
"Bil, bangun" Adam mengelus pipi Nabila lembut, pelan-pelan Nabila membuka matanya.
"Udah nyampe?" tanya Nabila yang masih mengantuk.
"Udah, yuk turun" ajak Adam. Nabila mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menghilangkan kantuknya. Yang ia lihat pertama kali adalah rumah besar yang hampir semuanya berwarna putih.
"Ini rumah siapa Dam?" Tanya Nabila bingung.
"Rumah kita" ujar Adam sambil membuka pintu mobil dan keluar terlebih dahulu meninggalkan Nabila yang masih bingung dengan kata 'Rumah kita'.
'klek'
"Ayo Bil, turun" ujar Adam sambil membuka pintu mobil sebelah Nabila.
"Iya Dam. Bantuin" Nabila menggenggam bawah gaun nya untuk mempermudah dirinya turun dari mobil, sedangkan Adam mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Nabila.
"Beneran ih ini rumah siapa? Kenapa ada mobil mamah papa kita, mobil Abi nya Risti, tuh mobilnya Bang Safiq juga ada" ujar Nabila saat Adam menutup pintu mobil.
"Makannya kalo penasaran masuk aja dulu. Mau digendong?" Canda Adam.
"Mau. Tapi kan malu" jawab Nabila malu-malu.
"Ya udah jangan. Yuk" Adam menggenggam tangan Nabila dan mulai berjalan.
"Assalamualaikum" salam Adam saat sudah masuk kedalam rumah. Semua orang yang sedang duduk di ruangan langsung menoleh.
"Waalaikumsalam, Sini dong pemilik rumahnya" ujar Tante Mira sambil menepuk sofa yang masih kosong. Adam mengangguk.
"Yuk Bil"
"Semua kado dari tamu udah mamah simpen di kamar ya. Make up juga udah mamah susun di meja rias, tapi baju kalian belum sempet mamah beresin ke lemari" ucap Mamah Adam saat mereka sudah duduk bergabung.
"Aduh mah makasih, jadi ngerepotin" ujar Nabila.
"Oh iya, ini kado dari Risti kak. Maaf ya telat, lupa ngasihin" Risti mengeluarkan kotak kecil dari tas nya lalu memberikannya pada Nabila.
"Asikkk. Makasih ya Ris" ujar Nabila.
"Bang Safiq belum ngasih kado" lanjut Nabila menatap Safiq, sedikit menyindir.
"Kenapa gak minta pas di resepsi? Kirain gak butuh kado dari Abang" ujar Safiq.
"Tasya gak ikut Bang?" Tanya Adam.
"Tasya langsung pulang tadi sama keluarga nya. Tapi kadonya disatuin sama kado Abang. Kita berdua patungan" ujar Safiq.
__ADS_1
"Ihh abang malu-malu in, kado aja patungan. Harusnya cowo yang bayar" pekik Anissa.
"Makannya dengerin dulu sampe tamat de, biar jelas. Jadi kita patungan nya gini, Tasya yang ngasih ide abang yang bayar kadonya"
"Alesan" ejek Anissa.
"Ribet amat, emang ngado apa sih Bang?" tanya Nabila. Safiq memgambil sesuatu disaku jas dalam nya.
"Nih" ujar Safiq sambil memberikan dua kertas.
"Wahh" pekik Nabila saat mengetahui kertas itu sebuah tiket lalu mengambilnya.
"Itu tiket buat bulan madu kalian dua hari lagi" ujar Safiq.
"Wih ke Bali. Eh, tunggu" ucap Nabila seakan teringat sesuatu.
"Tentang rumah ini. Aku masih belum ngerti" lanjut Nabila.
"Ini rumah kita Bil" jawab Adam sabar.
"Gak terlalu gede?"
"Ya engga lah, kan nanti kalian punya anak banyak. Ya Dam?" tanya mamah Adam.
"Iya mah. Sebelas" jawab Adam semangat.
"Tunggu. Ini rumah kita, dari siapa?" lanjut Nabila masih belum mengerti.
"Dam jelasin" sahut Papa Adam.
