
"Jadi kurang suka aja sih. Tapi ke Nabilla tetep suka kok. Lagian lo aneh banget sih. Bocah kelas 3 SMA lo cemburuin" ucap Harry di iringi tawanya.
"Yeee. Siapa juga yang cemburu" Nabilla memajukan bibir bawahnya cemberut.
"Udah, ga usah cemberut dong. Nih sekarang kita udah nyampe"
Mereka berdua turun dan begitu masuk kedalam Bar suara kencang menyambut mereka. Bau asap rokok sangat menyengat. Ruangan redup namun bercahaya seperti kilat ini dipenuhi banyak remaja. Saat DJ berwajah amerika-indonesia yang umurnya sekitar 20 tahun memainkan musik, disko pun dimulai. Para wanita bersorak girang sambil mulai menari-nari di dance floor.
___
Suara musik DJ semakin kencang.
"Gue mau pesen minum dulu" teriak Nabilla. Harry mengangguk namun tetap mengikutinya.
"Gue mau ke toilet dulu. Lo jangan kebanyak minum, entar gue yang ribet" teriak Harry di sebelah Nabilla agar Nabilla bisa mendengarnya.
"Oke. Gue cuma minum beberapa gelas ko, ga akan nyampe mabok" Teriak Nabilla.
Harry berjalan toilet yang berada di ujung lorong dengan santai setelah selesai buang air kecil ia pun keluar dan berjalan menuju tempat Nabilla sedang duduk tadi.
"Hai Bro! Sama siapa?" sapa seorang pria berumur 25 tahun yang berwajah tampan khas asli Indonesia menghentikan langkahnya. Di liriknya Nabilla yang masih duduk ditempatnya sambil meminum cairan alkohol berwarna putih lalu menatap pria di depannya sambil tersenyum.
"Hai Bro! Biasa, kesini sama temen gue. Lo apa kabar? Udah 2 tahun ga ketemu sama lo"
"So so-an nanyain kabar lo! Biasa chat di Line juga"
"Haha, basa-basi dikit lah Dim. Itu Dj baru baru ya?" Harry menunjuk DJ berkaos putih yang sedang memainkan musik Dj di atas sana.
"Yoi. Baru 2 bulan disini. Menang tampang doang dia mah jadi banyak Fans cewe nya"
"Lah. Bilang aja lo sirik"
"Haha"
"Oh ia. Lo liat bapa-bapa itu" lanjut Dimas sambil menunjuk seorang pria dewasa yang sedang merokok sambil menatap tubuh para wanita di depan sana yang sedang menari.
"Kenapa dia?" tanya Harry mulai penasaran.
__ADS_1
"Dia tuh semacam Bos cewe-cewe panggilan"
"Gila! Kenapa lo kasih tau ke gue"
"Ya kali aja lo minat. Terus itu tuh, bapa-bapa yang pake jas malah...."
Tanpa terasa mereka mengobrol cukul lama. Waktu menunjukan jam 2, Harry mencari sosok Nabilla yang sudah tidak ada di tempat tadi.
"Dim gue nyari temen gue dulu ya"
"Oke, gue tunggu di sini deh. Jangan lupa kenalin ke gue ya "
"Haha oke gue ga akan lupa"
Setelah beberapa menit Harry menemukan Nabila yang sedang menari riang di antara kerumunan banyak orang yang sama hal dengan Nabilla. Harry menarik tangan Nabilla membuat Wanita itu sedikit kesal.
"Gue kenalin lo ke temen gue dulu ya" teriak Harry berusaha mengalahkan suara musik sekaligus suara bising di sekeliling mereka.
"Oke. Tapi udah ini gue mau minum lagi ya" teriak Nabila yang tidak di hiraukan Harry.
"Dim. Nih temen gue. Nabila"
Dimas menyimpan gelas yang ada di tangan nya ke atas meja.
