
"Tunggu, Sebenernya ini acara lamaran siapa sih? Alumni SMA aku ada, keluarga kita ada, Harry sama Mikha ada" Adam tersenyum.
"Nanti juga tau" ujar Adam kembali menarik tangan Nabila.
Sesampainya diparkiran mereka langsung mendekati beberapa orang yang tengah berkumpul.
"Mah. Kapan gak langsung masuk?" Tanya Adam.
"Nunggu Tante Mira, Abi, sama Risti Dam. Bentar lagi nyampe" jawab Mamah Nabila.
"Tuh Abi sekeluarga juga ada, siapa sih yang mau lamaran?" Tanya Nabila penasaran.
"Nanti juga tau kak" jawab Anisa. Nabila jadi kesal sendiri karena semua orang menjawab nanti juga tau, atau jangan-jangan Adam memberikan nya kejutan. Nabila mengeleng kan kepalanya, Adam disuruh peka aja susah, apalagi repot-repot bikin acara kayak gini.
"Bang Safiq mana pah?" tanya Adam.
"Lagi jemput pacar nya Dam" jawab Papa Adam.
"Nah itu Abi udah dateng" pekik Mamah Nabila.
"Assalamualaikum, aduh kenapa gak nunggu didalem aja" ujar tante Mira saat keluar dari dalam mobil diikuti Abi dan Risti.
"Waalaikumsalam" jawab semuanya.
"Biar bareng aja" jawab papa Adam ramah.
"Ya udah, kita masuk sekarang aja ya"
"Yuk"
°°°°
Adam menggenggam tangan Nabila lembut, membuat Nabila menengokkan kepalanya.
"Bil, nyanyi yuk" ajak Adam.
"Ihh aku gak bisa nyanyi Dam" tolak Nabila langsung.
"Ayo lah Bil, sambil ngisi acara. Biar yang punya acara seneng" bujuk Mamah Nabila.
"Iya kak, suara kakak bagus kok" ujar Anisa.
"Emang pernah denger aku nyanyi?" Nabila menatap Anisa dengan tampang mengejek.
"Belum" cengir Anisa membuat Nabila memutarkan matanya.
"Nyanyi apa Dam?" tanya Nabila.
"Udah biar saya aja yang nyanyi, kamu cuma berdiri deket saya aja" Adam berdiri sambil mengulurkan tangannya membantu Nabila berdiri.
Sesampainya diatas panggung Adam duduk di kursi tinggi yang sudah disediakan berhadapan dengan mikrofon. Sementara Nabila berdiri disebelah Adam. Adam mengangguk pada seorang pria yang sudah siap dengan biolanya.
Suara biola mulai berbunyi, Adam menggenggam tangan Nabila lembut.
Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir.
Adam turun dari kursinya dan berdiri disebelah Nabila.
__ADS_1
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Sebelah tangannya menggenggam sambil mengelus tangan Nabila.
Dengarkanlah wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya.
Kening Nabila mengkerut bingung saat melihat Bang Tommy dan teman-teman studio di-Jakarta berdatangan.
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu.
Adam mengambil benda kecil dari dalam saku jas-nya lalu tersenyum pada Nabila. Tak lama kemudian Adam bertekuk lutut dihadapan Nabila sambil membuka kotak cincin berbentuk hati.
"Nabila, maukah kamu menjadi ibu dari anak-anak ku kelak?" Tanya Adam sungguh-sungguh. Semuanya hening, beberapa orang atau lebih tepatnya para perempuan ingin berjerit tertahan. Mereka ingin di posisi Nabila.
"Tapi kita kan udah nikah Dam. Malu ih sama yang punya acara" bisik Nabila.
"Terima Bil" teriak Rendi dan beberapa temannya lalu diikuti yang lainnya.
"Beres lebaran kita resepsi nikah loh Bil, jadi saya pikir ada baiknya kalo saya ngelamar kamu. I love you"
"I love you too Adam" Adam mengeluarkan cincin lalu memasangkannya dijari manis Nabila lalu berdiri berhadapan dengan Nabila.
"Makasih Adam" Nabila memeluk Adam, hatinya berbunga-bunga. Sontak membuat semua orang bertepuk tangan.
