Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
81


__ADS_3

Jakarta, 25


Matahari sudah menyelinap lewat sela-sela gorden. Tangan Nabila meraba-raba kasur sebelahnya, ia membuka matanya sedikit dan menemukan kasur yang kosong disebelahnya, Nabila mendengus sebal karena Adam sudah tak ada di sebelahnya, padahal selesai solat subuh tadi ia sudah mewanti-wanti agar dibangunkan jam tujuh pagi. Nabila berjalan lesu kedepan kamar mandi, diketuknya pintu kamar mandi beberapa kali.


"Adam" panggil Nabila didepan pintu kamar mandi. Hening.


"Adam" Nabila mulai mengetuk pintu kamar mandi kembali.


'Klek'


Nabila menengokkan kepalanya kebelakang, menatap Adam yang baru masuk kedalam kamar.


"Dari mana?" Tanya Nabila bingung.


"Dari balkon Bil. Kamu kenapa teriak-teriak?" Tanya Adam lebih bingung.


"Katanya sekarang liat restoran jam sepuluh, kenapa gak ngebangunin? Aku kan kalo mandi lama Adam, belum siap-siap" cerocos Nabila, Adam tersenyum menahan tawa.


"Saya udah bangunin kamu jam tujuh Bil, kamu nya gak bangun-bangun. Lagian ketemu nya di undur jadi jam 2 Bil, jadi tenang aja" jawab Adam santai.


"Alhamdulillah, jadi aku bisa tidur lagi?" Tanya Nabila antusias. Adam menggelengkan kepalanya.


"Mandi, bau." Adam menutup hidung nya membuat Nabila cemberut.


"Kita jalan-jalan yuk, kan kamu tau Jakarta" lanjut Adam.


"Mau, tapi gendong" rengek Nabila.


"Ya ampun Bil, kamu itu didepan kamar mandi" Adam menghampiri Nabila lalu membukakan pintu kamar mandi.


"Masuk" ujar Adam. Nabila tersenyum mendekati Adam, sedikit menjinjitkan kakinya dan mencium pipi Adam sekilas membuat Adam terdiam lalu milirik Nabila.


"Coba lagi" goda Adam. Nabila tertawa namun kembali mencium pipi yang disodorkan Adam.


"Peluk" rengek Nabila.


"Jangan banyak alesan, cepet mandi" ucap Adam namun tetap mengikuti kemauan Nabila, memeluknya. Lagi-lagi Nabila mencium pipi Adam, Nabila begitu mencintai suaminya ini, ia senang Adam tak bisa lama-lama jika marah pada Nabila.


"Nanti saya brewok-in ya, biar kamu gak ciumin pipi saya terus" ucap Adam gemas dengan sikap manja Nabila. Ingin rasanya Adam membuat Nabila terus bahagia bersama nya, ingin juga Adam seperti ini terus, tak ingin ada orang yang berusaha memisahkan mereka. Adam hendak membalas cium dipipi Nabila, namun sepertinya Nabila pun ingin mencium pipinya.


'cup' mata mereka bertemu, Adam sedikit mengerakkan bibirnya yang terasa sangat asing baginya. Seakan tersadar Adam langsung menjauhkan wajah mereka dan melepaskan pelukannya.


"Astaghfirullah Bil, kita lagi puasa" ucap Adam semakin menjauhkan diri dengan Nabila.


"Adam maaf" Nabila menutup bibirnya dengan tangan, saat ia tak sengaja mencium bibir Adam, jantungnya berdebar kencang. Keduanya terdiam sesaat dan Adam mencoba menghilangkan suasana canggung ini.


"Kamu nonton tv dulu aja, saya duluan yang mandi, biar langsung jalan-jalan" ucap Adam langsung masuk kedalam kamar mandi, meninggalkan Nabila yang masih mematung di depan kamar mandi.

__ADS_1


"Ih Adam, aku duluan yang mandi, dandan aku lama" teriak Nabila saat sudah tersadar.


"Gak apa-apa, saya tungguin. Udah kamu nonton tv dulu aja Bil" balas Adam berteriak dari dalam.


"Kirain kamu udah mandi"


"Belum" jawab Adam yang sepertinya mendengar ucapan Nabila.


"Jorok, pantesan bau" ucap Nabila usil.


"Enak aja" terdengar protesan Adam dari dalam, mambuat Nabila menggulum senyumnya.


°°°°


Setelah memasang seat belt Mikha melirik Harry.


"Beneran gak apa-apa kamu minta libur dadakan gini?" tanya Mikha masih ragu. Harry mengangguk.


"Gak apa-apa lah, kan yang gantiin nya juga banyak" jawab Harry mulai menjalankan mobil.


"Kita mau kemana sih Her?"


"Ke toko mainan" ucap Harry santai dan sukses membuat Mikha berkerut bingung.


