Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
23


__ADS_3

"Bil bangun Bil" Adam mengguncang bahu Nabila pelan. Nabila membuka matanya pelan didengarnya suara Adam dan suara Adzan berkumandang.


"Eghh" gumam Nabila lalu dengan pelan-pelan duduk menyandar di kepala ranjang.


"Waktunya shalat subuh Bil. Ambil air wudhu dulu gih" ucap Adam. Nabila mengangguk, setelah mengumpulkan kesadaran sepenuhnya baru Nabila turun dari ranjang dan berjalan kedalam kamar mandi. Sedangkan Adam menyiap kan 2 sajadah untuk nya dan juga Nabila.


Sudah 2 hari Adam menunaikan solat subuh nya di rumah bersama Nabila, menjadi imam untuk Nabila dan membantunya mengaji. Bahkan banyak yang menanyakan mengapa Adam tidak kemasjid setiap subuh. Adam hanya menjawab nya dengan senyuman.


"Yu Dam" ucap Nabila yang sudah memakai mukena nya. Adam berdiri dari duduk bersila nya di atas sajadah. Di pakainya kopiah hitam.


***


"Assalamualaikum" terdengar pintu depan terbuka.


"Anisa ya Dam?" tanya Nabila yang sedang mencuci beras. Adam mengangguk sambil menutup kulkas.


"Kita keruang tengah dulu yu Bil. Nanti di lanjutin lagi" ajak Adam. Nabila mengangguk. Mereka pun menghampiri Anisa yang sedang meniduri Putri di sofa, dan di sebelahnya Fahri yang sedang menenteng tas besar.


"Waalaikumsalam, kenapa  waktu itu ga dateng ke acara ulangtahun Putri, Fahri?" tanya Adam.


"Eh Iya ka. Maaf ya ka, Fahri ke Lembang 2 hari kemaren" jawab Fahri.


"Oh. Ke kakak kamu lagi ya Ri?" tanya Adam. Fahri mengangguk.


"Ka Sinta lusa kemaren udah lahiran ka. Alhamdulilah kembar Cewe Cowo" jawab Fahri gembira.


"Wah. Alhamdulilah, selamat ya punya keponakan baru" ujar Adam.


"Aku kapan di kasih keponakan sama Abang?" goda Anisa.


"Eh iya kapan nih ka? Saya denger dari Nisa abang udah nikah ya sama ka Nabila?" Fahri memberi senyum kepada Nabila. Nabila pun membalas senyuman.


"Iya. Nanti lah waktu resepsi pernikahan saya undang Ri" canda Adam membuat Nabila tersenyum malu. 'Kalo ada Resepsi itu tandanya mereka udah saling suka'


"Bang ini kado-kado Putri di tas ya" Anisa menunjuk tas yang di pegang Fahri.


"Iya. Putri ko masih tidur jam segini de?" tanya Adam.


"Iya nih, kecapean kayanya. Tadi jam 6 ikut Mamah jalan-jalan di Gasibu" jawab Anisa. Adam mengangguk mengerti.


"Bang. Berhubung Abangkan udah nikah nih sama ka Nabila. Jadi Anisa ga akan sering-sering nginep disini. Terus, Putri mau tetep di sini apa tinggal di rumah Mamah aja Bang?"


"Putri tetep tinggal disini lah de. Lagian ada Bang Safiq di rumah Mamah" jawab Adam. Anisa mengangguk lalu memberikan kunci kamarnya kepada Adam.


"Nih kunci kamarnya Bang. kamar aku jadi kamar Putri berarti" Adam mengambil kunci itu.


"Kalo gitu aku sama Fahri pergi dulu ya bang"


"Mau kemana?" tanya Adam.


"Mau ke Lembang. Pingin liat bayi kembar, calon keponakan" Anisa menyengir.


"Ga akan makan dulu? Aku sama Adam lagi mau masak" tawar Nabila.


"Engga ka. Nanti aja mampir ke Ampera" jawab Fahri sambil menyimpan tas besar di atas meja.


"Ya udah. Hati-hati di jalan ya" ucap Adam.

__ADS_1


"Iya bang. Assalamualaikum" pamit keduanya.


"Waalaikumsalam"


Setelah Anisa dan Fahri keluar, Adam memberikan kunci kamar yang tadi Anisa berikan kepada Nabila.


"Tolong bukain kamarnya ya Bil. Biar Putri aku yang gendong" Nabila mengangguk lalu berjalan kearah pintu kamar Anisa lalu membukanya. Adam yang menggendong Putri yang sedang terlelap tidur. Di simpannya tubuh Putri dengan lembut di atas ranjang. Adam duduk di pinggir ranjang sambil mengelus rambut Putri.


"Abi seneng liat Putri udah bisa ketawa lagi" dikecupnya kening Putri lalu berdiri mendekati Nabila yang sedang terdiam memandangi Putri.


"Yuk lanjutin masak" ajak Adam.


"Eh iya, hayu" jawab Nabila.


Setelah mereka berdua selesai memasak dan sekarang mereka menata meja makan. Putri bangun menghampiri Adam dengan wajah sembab.