"Yuk turun, aku malu Dam" ujar Nabila menundukkan wajahnya.
"Malu kenapa?"
"Aku meluk kamu didepan banyak orang"
"Ya udah, yuk ke sana" tunjuk Adam kemeja keluarga sambil merangkul pinggang Nabila dan turun dari panggung.
Tak lama layar belakang panggung menampilkan beberapa foto Nabila dan Adam yang diambil secara diam-diam beberapa hari belakangan ini.
"Ihh pada ngerjain aku ya" pekik Nabila saat melewati meja alumni SMA.
"Bukan ngerjain Bil, kan biar kejutan" ujar Mia.
"Omg, sosweet banget Bil" komentar Siska.
"Selamat ya" Sheila berdiri dan memeluk Nabila.
"Selamat ya Bil" ujar semuanya silih berganti mengucapkan selamat.
"Kita kesana dulu ya, bye" pamit Nabila lalu menggandeng tangan Adam kembali.
__ADS_1
"Ya ampun, kalian juga kesini" pekik Nabila gembira saat berhenti di meja teman-teman studionya.
"Suami kamu ngundang kita semua Bil" ujar Bang Tommy.
"Makasih ya Dam" Nabila tersenyum pada Adam.
"Apa sih yang engga buat kamu Bil" gombal Adam.
"Uhhh" ujar semuanya.
"Sisain dong satu yang kaya gitu" kata Mikha.
"Nanti aku bakalan kaya gitu kok Mik" sela Harry.
"Aku? Bisa juga lo ngomong aku" ejek Cindy.
"Ya bisa lah, apa sih yang engga buat Mikha" gombal Harry.
"Plagiat" ejek Nabila.
"Btw selamat ya Bil" ujar Mikha memeluk Nabila.
"Selamat ya Bil, gue yakin lo pasti selalu bahagia sama Adam" ujar Harry menjabat tangan Nabila diikuti yang lainnya.
"Sekali lagi makasih ya semuanya, udah dateng kesini. Padahal lumayan loh dari Jakarta ke Bandung"
"Ku yang problem Bil, saya yang bayarin transportasi mereka semua" ujar Bang Tommy.
"Apaan? Kita bawa mobil sendiri-sendiri" ujar Riko.
"Iya, bensin juga bayar sendiri" ujar Cindy.
"Udah jangan pada ribut" canda Nabila.
"Ya udah, kita kesana dulu ya" pamit Adam yang diangguki semuanya.
Setelah Adam dan Nabila menghampiri semua tamu, mereka kembali duduk dimeja keluarga.
"Bang Safiq belum dateng mah?" Tanya Adam.
"Udah di parkiran, bentar lagi juga masuk" jawab Mamah Adam.
"Nabila seneng?" Tanya mamah Adam.
"Seneng banget Mah. Makasih banyak ya semuanya" ucap Nabila senang. Tak menyangka Adam benar-benar seromantis ini.
"Ris, nanti cari suami kayak nak Adam ya" ujar tante Mira.
"Ihh umi, UN aja belum" jawab Risti malu.
"Fahri, nanti kamu kayak bang Adam ya" ujar Anisa.
"Siap"
"Aduh, maaf telat ya" ujar Safiq. Adam menengokkan kepalanya melihat Safiq, keningnya mengkerut saat melihat Natasya dan mamah nya disebelah Safiq.
"Selamat ya Bil" ujar Natasya ramah, membuat Nabila tak kalah bingung.
"Jadi pacar bang Safiq Natasya?" Tanya Adam. Safiq dan Natasya saling pandang tersenyum lalu mengangguk.
"Maafin ibu ya Bil, waktu itu omongan ibu ngelantur" ujar mamah Natasya sambil memeluk Nabila.
"Iya bu gak apa-apa" jawab Nabila.
"Kok bisa?" Ujar Adam tiba-tiba.
"Ihh Adam, emang kenapa sih? Kamu masih suka?" Tanya Nabila kesal.
__ADS_1
"Eh engga Bil, bingung aja. Saya cinta nya sama kamu kok"
"Udah jangan berantem, nanti dirumah abang jelasin ya" lerai Safiq.