"Mau ngapain ketoko mainan?" Harry tersenyum jahil sambil melihat Mikha.


"Eh iya Mik, kata ayah kita harus mulai cari WO"


"WO banya disana Her, nanti kita liat-liat dulu ya di Instagram hasilnya, yang menurut kita bagus nanti kita chat" jawab Mikha antusias, Harry mengangguk.


"Boleh deh. Oh iya, kamu liat gak ayah seneng banget waktu malem aku bilang mau ganti tanggal tunangan jadi langsung nikah aja"


"Iya Her. Makasih ya, aku seneng liat kamu sama ayah akur kayak gitu. Makasih juga udah mau buka hati buat aku" ucap Mikha senang, ia mengelus tangan Harry lembut.


"Makasih juga udah ngasih banyak kesempatan buat aku, padahal aku udah banyak ngecewain kamu" Mikha tersenyum senang mendengar nya.


"Sama-sama Her"


"Love you"


"Love you too" balas Mikha.


Sesampainya ditoko mainan Harry dan Mikha turun.


"Bisa main kartu UNO?" tanya Harry saat mereka sudah berdiri didepan rak mainan kartu.


"Bisa sih, tapi kalo berdua kayaknya kurang seru deh" komentar Mikha

__ADS_1


"UNO Stacko" ucap keduanya berbarengan.


"Kita beli ini ya, soalnya sepemikiran, bakalan seru juga" ucap Harry yang diangguki Mikha.


"Apa lagi ya?" tanya Harry.


"Emang mau beli berapa sih Her?"


"Harus banyak dong, kita kan mau seharian dirumah, biar gak bosen juga, nanti sore baru kita ngabuburit cari jajanan ya"


"Oke deh" jawab Mikha sambil menunjuk beberapa mainan, ada beberapa yang di angguki oleh Harry, namun ada juga beberapa yang di tolak oleh Harry.


°°°


Nabila berdecak sebal saat Adam lagi-lagi menjaga jarak dengannya. Bahkan sekarang pun di bangku taman, Adam lebih memilih duduk di depannya, menolak untuk duduk dipinggirnya.


"Kamu kenapa sih ngejauh terus" komentar Nabila.


"Ini lagi diluar Bil, jangan terlalu deket"


"Kita cuma pegangan tangan Dam, pegangan tangan" jawab Nabila gemas.


"Kamu peluk tangan saya terus" jawab Adam.


"Kita kan gak pacaran, kita udah nikah" lagi-lagi Adam tak bisa berdebat panjang dengan Nabila, akhirnya dengan pasrah Adam mengangguk.


"Mau ke mall gak Bil?" tawar Adam saat merasakan cuaca yang semakin panas disini. Adam belum terbiasa dengan terik panas seperti ini, mungkin Nabila yang sudah beberapa tahun di Jakarta merasa sudah biasa dengan cuaca ini, terlihat dari wajah Nabila yang masih semangat setelah berjalan-jalan menyusuri taman dan beberapa tempat di Jakarta.


"Mau mau mau" jawab Nabila semangat.


"Kita beli baju couple yuk, buat lebaran nanti" Adam mengangguk.


"Boleh, sekalian beli baju buat mamah papa ya"


"Mamah papa siapa?" tanya Nabila. Adam mengetuk pelan dahi Nabila.


"Mamah papa kamu sama mamah papa saya Bil, harus adil, nanti sirik-sirikan" Nabila tersenyum malu memperlihatkan giginya.


"Eh iya Bil, sekalian beli oleh-oleh khas Jakarta buat keluarga sama anak-anak masjid. Oleh-oleh Jakarta apa aja?" tanya Adam, Nabila berfikir sebentar.


"Banyak sih, ada dodol betawi, roti buaya, kue geplak, kue semprong, asinan Betawi, Bir pletok" Adam mengerutkan keningnya bingung, baru mendengar nama minuman yang terakhir Nabila sebutkan.


"Masa bir?" Komentar Adam bingung.


"Ih itu minuman rempah, bukan bir yang gituan, kalo di Bandung tuh kayak wedang lagi, sama-sama dari jahe, nih ya kita liat di google" Nabila mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik bir pletok.


"Meskipun dinamakan bir pletok, tetapi minuman yang satu ini tidak memabukkan dan juga tergolong minuman yang halal. Hal tersebut karena bir pletok dibuat dengan rempah-rempah tradisional, seperti jahe, daun pandan, serai dan beberapa bahan lainnya.

__ADS_1


Diberi nama bir pletok karena saat proses produksinya air tersebut akan direbus dan mengeluarkan suara meletup. Bir ini juga dikemas dengan menggunakan botol kaca dan juga dalam bentuk serbuk, sehingga dapat Anda jadikan buah tangan. Tuh Dam" Nabila membacakan artikel yang ia dapat. Adam hanya mengangguk tanpa berkomentar.


__ADS_2