Selang beberapa menit Ponsel Harry bergetar manampil kan sebuah nama 'Kaka Lampir'. Ia melihat jam menunjukan waktu jam 04.13. Ngapain subuh-subuh gini nelfon?
"Gue keluar dulu ya bentar. Kakak gue nelfon" pamit Harry. Setelah mendapat anggukan dari kedua teman Harry keluar dari ruangan redup itu.
"Hallo ka?"
"Dimana?"
"Di Bandung"
"Ngapain?"
"Ya ngapain lagi, kerja. Modelnya di Bandung"
"Ohh. Lo ga usah ke jakarta pulang nya. Tadi malem gue disuruh kerumah Ayah. Jam setengah 6 lo harus udah disini ya. Kita pergi ke Makasar, ayah udah beli 3 tiket"
__ADS_1
"Emang ada apa sih? Gue ga ikut ah!"
"Lo harus ikut. Ini juga ada kaitannya sama lo, masalah yang lumayan besar lah. Jadi ga usah ada alesan!"
"Lo pikir dari sini ke Cicalengka deket apa? Lagian ini masih subuh. Gue ngantuk"
"What ever! Lo mau ngibulin gue apa hah! Gue tau lo lagi di Diskotik"
Harry menghembuskan nafas nya kelas.
"Ya udah gue ke..." "tut" ucapan nya terhenti karna orang disebrang sana sudah mematikan telefon nya. "Kebiasaan ni orang. Ga sopan banget!"
Harry kembali masuk kedalam Bar dan melihat Dimas menghampiri nya.
"Kenapa?"
"Dia mabok"
"What? Minum berapa gelas dia?"
"4 gelas. Minuman punya lo juga dia minum"
"Kenapa lo ga cegah dia? Gw harus ke Cicalengka sekarang. Ga mungkin kan bawa dia pulang dalam keadaan mabok gitu!" Harry berjalan mendekati Nabila yang masih tetap minum walau pun sedikit. Harry merebut gelas di tangan Nabila.
"Hey sayang! Lama banget sih" suara Nabila pelan khas orang mabuk. Di rangkulnya tubuh Nabila dan memindahkan lengan kanan Nabila di bahunya.
"Gue udah nahan dia dari tadi, tapi dia tetep aja minum" ucap Dimas membantu Harry. Lengan kiri Nabila ia simpan di bahunya. Sementara Nabila tetap meracau tidak jelas.
"It's oke. Bukan salah lo ko Dim"
Sesampainya di mobil Harry. Mereka memasukan tubuh Nabila di kursi depan sebelah kursi supir .
"Thank's ya. Bantuin gue"
"Your'e Welcome. Sorry banget ya sekali lagi" Dimas merasa bersalah.
"Udah gue bilangin. Ini bukan salah lo bro" Dimas tersenyum lalu pamit masuk kembali pada Harry.
Setelah Dimas masuk ke Bar kembali Harry pun masuk ke dalam mobilnya.
---
Ditengah perjalanan pulang menuju rumah Risti. Harry mulai bingung.
__ADS_1
'Gue bawa balik kemana ya Nabila? Ke Jakarta? Kejauhan, lagian gue juga ga akan ke Jakarta, nanti gimana Nabila pulangnya. Ke rumah Risti? Bisa abis gue di marahin, bawa pulang anak orang dalam keadaan mabok. Tinggalin di Hotel? Wah lo gila Her. Di kira nya lo nidurin anak orang terus ninggalin gitu aja. Terus harus kemana?' Harry frustasi. Di liriknya Nabila yang bergumam tak jelas di sebelahnya dan terlelap mungkin lelah. Ngapain sih lo pake mabok segala Bil? Gue kan udah ngingetin jangan minum banyak-banyak. Lo tuh ga peka banget sih, gue perhatian sama lo terus itu karna gue sayang sama lo!. Tiba-tiba ia teringat seseorang. 'Dia pasti udah bangun jam segini' gumam Harry dan melajukan mobilnya ketempat yang ia tuju.