Mamah Adam dengan wajah pura-pura marah. Wanita berumur 58 tahun itu tampak masih cantik dan awet muda, wajah bulenya yang sangat asli menambah kecantikan nya. Nabila fikir mamah papa Adam seperti umi dan abi Risti, namun sangat beda kenyataan nya. Mamah nya tidak menggunakan hijab, papanya menggunakan kaos santai, Anisa yang selalu lepas pasang kerudung. Hanya Adam yang tampaknya soleh sendiri.


"Hehe maaf Mah. Adam lupa, yang penting kan sekarang Adam kesini kan"


"Iyah deh Mamah maafin-in. Siapa nih yang kamu bawa? Ciee, udah Move on nih ceritanya?" goda Mamah nya.


"Oh iyah Mah Pah, kenalin ini Nabila. Maaf kalo nanti nya mamah kecewa, cuma Adam mau jujur sama semuanya"


"Emang ada apa Dam?" tanya Papa Adam.


"Sebenernya Adam sama Nabila udah.."


"Abii" teriak anak perempuan Berumur 3 tahun di tangga bersama dengan Anisa yang mengenakan dress putih hitam dan di ikuti Pria tampan namun sangat dingin di belakang nya. Saat semua sudah berkumpul Putri ingin memperlihatkan sepeda barunya pada Adam. Adam pun mengikuti langkah Putri.


Saat Adam dan Putri sudah tidak ada di sana Mamah Adam mulai bertanya-tanya.


"Maksud Adam tadi apa ya Nabila?"


"Emm, maksudnya aku sama Adam baru aja pacaran tante" Anisa mengerutkan kening nya bingung. 'Bukanya mereka udah nikah?' pikir nya. Saat Anisa ingin berbicara, Anisa ingat perkataan Adam semalam. 'Kamu jangan bilang Mamah papa dulu de, biar Abang sendiri yang kasih tau' mungkin Adam ingin merahasiakan status mereka dulu. Akhirnya Anisa memutuskan untuk diam.


"Ohh. Adam sekarang jadi lebay ya. Bilang pacaran aja  minta maaf segala, padahal waktu dulu pas pacaran sama Natasya aja dia suka pegangan tangan depan keluarga"


"Natasya? Mamah nya Putri ya?" tanya Nabila. Mamah, Papa, Anisa, dan Safiq terdiam sesaat.


"Haha, emang Adam bilang ke kamu Putri itu anaknya ya?"


"Iya, soalnya Putri juga manggil Adam Abi tante"


"Pantes dia jomblo terus ya pah. Putri itu bukan anaknya Adam Bil, kalo Natasya. Natasya itu mantannya Adam. Katanya mau 4 tahun kuliah di rusia, tau-taunya malah ga pulang-pulang. Kasian kan?" cerocos mamah Adam.


"Emang Abang belum kasih tau kakak?" tanya Anisa. 'Ck, biasanya juga ga panggil kakak nih anak' gerutu Nabila dalam hati.


"Belum, emang Putri anak siapa?"


"Apa penting nya Putri buat kamu?" tanya Safiq ketus. Nabila langsung bungkam.


"Safiq! Ga boleh gitu sama pacar Adam. Nanti Adam marah" ujar mamah Adam.


"Baru pacar kan mah. Belum jadi istri ini" jawab Safiq benar-benar dingin dan ketus.


"Biar Safiq yang jawab ya Nabila" ujar Papa Adam.


"Tuh bang jawab!" kata Anisa.


"Putri? Dia anak pelacur"


"Eh?" Nabila terkejut bukan main.


"Ck, abang kebiasaan deh. Bukan ka, jangan di dengerin bang Safiq mah"


"Iyah, jangan didengerin Safiq tuh Bil" sahut Mamah Adam.


Adam datang menggendong Putri yang sedang bahagia.


"Kok masih sepi sih Mah?" tanya Adam.


"Ya iya lah Dam. 1 jam lagi baru mulai, kue nya aja belum nyampe ke rumah"


"Wahh, masih lama dong" jawabnya.


"Iya udah, kamu ajak jalan-jalan pacar kamu dulu. Kasian pacar kamu kalo cuma duduk doang" ucap Mamah nya. Adam menyerngit bingung.


"Pacar?"

__ADS_1


Komen yang Cerewet yaa..😍


Inget, VOTE 😂


__ADS_2