
Happy Reading
***
Nabila masuk kedalam kamar dengan perasaan kesal. Masih teringat ucapan Harry yang berusaha memisahkan dirinya dengan Adam. 'Buktiin bejad nya Adam apa coba? Tuh orang bikin gara-gara mulu! Liat aja, lo ga akan bisa misahin gue sama Adam' batin Nabila.
"Mending gue ke rumah Mamah papa aja deh. Sekalian ngebantuin pindahan" gumam Nabila pada dirinya sendiri. Mamah papa Nabila pindah hari ini ke rumah dekat Abi Risti yang beberapa minggu yang lalu sudah mereka beli.
***
"Hari ini Kakak mau bercerita tentang Bilal" ucap Adam pada anak-anak yang sedang mengaji. Putri ikut bergabung dengan anak-anak lainnya. Sedangkan anggota remaja masjid lainnya sedang menyiapkan perlengkapan untuk baksos yang akan di adakan di hari pertama bulan puasa.
"Bilal yang selalu Adzan semasa hidup Rasulullah tidak mau beradzan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan " Asyhadu Anna Muhammad Rasulullah" karena ada kata Muhammad di situ. Tapi karena desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingat kan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu Anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis sambil terisak-isak. Dia turun dari Mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikan nya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat Adzan itu, seluruh Madinah terguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah saw" Adam membaca kan dengan hati yang sesak, marasakan betapa rindunya Bilal pada Rasulullah, ingin rasa nya Adam menangis saat itu juga.
***
Setelah selesai solat Isya Adam memutuskan pulang kerumah, ingin menanyakan beberapa hal kepada Nabila.
Sesampainya di rumah, Adam mengantar Putri kekamarnya.
"Putri mau makan lagi?" tanya Adam. Putri menggelengkan kepalanya naik keatas Ranjang sambil membuka kerudung blusnya. Adam menyelimuti tubuh Putri.
"Bobo yang nyenyak ya sayang" di elusnya kepala Putri. Setelah Putri tidur Adam masuk kedalam kamar nya.
"Assalamualaikum Nabila" saat Adam masuk tidak ada jawaban apa pun. Nabila tidak ada di kamar. Adam tersenyum kecewa. 'Mungkin Nabila sedang bersenang-senang dengan pacar nya'
Adam mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi. Terdengar suara Nabila yang mengucapkan salam di dalam kamar. Adam dengan cepat mengganti baju nya lalu keluar. Du lihat nya Nabila yang sedang duduk di sofa kamar sambil memejamkan matanya menandakan bahwa dirinya sedang lelah.
__ADS_1
"Dari mana?" Adam menyimpan bajunya di keranjang pakaian kotor tanpa menatap Nabila. Nabila membuka matanya gembira mendengar suara Adam.
"Abis dari rumah Mamah" Adam tersenyum kecil kecewa 'pamit bilangnya ketemu temen, sekarang bilangnya abis dari rumah Mamah nya. Kenapa kamu ga jujur aja Bil?' Adam bergumam dalam hatinya.
"Ohh, udah solat?" Nabila menggeleng.
"Tadi kecapean, abis bantuin Mamah Papa pindahan ke rumah deket Abi. Aku Bantuin nata dapur sama ruang tamu" cerita Nabila dengan ceria. Hati Adam menjadi bingung, harus percaya atau tidak.
"Ya udah solat dulu" ucap Adam pada akhirnya. Banyak pertanyaan yang ingin disampaikan Adam, tapi melihat kondisi Nabila yang sedang kelelahan membuat Adam mengurungkan niatnya.
"Kamu udah?" tanya Nabila. Adam mengangguk.
"Yah, padahal aku pengen di imamin sama kamu. Tapi pas tidur ceritain kaya kemaren lagi yah" jawab Nabila memelas. Adam menatap Nabila bingung, kenapa Nabila jadi manja gini?. Namun Adam pun mengangguk juga.
Setelah Nabila selesai solat Nabila duduk di sofa kamar sebelah Adam yang sedang fokus pada laptopnya, mengecek laporan rumah makannya dari Doni, orang kepercayaan Adam yang di tunjuk untuk mengganti kan dirinya mengecek penghasilan disana.
"Lagi apa Dam?" tanya Nabila.
"Ohh. Ceritain lagi dong kaya kemaren" Adam mengangguk. Adam berdiri menyimpan laptop nya dan duduk bersandar di sandaran ranjang di ikuti Nabila.
"Tapi sebelum cerita. Ada yang mau saya tanyain ke kamu" ucap Adam memberanikan dirinya.
"Tanya apa?"
"Pagi tadi kamu ketemu siapa?" mendengar pertanyaan itu Nabila jadi teringat sosok Harry yang mengesalkan.
"Bukan siapa-siapa kok Dam. Cuma temen ngeselin doang" 'Bohong. Bahkan untuk jujur bertemu Harry pun Nabila tidak ingin jujur' gumam Adam dalam hati.
__ADS_1
"Oh iya, masalah cerai kita gimana?" ucapan Adam membuat Nabila terkejut sekaligus marah.
"Cerai apaan sih Dam. Kita kan mau nyoba dulu"
"Tapi Kalo kamu pengen nikah sama laki-laki yang kamu cinta saya ga masalah ko, kali aja saya bikin hubungan kamu sama pacar kamu renggang" jelas Adam. Nabila tersenyum kearah Adam.
"Aku ga punya pacar Dam. Plis jangan ada cerai di pernikahan kita. Waktu itu kamu juga ngomong ini kan?" Adam mengangguk.
"Saya juga pingin nya gitu Bil. Tapi, kalo kamu anggap pernikahan ini ngehalangin masa depan kamu. Insyaallah Saya ikhlas kita..."
"Stop! Ga usah ngomongin ini. Aku cape, mau tidur aja" Nabila turun dari ranjang dan mengganti pakaian nya sambil terus memaki-maki Adam dalam hati. 'Bilang aja lo lagi suka sama cewe lain Dam!' 'kenapa jadi ngomongin Cerai sih? Apa si Tasya itu udah balik ke si Adam? ' 'kalo dia nya yang mau cerai-in gue ya tinggal cerai-in! Ga usah so-soan nanya gue mau cerai apa engga. Pake alesan gue punya pacar lah. Dasar Cowo rese!'
"Bil" sapa Adam saat Nabila sudah keluar dari kamar mandi dan membawa pakaian kotornya. Nabila sama sekali tidak menjawab sapaan Adam.
"Nabila" tegur Adam lagi saat Nabila tidur memunggungi Adam.
"Nabila saya.."
"Dam. Gue ngantuk oke. Bahas ini besok lagi" ucap Nabila ketus tanpa mengucapkan Aku-kamu.
Adam menghembuskan nafasnya kasar."jangan lupa baca doa. Saya cuma mau kasih tau, ga baik tidur munggungin suami" Adam keluar dari kamar menuju kamar Putri yang sudah terlelap.
Nabila membuka matanya. Hatinya kesal.
"Ihh kenapa di tinggal sendirian sih. Mau kemana tuh orang?" tanya nya pada diri sendiri.
Gagang pintu bergerak. Nabila kembali pura-pura tidur. Adam masuk kedalam kamar, diambilnya kopiah hitam dan Al-Qur'an di atas meja.
__ADS_1
Sayup-sayup terdengar suara Adam sedang mengaji membuat hati Nabila sangat sejuk dan damai, perasaan kesal mulai menghilang di ganti kan rasa kantuk yang menghampiri.
***