
Tiga bulan setelah mereka berbulan madu ke Bali.
Nabila baru pulang dari kampusnya, ada dua kabar yang membuat Nabila senang hari ini. Yang pertama adalah judul skripsi nya sudah di setujui, dan yang kedua sebuah kejutan besar untuk Adam.
Sementara dimasjid, Adam sudah beberapa kali melirik jam dinding di sekre. Adam sudah berjanji pada Nabila akan pulang jam 4.
"Rapatnya sampai sini dulu ya teman-teman, untuk menyambut anggota baru minggu depan kita siapkan beberapa game, Akbar print formulir pendaftaran, untuk share di sosmed dan mading sudah bisa dari Magrib ini ya mulai di sharenya"
"Siap kak" jawab beberapa anggota.
"Makasih ya semua nya. Maaf juga saya cuma bisa kumpul seminggu sekali disini, soalnya rumah saya sekarang lumayan jauh"
"Gak apa-apa kok kak, lagian di chat juga kita terima arahan dari kakak, pembagian jadwal pengajar dan materi ngaji juga berjalan lancar" ucap Akbar.
"Tetep aja saya gak enak Bar. Perbulan depan kita pilih empat kandidat untuk ketua remaja masjid yang baru ya" Semuanya mengangguk mengerti, ini memang sudah keputusan Adam, awalnya semua tidak setuju jika Adam mengundurkan diri, namun setelah Adam menyakinkan semuanya jika Adam tetap akan menjadi anggota masjid, perlahan mereka pun menyetujui.
"Saya duluan pulang ya. Assalamualaikum semuanya"
"Wa'alaikumsalam kak" jawab semua yang ada di sekre mulai ikut berpencar keluar dari sekre.
Dengan semangat Adam menaiki motornya, entah lah Adam lebih suka berjalan kaki dan mengendarai sepeda motor jika sendirian, semacet apa pun jalan jika menggunakan motor akan lebih cepat sampai pikir Adam.
[Bil, saya pulang sekarang ya]
Pesan singkat Adam membuat senyum Nabila mengembang, ia baru selesai mandi dan berjalan ke arah lemari, memilih baju dress santai.
Setelah Nabila merasa cukup riasannya saat ini, ia mengeluarkan kotak hitam yang sudah ia beri pita hitam, lagi-lagi Nabila tersenyum.
'Adam pasti seneng banget' batin Nabila, ia berjalan ke tepi kasur dan menyimpan kotak itu di tengah kasur, tepat saat pintu kamar terbuka.
"Bil" panggil Adam ragu, berjalan pelan mendekati Nabila.
"Kita gak akan keluar rumah kan?" tanya Adam, Nabila sangat cantik dengan make up nya yang natural, rambut panjangnya terurai indah. Namun, Adam bingung karena Nabila tidak berhijab.
"Engga lah Dam, ini aku gak dikerudung, aku mau sore ini kita makan bareng, tadi pulang kuliah aku masakin masakan kesukaan kamu. Gak apa-apa kan dandan depan suami?" tanya Nabila.
"Gak apa-apa banget, kamu cantik" Adam berdiri disamping Nabila, membungkuk dan mencium Nabila sekilas.
"Oh iya, dalam rangka apa nih?" canda Adam. Nabila semakin mengembangkan senyumnya.
"Judul aku di-Acc" pekik Nabila girang sambil berdiri memeluk Adam.
"Alhamdulillah" jawab Adam lega.
"Kan judulnya di bantuin saya, dikasih hadiah gak nih?" Nabila mengangguk.
"Apa?" tanya Adam semakin mendekatkan tubuhnya pada Nabila.
"Tuh" Nabila menunjuk kotak ditengah kasur.
"Maunya ini" Adam menggoda Nabila, mengelus bibir Nabila lembut.
"Libur dulu ya Abi sayang" jawab Nabila sambil tertawa, Nabila mengalungkan tangannya pada leher Adam. Adam terdiam sebentar.
