Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
Extra Part


__ADS_3

GUYS, NOVEL BARU UDAH ADA YA.. KALIAN BISA LANGSUNG BACA -Love You OM-


Upload setiap hari!


Dan satu lagi, karena cerita ini cuma sisa Extra part, author mau banyakin cerita tentang motivasi dan tentang cerita islam juga ya, jadi gak akan ada konflik/orang ketiga dihubungan Adam Nabila🤭


°°°


...Happy Reading...


.....Extra part- 5.....


Nabila tersenyum saat merasakan ada yang memeluknya dari belakang.


"Masak apa mi?" tanya Adam lembut.


"Masak sayur bi, jam 4 kan Ayra pulang" jawab Nabila sambil mengocek kembali sup diatas kompor.


"Masih lama mi, beres masak sayur kita bikin sesuatu yuk" ajak Adam, Nabila menautkan alisnya penasaran.


"Bikin apa bi?"


"Bikin adik buat Ayra" bisik Adam membuat Nabila langsung berbalik dan memukul tangan Adam pelan.


"Abi! Di ajarin siapa ngomong kayak gitu" Protes Nabila dengan wajah merah. Adam tak bisa menahan tawanya, ia tertawa lepas membuat Nabila semakin gemas pada Adam.


"Maaf mi maaf" ucap Adam disela-sela tertawanya.


"Kita bikin pempek yuk, abi punya resep cuko yang enak" lanjut Adam saat tawanya sudah reda.


"Bikin pempeknya bisa?" tanya Nabila. Adam menaruh tangannya diatas kepala Nabila.


"Makannya abi ngajakin juga, berarti abi udah tau umi sayang" jawab Adam lembut.


"Ini menu baru di restoran abi, baru mau ada sih, kemaren test food enak, abi minta resepnya" Nabila tersenyum.


"Ayo bi, abi siapin dulu bahan-bahannya, umi mau beresin dulu masak sayur" ucap Nabila semangat.


"Kita gak punya telur asin ya mi?" tanya Adam sambil mencari dibeberapa tempat.


"Gak punya bi, emang pernah beli?" Nabila mematikan kompor dan mendekati Adam.


"Kan kemaren kita bikin rawon mi, bukannya ada 1 lagi"


"Ya udah bi, umi titip beliin telornya dulu ke bibi ya, abi siapin bahan yang lainnya" pamit Nabila.


"Emang bibi dimana mi?" tanya Adam.


"Lagi beresin kamar Ayra" jawab Nabila lalu menghilang dari dapur.


°°°


Sementara dirumah Safiq,

__ADS_1


"Sayang, tadi disekolah gimana?" tanya Safiq mengelus rambut Putri.


"Rame pah" jawab Putri.


"Putri pinter loh sayang, waktu ditanya tentang 25 Nabi, Putri langsung angkat tangannya" ucap Natasya tersenyum.


"Wah pinternya anak papa" puji Safiq.


"Abi suka nyanyiin tentang nama-nama 25 nabi, Asmaul Husna, nama malaikat, jadi Putri hafal pah" Putri tersenyum bangga.


"Ya udah nanti sore kita ikut ya sama oma ke rumah abi, nanti bilang ke abi kalo Putri bisa jawab pertanyaan guru, pasti abi seneng" Putri berseru senang akan bertemu dengan umi dan abinya.


"Sayang, dede cantik mana? kata mamah ada disini" tanya Safiq mencium kening Natasya.


"Dikamar mamah sayang, baru beres ngemandiin Ayra"


"Ya udah aku kesana dulu ya" Pamit Safiq yang langsung berlari ke kamar mamah, ia tak sabar melihat keponakan nya yang satu ini.


"Mah, kenapa?" tanya Safiq saat melihat mamahnya sibuk menenangkan Ayra.


"Gak tau, rewel banget pangen ke umi nya, di kasih makanan gak mau, di kasih susu ga mau" Ayra terus menangis dan meronta ingin turun dari pangkuan neneknya.


"Nanti opa pulang bawa mainan buat Ayra, udah jangan nangis ya sayang" bujuk mamah Adam.


"Uuu..mi" ucap Ayra sambil sesenggukan. Safiq membuka tas kerjanya dan mengeluarkan boneka Barbie kecil.


"Tadaa, om beliin Ayra barbie" Safiq menggoyang-goyangan boneka tersebut membuat Ayra diam sejenak dan kembali menangis.


"Kayaknya emang harus dibawa ke rumah Adam lagi Fiq, anter mamah yuk"


"Emang mamah nyulik Ayra dari jam berapa?" tanya Safiq.


"Dari jam 9, mamah kira bakalan betah disini kalo gak sama orangtuanya juga"


"Ya udah Safiq siap-siap dulu ya mah, Putri juga mau ikut ke rumah Adam" mamah hanya mengangguk dan kembali menimang Ayra.