"Abi, Putri mau ketemu Mamah Bi" gumamnya dengan suara kecil sambil menundukan kepalanya. Adam menghentikan kegiatannya, berjongkok di hadapan depan Putri.


"Putri kenapa nangis sayang? Kenapa Jadi inget Mamah?" tanya Adam.


"Putri pingin main lagi sama mamah papa Bi. Sebelum mamah ke rumah sakit papa masih baik ke Putri. Waktu pulang dari rumah sakit papa suka marah-marah terus. Mamah udah pergi ninggalin Putri kata papa"


"Mamah Sifa pergi dipanggil Allah. Mamah Sifa ga pernah jauh dari Putri, selalu nemenin Putri kemana-mana. Tau ga Mamah Sifa suka diem dimana?" tanya Adam.


"Ga tau Bi. Kenapa mamah ga pernah nyamperin Putri kalo Mamah selalu nemenin Putri Bi? Mamah sekarang ga mau deket-deket lagi sama Putri ya? Sama kaya papa?"


"Engga sayang. Mamah Sifa selalu deket sama kamu. Dia selalu ada disini. Di hati kamu" Adam menuntun tangan Putri ke dadanya.


"Tapi Putri mimpiin Mamah nangis peluk Putri" Adam terdiam tidak tau harus jawab apa.


"Kata nenek kalo Abi sama kaka udah nikah, Putri bisa manggil kaka nya Umi ya Bi" Adam mengangguk dan memberikan senyum pada Nabila.


"Iya. Baca doa sebelum makan dulu ya sayang" Adam terus mentuapi Putri, sedangkan piring Adam sendiri masih utuh.


Nabila yang duduk di sebelah Adam mengambil piring Adam. Di sendoknya Nasi dan laukpauk itu.


"Dam buka mulut kamu. Biar aku yang suapin" ucap Nabila membuat Adam tersenyum senang. Di buka nya mulut Adam dan Nabila mulai menyuapkan makanan ke dalamnya. Saat sendok ke tiga Adam menahannya.


"Kebalik Bil" ucap Adam. Nabila bingung.


"Engga kebalik ko. Aku pake tangan kanan" jawab Nabila.


"Bukan itu, harusnya kamu yang suapin Putri saya yang suapin kamu" kekeh Adam.


"Ah engga. Sama aja kamu ga makan Dam" ucap Nabila. Putri yang menunggu suapan Adam cemberut karena mereka malah ngobrol.


"Putri mau bukain kado lagi aja Bi. Udah kenyang"


"Bener udah kenyang?"


"Iya"


"Ya udah. Kado-kadonya di depan ya sayang, di tas gede" ucap Adam. Putri dengan cemberut turun dari kursi berjalan ke ruang tengah.


"Nah kalo sekarang gimana?" tanya Adam.


"Gimana apanya?"

__ADS_1


"Gini aja deh. Saya nyuapin kamu, kamu nyuapin saya" jawab Adam. Nabila tertawa.


"Dasar modus"


"Modusin istri sendiri ga apa-apa kan?"


"Ihh Adam" rengek Nabila malu. Akhirnya mereka saling menyuapkan makanan.


"Yang kamu ko udah abis lagi ya Bil?" tanya Adam.


"Ya iya lah. Aku kan dari tadi makan. Nih yang kamu setengah lagi. Aaaa" ucap Nabila menyodorkan sendoknya.


"Kaya bayi ya saya?" tanya Adam.


"Iya, bayi gede" jawab Nabila.


Setelah selesai acara makan suap-suapan mereka Nabila melirik jam dinding. 09.23.


"Dam. Aku mau siap-siap dulu ya. Mau ketemu temen jam 10" ucap Nabila.


"Iya Bil. Saya juga jam 10 ada rapat di Masjid" ujar Adam.


"Putri gimana?" tanya Nabila.


"Putri saya bawa. Banyak yang nanyain Putri di sana" Nabila mengangguk lalu bergegas masuk kedalam kamar di lihatnya hp nya. 2 pesan masuk dari Harry.


From: Harry


Bil gue Otw Bandung ya.


06.00


From: Harry


Bil gue udah di gasibu dari tadi. Lagi makan bubur.


09.20


To : Harry


Gue berangkat sekarang.


09.29


Nabila yang sudah mandi sejak jam 7 tadi langsung mengambil jaketnya dan mengganti celannya dengan celana pensil hitam tak lupa membawa tas selendangnya.


"Dam, aku berangkat sekarang ya. Putri, kakak pergi dulu ya" ucap Nabila buru-buru saat bertemu Adam yang membantu Putri membuka Kado.


"Tunggu dulu Bil" Adam berdiri dari duduk mendekati Nabila.


"Hati-hati di jalan ya. Walau pun buru-buru harus tetep dahuluin keselamatan. Jangan ngebut" pesan Adam dan tanpa di duga Nabila, Adam mengecup kening nya. Nabila mengerjapkan matanya beberapa kali. Pipi nya merah merona.


****


Bersambung..


Next??

__ADS_1


__ADS_2