
Perhatian untuk semua.. tolong menghargai karya orang lain🙏 jangan mudah mengetik sesuatu yang bisa menyinggung perasaan ya.. Disini author juga masih belajar. Jadi mohon, bangkitkan semangat author dalam menulis, bukan membuat author down dengan segala komentar🙏. Jika memang tidak suka lebih baik langsung batalkan favorit dan jangan diteruskan, dari pada harus mencaci author😊 bukannya author tidak menerima komentar untuk memperbaiki karya, hanya saja masih banyak BAHASA HALUS yang bisa digunakan untuk memberikan masukan, bukan dengan cara BAHASA KASAR yang seakan menampar ❤️.
°°°°
"Jadi nyesel punya istri kaya aku?" Tanya Nabila ketus.
"Eh?" Adam menyimpan kembali ponselnya diatas nakas lalu memeluk Nabila dari belakang.
"Jangan marah dong Bil. Saya kan jujur"
"Jujur nya bikin kesel" Adam tidak tahu walau nada bicara Nabila seperti sedang marah namun wajah Nabila berseri, ia sangat senang dipeluk seperti ini oleh Adam.
"Emang mau kalo saya bohong? Bohong kan dosa Bil" goda Adam.
"Ihh Adam" tak tahan lagi Nabila membalikan badannya menghadap Adam, dicubitnya pinggang Adam.
"Aw sakit"
"Lebay" komentar Nabila.
"Nabila. Walaupun awalnya kamu gak bisa masak, tapi sekarang masakan kamu paling enak yang pernah saya makan. Apa lagi kolek bikinan kamu" ucap Adam lembut.
"Gombal" komentar Nabila sambil tersenyum.
"Kan gombalnya juga keistri sendiri. Sekarang mendingan kita tidur ya, besok sahur" gumam Adam diangguki Nabila.
"Bil" panggil Adam. Saat Nabila sudah menutupkan matanya.
__ADS_1
"Hemm" sahut Nabila. Nabila membuka matanya sambil tersenyum, ia senang bisa sedekat ini dengan Adam, tangan Adam masih memeluknya.
"Jangan lupa baca doa ya"
"Iya" jawab Nabila, Nabila memajukan dirinya lebih dekat dengan Adam, ia membalas pelukan Adam dan mengenggelamkan wajahnya didada Adam, harumnya Adam menjadi Favorit Nabila saat ini.
"Selamat tidur Nabila"
"Selamat tidur juga Adam"
°°°
Harry terbangun dari tidurnya saat pendengaran nya menangkap suara langkah kaki melewati kamar. Diliriknya jam yang menempel didinding menunjukkan waktu pukul setengah 3 subuh, ia yakin yang lewat tadi pastinya Mikha, Harry benar-benar tak bisa tidur nyenyak memikirkan Mikha beberapa hari ini, ia sudah keterlaluan.
Dengan langkah gontai Harry berjalan membuka pintu kamarnya. Sepi, tak ada seorangpun yang melewati lorong kamarnya. Tak lama terdengar suara seseorang sedang menyalakan kompor gas dari dapur. Harry menutup pintu kamarnya lalu berjalan kearah dapur.
"Mikha?" Gumam Harry. Tubuh Mikha menegang, ia membalikkan badannya menghadap Harry sambil memegang dadanya.
"Huft, Harry?" Sapanya sambil menghembuskan nafas lega.
"Santai aja Mik, kaget banget kayanya. Tenang, gak ada kok yang namanya hantu di dunia ini" ujar Harry berusaha mencairkan suasana.
"Siapa bilang?" Ucap Mikha sambil kembali membalikkan badannya, menuangkan kecap pada nasi yang sedang ia goreng.
Harry mengerutkan keningnya bingung lalu berjalan mendekati Mikha, berdiri disebelah Mikha sambil menatap wajah Mikha yang tengah serius memasak.
"Maksudnya?" Mikha mematikan kompor lalu membalikkan badannya berhadapan dengan Harry.