"Rumah ini hadiah pernikahan kita dari saya Bil. Awalnya saya bikin rumah ini buat modal awal nikah, ya saya pikir siapa sih yang mau dinikahin saya kalo rumah saya kecil. Tapi, ternyata ada seorang perempuan yang tulus dinikahi saya, perempuan itu mau tinggal dirumah saya yang dulu, dia gak pernah ngeluh walau rumah itu kecil, kamar cuma dua, rumah tanpa tingkat jauh dari kata mewah. Dan yang paling saya kagum dia gak pernah ngeluh saat dia belum tau apa-apa tentang saya. Yang dia tau waktu pertama ketemu saya itu mungkin saya itu cuma laki-laki biasa yang gak punya kendaraan, gak punya pekerjaan dan rumah kecil. Sikap nya kaya anak kecil yang selalu have fun, permintaannya selalu simple namun bisa membuat hatinya senang. Belajar ngaji, cerita sebelum tidur, dan digendong kekamar mandi setiap bangun tidur" ucap Adam tulus sambil menatap Nabila.
"Adam, malu ihh" cicit Nabila dengan muka yang memerah, ingin rasanya Nabila kabur saat ini juga.
"Uhh so sweet" ujar semuanya.
"Anak mamah manja banget ya ke suaminya" goda mamah Nabila.
"Ihh mamah, aku malu" ujar Nabila.
"Eh iya Bil, kamu mau istirahat kan? Duluan aja kekamar" ujar Adam.
"Iya nih, aku mau kekamar dulu, masih ngantuk" jawab Nabila sambil pamit pada semuanya.
" Waktu mamah abis resepsi sama papa dulu tuh degdegan Bil kalo kekamar, soalnya mau malam pertama. Lah kamu malah semangat ke kamar" ujar mamah Nabila membuat semuanya tertawa.
__ADS_1
"Ihh mamah ngomong apaan sih? Malu-malu in ihh, aku ngantuk mah, kaki pegel-pegel. Aku sama Adam kan udah lama nikah mah, jadi gak degdegan" bela Nabila.
"Ya udah Bil, kamu istirahat ya. Berendem sama air anget biar pegelnya ilang" saran mamah Adam sambil mengelus rambut Putri yang sempat terbangun dari tidurnya.
"Iya mah. Semuanya, aku duluan ya" pamit Nabila sambil berdiri.
"Emang tau kamarnya dimana?" Tanya Anisa membuat Nabila tersenyum garing.
"Dimana?" tanya Nabila.
"Di atas Bil, yang ada gantungan dipintunya" jawab Adam. Nabila mengangguk mengerti.
"Oke Dam. Makasih" jawab Nabila.
"Risti anterin ya kak" ujar Risti semangat sambil berdiri.
"Wahh boleh. Yuk" jawab Nabila tak kalah semangat. Mereka berdua berjalan menaiki tangga.
"Dam, mamah papa duluan pulang ya. Cape nih" ujar mamah Adam saat Nabila dan Risti sudah tak ada.
"Abang juga pulang duluan ya Dam, kasian Putri" tambah Safiq.
"Kenapa buru-buru Mah, Gak akan nginep disini?" tawar Adam.
"Ah gak usah, semuanya saya pamit duluan ya. Dam, mamah nunggu cucu dari kamu loh" goda mamah Adam. Adam terlihat jengah dengan perkataan mamahnya.
"Adam anterin sampe depan ya Mah" ujar Adam mengalihkan pembicaraan.
"Gak usah Dam. Assalamualaikum" ujar Papa Adam sambil berdiri diikuti Mamah Adam, Safiq, dan Anisa.
"Waalaikumsalam. Kita juga bentar lagi pulang, nunggu Risti" ujar Mamah Nabila.
"Itu Risti udah turun, kita juga pamit pulang aja Nak Adam. Abi tau kalian butuh istirahat" ucap Abi.
"Makasih ya Bi" ucap Adam.
"Dam, makasih banyak ya udah bikin Nabila bahagia terus, mamah bener-bener bersyukur Nabila punya suami kayak kamu"
"Alhamdulillah mah, udah tugas Adam selalu membahagiakan Nabila, Adam juga bahagia sekaligus bersyukur bisa punya istri kayak Nabila mah" ucap Adam tulus, ia benar-benar bersyukur dengan semua yang telah ia lalui, bersyukur dengan ramadhan tahun ini.
"Kita semua pamit ya Dam" ucap papa Nabila.
Adam salam kepada semuanya lalu terakhir Risti memberi salam kepada Adam.
"Adam anter sampai depan"
__ADS_1
"Udah gak usah, ke kamar aja temenin Nabila. Abi tau kalian capek, tapi jangan lupa sholat Isya dulu ya. Adam mengangguk dengan pasti.