Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
78


__ADS_3

Didalam kamar Adam memakai peci hitam dan sarung berwarna biru, lalu Adam menggelar dua sajadah dan menyimpan mukana disajadah belakang. Hati Adam sudah dingin saat wudhu tadi, seakan amarah dihatinya ikut mengalir dengan air wudhu. Siapa yang tidak cemburu melihat istrinya sendiri dipeluk laki-laki lain? Siapa yang tidak marah melihat istrinya tersenyum saat dipeluk lelaki lain?. Tapi Adam yakin Nabila mempunyai alasan untuk kejadian ini. Dalam lubuk hati Adam yang paling dalam ia sebenarnya tidak tega melihat wajah Nabila yang terdiam dan merasa bersalah, namun ia ingin mendidik Nabila mulai sekarang. Adam sudah berjanji kepada dirinya sendiri, ia akan mencurahkan semuanya kepada Nabila, keinginan Adam yang ingin mendidik Nabila bersama-sama mengejar surga Allah SWT, mulai dari hijab, ucapan, prilaku.


Klek


Nabila keluar dari kamar mandi dengan lesu, ia berjalan kebelakang Adam dan mengenakan mukenanya.


"Udah?" Tanya Adam, Nabila mengangguk. Adam berdiri memulai solatnya bersama Nabila.


°°°


Harry terdiam saat melihat Nabila ditarik paksa oleh Adam, mulutnya seakan susah untuk menjelaskan semuanya pada Adam yang salah paham dengan kejadian ini, ingin rasanya ia menahan tangan Adam dan menjelaskannya sendiri, namun otaknya seakan mati, ia hanya bisa diam. Bang Tommy menghampiri Harry yang masih mematung ditempat, tangannya menyentuh pundak Harry sedikit keras.


"Kamu tau Nabila udah nikah?" Tanya bang Tommy menyadarkan Harry, Harry mengangguk.


"Terus kenapa kamu peluk dia?" Tanya bang Tommy heran.


"Saya kangen kedia bang" jawabnya jujur.


"Ck, kangen gak perlu meluk, itu suaminya marah banget"


"Ah abang gak akan ngerti perasaan saya"


"Perasaan apa? Yang saya ngerti sekarang pacar mu itu nangis gara-gara kamu" ingin rasanya bang Tommy meremas wajah Harry dan membuangnya kedalam tong sampah.


"Mikha?" tanya Harry bingung, ia lupa dengan Mikha.


"Siapa lagi pacar mu?" tanya Bang Tommy gemas.


"Mikha nangis? Sekarang Mikha kemana bang?"


"Ke kamar mandi" jawab Bang Tommy datar


"Saya nyamperin Mikha dulu ya bang" ujar Harry meninggalkan Bang Tommy.


Harry berlari menuju kamar mandi. Diketuknya pintu kamar mandi beberapa kali.


"Mikha, keluar dulu sebentar yu. Kamu kenapa?" Ujar Harry sambil tetap mengetuk pintu kamar mandi. Tak lama pintu kamar mandi terbuka, Mikha keluar dengan mata sembab nya. Harry mengulurkan tangannya, menghapus air mata yang masih mengalir dipipi Mikha, ia menarik tubuh Mikha dan memeluknya sangat kencang.


"Kamu kenapa? Udah ya jangan nangis lagi" Harry mengelus kepala berlakang Mikha.

__ADS_1


"Aku mau pulang" jawab Mikha berusaha melepaskan pelukan Harry.


"Ya udah, kita pulang sekarang ya" Mikha menggelengkan kepalanya.


"Aku mau pulang ke Makasar" gumamnya. Harry melepaskan pelukannya, lagi-lagi Harry menghapus air mata yang turun ke pipi Mikha.


"Kenapa? Tiga hari lagi aku anter kamu pulang"


"Buat apa aku disini? Perempuan yang kamu bangga-banggain udah kembali kan? Apa gunanya lagi aku disini" Mikha mengungkapkan semua kekesalannya.


"Ya ampun Mik, Nabila sahabat aku"


"Tatapan kamu beda, gak ada yang namanya sahabat antara perempuan dan laki-laki, pasti salah satunya ada yang baper. Aku tau kamu baper ke dia, lewat bicara sama tatapan kamu aja aku tau kamu suka kedia. Sekarang terserah kamu mau lanjutin perjodohan ini atau engga" jawab Mikha sendu.