__ADS_1
"Ya siapa bilang didunia ini gak ada hantu? Awalnya juga aku gak percaya sih sama hal mistis kaya gitu. Tapi semenjak aku ngalamin kejadian janggal waktu dulu, disitu aku mulai percaya didunia ini ada makhluk yang ga kasat mata" jawab Mikha membuat Harry menatap Mikha serius.
"Kejadian apa?" tanya Harry yang mulai tertarik dengan cerita Mikha.
"Kamu tau kebun yang deket rumah aku?" Tanya Mikha. Harry mengangguk.
"Yang ada gazebo nya?"
"Iya, itu kebun punya paman aku. Dari waktu kecil sampe SMA-an aku sering main disana. Waktu itu lagi musim panen jagung manis, aku ajak temen aku buat bikin jagung bakar berdua deket gazebo, diteminin tukang kebun juga sih. Nah, beres bakar jagung aku mau cuci tangan kebelakang gazebo sendirian. Beres cuci tangan aku liat ada anak kecil, item banget kaya bayangan lagi mainin daun dipohon jagung, di tarik-tarik gitu daun nya. Waktu aku teriakin 'eh, siapa?' Dia malah lari kebelakang kebun, aku ikutin, pas aku buka pohon jagungnya ternyata gak jauh dari situ ada pager dan pohon jagung lain nya gak gerak sama sekali. Logikanya gini deh, misalnya kamu lari, pasti pohon yang lainnya goyang kan dan kamu pasti balik lagi karna ada pager yang ngelahangin jalan kamu, yaa walau pun kamu nyari jalan lain juga pasti pohon atau daun jagung itu gerak. Nah ini engga, aku langsung nyamperin pak Ji mau ngadu kalo ada anak kecil yang main di kebun. Pak Ji malah bilang, ah udah sering bapa dijailin sama yang gitu mah. Pak Ji bilang sih itu kaya semacam tuyul lagi, tapi gak suka nyuri, cuma ngejailin, kata orang sunda sih namanya budak hideung. Dari situ aku gak mau lagi main ke kebun itu"
"Kok agak serem ya Mik. Seumur hidup, gak pernah tuh ngalamin kejadian mistis kaya gitu"
"Gak tau juga sih, aku juga masih gak percaya bisa ngalamin kejadian serem kaya gitu. Padahal itu sore, bukan malem. Pernah juga malem, waktu itu aku lagi naik motor lewat kebun, ada orang tinggi banget pake baju panjang warna merah rambutnya ngejuntai sampe bawah item banget kayak areng. Sampe sekarang aku gak tau itu apaan" Harry mengangguk-anggukan kepalanya mengerti lalu melirik sekilas wajan yang berisi nasi goreng.
"Kok nasi gorengnya bikin banyak Mik? Emang abis segitu?" Tanya Harry ragu.
"Ya engga lah Her, ini dua porsi. Buat aku sama ayah, ayah suka bangun jam tiga an. Kemaren juga aku sahur cuma berdua sama ayah"
"Ohh, kenapa gak ngebangunin?" Tanya Harry, Mikha terdiam sesaat, bingung akan menjawab apa. Harry yang langsung peka sedikit tersenyum pada Mikha.
"Oke aku ngerti, kamu masih marah kan sama kejadian malem itu? Maaf ya Mik kalo omongan aku bikin kamu sakit hati. Jangan diemin aku lagi ya kalo lagi sama aku kaya kemaren, aku ngerasa bersalah banget jadinya. Mau ya kamu maafin aku?" Ucap Harry tulus. Mikha menatap Harry tepat dibola matanya, mencari kebohongan seperti yang selama ini Harry tunjukan padanya dan keluarganya.
"Eh Her. Kamu sahur juga?" Tanya sang ayah. Mikha dan Harry menatap kearah ayah yang sedang berdiri diambang pintu.
"Iya yah" jawab Harry dingin lalu menatap kembali Mikha, menanti jawaban yang akan keluar dari mulutnya.
°°°
__ADS_1
Vote dan komen ya guys. Aku mau banyak-banyak update biar cepet tamat 😂 kalo ini udah tamat mau request cerita siapa nih? Safiq, Harry, Monik atau Risti.