"Uhh cucu oma suka barbie ya, nanti oma beliin sama pabriknya" ucap mamah dengan suara anak kecil sambil mendekatkan hidungnya dengan hidung kecil Ayra, membuat anak kecil itu tertawa.


"Awas nanti di tagih sama ema nya Mah" ejek Safiq sambil menggelengkan kepalanya dan berlalu keluar kamar.


°°°°


"Enak bi" ucap Nabila memberikan dua jempolnya pada Adam.


"Kapan sih masakan Abi gagal" ucap Adam bangga.


"Punten pak, diruang tamu ada oma sama a Safiq" kata Bibi yang baru masuk kedalam dapur. Keduanya langsung melihat jam dinding.


"Oh iya bi, nanti kita kesana" jawab Adam.


"Baru jam 3 kurang" gumam Nabila.


"Untung kita gak bikin dulu ya mi" lagi-lagi Nabila menatap Adam tajam.

__ADS_1


"Bikin apa!" pekik Nabila menyubit pelan tangan Adam.


"Ya udah mi ampun, ampun" ucap Adam sambil tertawa, bukan sakit yang dirasa Adam melainkan geli dengan cubitan Nabila.


"Bukannya nyambut mamah malah pada pacaran" komentar mamah Adam yang menongol di pintu dapur membuat keduanya terdiam.


"Mamah" pekik Nabila senang dan berlari menghampiri mamah Adam.


_


"Pah, Putri mau adik nya nanti perempuan juga ya" ucap Putri mengelus perut Natasya yang besar.


"Adik Putri nanti laki-laki sayang, kan perempuan udah ada Ayra" Safiq memainkan tangan kiri Ayra, sedangkan tangan kanan Ayra sedang sibuk memegang biskuit. Tak lama ia melihat mamahnya dan Nabila keluar dari dapur lalu di susul Adam.


"Eh, anak umi lagi makan apa sayang?" Nabila mengambil Ayra yang berada di pangkuan Safiq.


"Makan dulu yuk, aku baru bikin sayur sama pempek" ajak Nabila.


"Wahh boleh tuh, pempek kayaknya enak" jawab mamah yang langsung disetujui oleh Safiq dan Natasya.


"Ya udah tunggu ya, kita makan disini aja, Adam bawain pempeknya kesini" Adam langsung masuk kedalam dapur yang di ikuti mamah dan bibi.


Semuanya makan dengan tenang dan memuji hasil masakan Adam dan Nabila. Setelah mereka semua selesai makan dan membersihkan meja, Nabila pamit kedalam kamar hendak menidurkan Ayra.


"Dam, tadi Putri bisa jawab nama-nama 25 Nabi lengkap, semuanya bisa Putri jawab, iya kan sayang?" Safiq mengelus kepala Putri lembut.


"Wah hebat, sini sayang abi peluk" dengan semangat Putri turun dari kursi dan memeluk Adam terlebih dahulu.


"Putri pinter, coba masih inget gak mukjizat Nabi Adam?" tanya Adam.


"Abi" kikik Putri membuat Adam sedikit bingung, namun sedetik kemudian Adam mengerti maksud Putri.


"Bukan abi sayang, Nabi Adam" ucap Adam sedikit tertawa.


"Iya abi, Putri bercanda" gumam Putri sambil tersenyum.


"Nabi Adam, Nabi pertama" terlihat Putri sedang mengingat


"Dan manusia per.." eja Adam.


"Manusia pertama yang Allah ciptain, gara-gara dibujuk iblis makan buah khuldi jadi di turunin ke bumi, iya kan abi?" tanya Putri. Adam tersenyum dan mengangguk.


"Kalo Nabi Idris?" tanya Adam kembali.


"Lupa abi" ucap Putri sedikit merengek manja.


"Memiliki kecerdasan mengamati fenomena, pernah melihat surga dan neraka"


"Putri udah agak lupa ya sayang? coba yang Putri masih inget apa aja?" lanjut Adam bertanya.


"Nabi Adam, Nabi Yusuf, Nabi Nuh, Nabi Isa, Nabi Musa,," Putri mengingat-ingat kembali.


"Abi ingetin ya sayang, mau kan abi ceritain lagi?" tanya Adam yang langsung di angguki oleh Putri. Mamah Adam yang melihatnya tersenyum tenang, hatinya senang dan bangga melihat kelembutan Adam. Sedangkan Safiq sedikit menundukkan wajahnya malu, ia seperti terkalahkan oleh anak dan adiknya sendiri.

__ADS_1


°°°


Besok author up tentang mukjizat 25 Nabi ya😁


__ADS_2