"Hey jangan cemburu gitu, aku udah mulai nyaman sama kamu" ental lah, Mikha sudah tak ingin berharap lagi, mungkin ini hanya bujukan Harry lagi.


"Gak usah maksain nyaman Her, mulai sekarang cari kebahagiaan kita masing-masing, aku gak akan ganggu kamu lagi"


"Ngomong apa sih Mik? Nabila itu udah nikah, udah bahagia. Kamu masa depan aku sekarang dan aku gak kasih kamu ijin pulang ke Makasar"


"Siapa kamu?" desis Mikha.


"Gak akan bisa, sebelum kamu pergi aku pastiin dompet kamu gak ada, dompet kamu bakalan aku sita biar kamu gak bisa bayar tiket pesawat" ancam Harry.


"Mau kamu apa sih?" Gumam Mikha. Harry menyentuh kedua bahu Mikha.


"Mau aku itu kamu. Denger ya Mik, aku calon suami kamu.." belum selesai Harry berbicara Mikha sudah memotongnya.


"Gak usah maksain hati kamu Her, kalo kamu gak bahagia sama aku jujur, apa susahnya sih? Aku tau kamu belum bisa lupain dia sepenuhnya"


"Kalo gitu kamu bantuin aku lupain dia, bantu aku buat isi hati aku sepenuhnya buat kamu" ujar Harry tulus, menatap mata Mikha dalam. Hati Mikha tergetar mendengarnya, tangan Harry menuntun tangannya menyentuh dada Harry.


"Ekhem, bulan puasa woy. Jangan mesum" ujar seorang pria dibelakang Harry. Harry berdecak kesal lalu menolehkan kepalanya, menatap tajam kearah pengganggu tersebut.


"Aishhhh" desis Harry tajam saat momennya di hancurkan oleh Radit.


"Apaan sih, lo ganggu orang pacaran aja"


"Yee, siapa yang ganggu? Makannya pacaran tuh modal, diem di depan toilet. Ngehalangin jalan orang" ujar Radit tak kalah sewot.

__ADS_1


"Dasar jomblo sirik. Yuk Mik, kita pindah tempat" ujar Harry tajam sambil merangkul bahu Mikha.


"Yee dasar pasangan mesum. Siapa bilang gue jomblo, gue LDR" teriak Radit. Harry terus melanjutkan langkahnya lalu menoleh, menjulurkan lidahnya mengejek sedangkan Radit membalas nya dengan jari tengah.


"Udah dong jangan nangis" hibur Harry menyentuh pipi Mikha, sedikit senyuman tampil di wajah Mikha.


"Tuh kan cantik kalo senyum gitu, nanti puasanya batal loh" goda Harry.


"Tau ah Her, bikin BT terus" ucap Mikha yang kini sudah bisa tersenyum.


"Tapi dibikin senyum lagi kan?" Mikha mengangguk dan sedikit tersenyum, memukul pelan tangan Harry yang sedang merangkulnya.


"Nanti buka puasa kita dirumah ya, biar sama ayah" Mikha melirik Harry sedikit ragu.


"Kenapa? kali-kali buka bersama sama ayah"


"Tumben" komentar Mikha.


"Kok tumben sih? Alhamdulillah dong" sisa sedih Mikha seakan sudah hilang, digantikan senyum yang terus di tampilkan.


"Alhamdulillah"


°°°°


Adam dan Nabila menengokkan kepalanya ke kanan lalu ke kiri.


Setelah memanjatkan doa, Adam dengan pelan berbalik dan mengulurkan tangannya kepada Nabila. Nabila mencium tangan Adam, Adam mendekatkan kepalanya pada Nabila lalu menciumnya lembut.


"Dam" gumam Nabila saat Adam masih mencium keningnya.


"Sttt" bisik Adam setelah melepaskan ciuman dikening Nabila lalu menempelkan keningnya pada kening Nabila membuat Nabila terdiam.


"Kenapa harus ada kejadian ini sih Bil" gumam Adam. Nabila lagi-lagi ingin mengeluarkan air matanya yang dari tadi ia tahan.


"Maaf Dam" jawab Nabila. Air matanya sudah tak terbendung lagi, ia benar-benar takut Adam akan salah paham dan membuat keputusan yang tak pernah ingin Nabila dengar.


°°°


Komen 50 up lagi 1 bab. Btw ini bentar lagi tamat 🎉

__ADS_1


__ADS_2