
Empat hari kemudian
Tepatnya jam dua siang.
Safiq memperhatikan wajah ceria Putri yang tengah bermain dengan Anisa. Ia merasa sudah menjadi ayah yang teramat kejam bagi Putri. Walaupun Putri bukan anak kandungnya Safiq seharusnya tetap menyayanginya. Semua ini kesalahan ibunya dan Putri tidak tau apa-apa.
Safiq menutup laptopnya. Berjalan mendekati Putri dan Anisa. Anisa berdiri menghampiri Safiq.
"Bang, aku mau ke rumah bang Adam sekarang. Putri aku bawa ya, udah lima hari disini nanyain bang Adam terus" Safiq terdiam sesaat.
"Kamu kalo mau ke Adam ke sana aja. Biar Putri abang yang anterin besok" Anisa mengangguk mengerti.
"Ohh gitu. Ya udah, aku mau siap-siap dulu bang" ucap Anisa sambil terlalu.
"Putri" panggil Safiq. Putri yang sedang mewarnai buku bergambar owl menengok. Safiq berjongkok didepan Putri.
"Putri kangen Mamah gak?" Putri mengangguk. Safiq menghembuskan nafasnya pelan, sepertinya Putri masih merasa takut padanya.
"Kita ke makam Mamah yuk. Putri mau kan?" Safiq mengelus rambut Putri lembut.
"Mau" ucapnya lirih. Dengan takut-takut Putri menatap wajah Safiq.
"Putri sayang papa gak?" Putri terdiam sesaat memperhatikan wajah papanya yang terlihat sangat lemah lembut. Dengan ragu Putri mengangguk
.
"Maafin papa ya sayang" Safiq memeluk tubuh mungil Putri.
"Papa udah jadi papa Safiq yang dulu lagi?" tanya Putri pelan. Safiq mengangguk dan mengelus rambut Putri.
"Maafin Putri juga ya papa. Putri waktu itu nakal"
"Putri gak pernah nakal sayang. Sekarang kita ke makam mamah yuk" Putri mengangguk. Safiq menggendong Putri menuju mobilnya yang berada di halaman rumah.
"Putri mau dibawa kemana?" tanya Mamah dengan was-was.
"Mau kemakam Sifa mah" Mamah menatap Safiq ragu, tak lama kemudian tersenyum, hatinya seakan menghangat.
__ADS_1
"Akhirnya. Kamu mau nerima Purti lagi" Mamah nya mengerti saat ini Safiq tengah menyadari kesalahannya. Saat satu hari sebelum puasa Mamah mengajak Safiq berjiarah ke pemakanan nenek-kakek, saudara dan istrinya Safiq. Tapi, Safiq menolak saat akan jiarah ke makam Sifa. Ia hanya mengatakan belum terlalu menerima kenyataan yang sebenarnya. Namun hari ini Safiq sendiri lah yang pergi berjiaran kemakam istrinya.
°°°
Keesokan harinya Safiq pulang sangat larut. Jam 10 malam ia baru pulang. Tujuannya saat ini adalah rumah Adam. Safiq akan berbicara baik-baik pada Adam, ia ingin meminta Putri tinggal bersama dengannya lagi di rumah Mamah. Walau sebenarnya ia ingin membawa Putri tinggal di rumah yang baru ia beli sebulan lalu. Namun, Mamah melarang keras keputusannya itu.
Flashback
"Gak. Mamah gak setuju ya Fiq. Papa kamu juga pasti gak setuju, Nanti rumah ini makin sepi Fiq. Kamu tau kan, semenjak Adam sama Putri pindah kerumah lama rumah ini sepi. Kamu di kantor terus, Anisa kuliah kadang tidurnya di rumah Adam. Cuma kamu yang malem-malem ada dirumah. Mamah gak mau ya kalo rumah ini sepi kaya kuburan" omel mamah namun tetap didengar oleh Safiq.
"Terus Safiq ngapain beli rumah mah? Kalo mamah sendiri ngelarang Safiq nempatin rumah itu" terlihat raut wajah mamah yang sepertinya tidak bisa menjawab pertanyaan Safiq.
"Ya maksud mamah nyuruh kamu punya rumah sendiri tuh buat kamu nanti kali udah berkeluarga. Emang kamu udah punya calon istrinya?"
"Kenapa jadi bawa-bawa istri sih mah" tanya Safiq mulai kesal.
"Ya kamu jangan mertahanin status duda kamu Fiq. Putri butuh seorang ibu" Safiq menggelengkan kepalanya.
"Putri itu bukan cucu kandung mamah. Udah cukup seorang perempuan seperti Sifa membodohi Safiq mah. Safiq belum siap deket sama perempuan lain, belum siap buat dikecewai lagi"
"Syarat apa mah?" tanya Safiq cepat.
"Satu, Bujuk Adam tinggal disini lagi sama Putri. Dua, kamu boleh pindah rumah asalkan kamu bawa Putri dan punya seorang istri"
Flashback off.
Safiq turun dari mobil dan menatap jam tangannya sekilas. 22.30. Dengan ragu Safiq berjalan kearah pintu rumah. Semoga Adam belum tidur. Langkahnya mulai mendekati pintu rumah Adam.
Tok Tok Tok. Tak ada jawaban.
Tok Tok Tok. Terdengar seseorang membukakan pintu rumah. Safiq membenarkan jasnya sekilas dan menunggu pintu terbuka. Menanti Adam atau Annisa yang akan membukakannya pintu.
Cklek.
Mata Safiq sedikit membola dan alis nya berkerut bingung.
"Nabila?" tanya Safiq. Nabila tengah mengenakan pakaian tidur dengan wajah setengah mengantuk.
__ADS_1
"Siapa ya? Ada perlu sama Adam?" tanya Nabila. Sepertinya ia belum menyadari siapa orang yang sedang berada di depan nya sekarang.
"Siapa Bil?" Adam menghampiri Nabila. Wajah tenang Adam berubah menjadi terkejut.
"Bang Safiq" pekik Adam saat melihat Wajah kakak kandungnya sendiri berada didepan pintunya. Mendengar itu Nabila langsung membelalakan matanya, Nabila benar-benar tidak menyadari orang itu adalah Bang Safiq. Apa yang harus ia katakan 'seorang perempuan, malam-malam menginap dirumah seorang pria? ' pada saat bulan suci Ramadhan pula. Alis Safiq terangkat, Seakan meminta penjelasan dari Adam.
"Ini gak kayak gitu kok" ucap Nabila berantakan, ia kalang kabut dengan kedatangan Safiq yang tiba-tiba. Adam menarik nafasnya dalam.
"Bang, masuk dulu, nanti saya jelasinnya di dalem" ucap Adam sambil melebarkan pintu rumah. Nabila berjalan sedikit mundur, kepalanya pusing memikirkan penjelasan. Sedangkan Safiq masuk kedalam rumah sambil memijit keningnya.
°°°
Sabar nunggu next nya 🤗
Jangan lupa bersholawat ya temen-temen.
...°AKIBAT PURA-PURA BERSHOLAWAT°...
...Seorang artis terkenal yang sering membintangi film-film panas di Mesir,...
...suatu ketika mendapatkan peran di sebuah film untuk memerankan Sayyidah Rabiatul Adawiyah....
...Di film tersebut dia hanyalah acting, pura-pura menjadi seorang wanita sholehah, pura-pura sholat dan ibadah-ibadah yang lain termasuk pura-pura memperbanyak membaca sholawat, karena memang Sayyidah Rabiatul Adawiyah, tokoh yang dia perankan, selama hidupnya mengamalkan 25.000 sholawat per harinya. Mau ga mau si artis pun pura-pura pula banyak bersholawat selama syuting film tersebut....
...Singkat cerita. Tak lama berselang setelah artis tersebut menyelesaikan film tersebut, dia bertaubat. Sebab taubatnya sungguh luar biasa....
...Dia bertaubat setelah diberi keberuntungan bermimpi Nabi sholallahu alaihi wassalam dalam tidurnya. Setelah mimpi, dia mendatangi seorang ulama ternama di Mesir yaitu Syeikh Mutawwali Sya'rowi untuk membimbing taubatnya....
...Itulah kehebatan sholawat. Sholawat dibaca walau dengan pura-pura pun tetap nyampe kepada Rasulullah SAW dan diterima oleh Allah SWT....
...****...
...Ustadzah Syarifah Halimah Alaydrus...
...اللهم صلِّ وسلِّم على سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلِّم تسليما...
...Sumber: Harem.Tarim...
__ADS_1