"Adem ngedenger kamu panggil Abi" komentar Adam.
"Jadi udah siap dipanggil Abi?" tanya Nabila.
"Siap umi" jawab Adam mendekatkan wajah mereka. Nabila sedikit memundurkan wajahnya.
"Cium aja ya" bisik Nabila, Adam sedikit cemberut membuat Nabila tertawa.
"Dede bayi nya udah jadi" bisik Nabila kembali.
__ADS_1
"Hah?" Adam menjauhkan wajah mereka. Nabila tersenyum dan mengangguk ringan membuat Adam semakin berfikir.
"Kamu hamil?" tanya Adam pelan.
"Buka dulu dong kado nya" Dengan cepat Adam mengambil kotak hitam dikasur. Betapa senangnya Adam saat mengeluarkan 3 testpack dengan garis 2 semuanya.
"Alhamdulillah Nabila, makasih" ucap Adam bahagia, ia memeluk Nabila erat.
"Bil saya seneng banget, udah periksa ke dokter kandungan?" tanya Adam semangat. Nabila mengangguk.
"Udah 6 minggu" jawab Nabila, Adam mencium kening Nabila lembut lalu mengusap perut rata Nabila.
"Jagoan abi sayang, sehat terus ya nak" ucap Adam lalu menciumi perut Nabila berkali-kali.
°°°°°
7 bulan kemudian.
"Umi" pekik Putri nyaring sambil naik keatas Sofa, mengelus perut Nabila lembut.
"Nama Dede bayinya siapa Umi" Tanya Putri.
"Kalo dede bayi nya laki-laki namanya Jafar Shafwan Firdaus, kalo dede bayi nya perempuan Namanya Ayra Mysha Naira, Sayang" Jawab Adak sambil mengelus perut Nabila lembut.
"Ohh, dede bayi nya dua Abi?" tanya Putri polos.
"Abi juga gak tau sayang, bulan depan dede nya lahir" jawab Adam.
Mamah Adam yang tengah memainkan ponselnya menoleh.
"Kenapa gak USG aja sih Dam? Mamah pusing milih bajunya, jadi Merah, Putih sama Biru semua" keluh mamah Adam.
"Kamarnya juga kita warnain Putih biru ya Bil. Gak apa-apa warna itu juga mah, bagus. Adam gak mau Nabila di USG mah, walaupun dokter itu perempuan apalagi laki-laki, nanti Nabila ngeliatin perutnya yang haram diperlihatkan untuk laki-laki dan perempuan mah, Aurat wanita muslimah terhadap laki-laki asing adalah seluruh tubuhnya. Sedangkan auratnya terhadap wanita adalah dari pusar sampai lutut.
Terus, Dampak negatif, saat kelamin janin gak seperti yang diinginkan bisa membuat orang tuanya kurang ridha dan menerima ketetapan Allah sehingga ia berdoa agar kelamin janinnya berubah. Jadi menurut Adam, kita nunggu aja sampe Nabila lahiran"
"Assalamualaikum" salam Safiq dan Tasya saat masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam" jawab Adam, Nabila, Putri dan mamah Ada.
"Papa mana Mah?" tanya Safiq.
"Papa lagi ke kampus Anisa, lagi ada urusan" jawah mamah Adam. Membuat Nabila teringat 4 bulan yang lalu ia wisuda dalam keadaan hamil 4 bulan. Itu pun dibantu Adam saat membuat skripsi, Nabila sadar ia telah menjadi mahasiswa terlama dikeluarganya.
"Kalian kapan nikah? Jangan pacaran aja" ujar Nabila pada Safiq dan Tasya.
"Kita gak pacaran Bil, kita cuma temenan" jawab Natasya.
"Temen tapi mesra?" ejek Nabila.
"Pacaran sesudah nikah itu enak bang, halal" ujar Adam.
"Iya iya, calon umi abi. Tahun depan juga kita udah nikah kok" jawab Safiq.
"Amin" sahut Adam.
"Putri, ikut papa yuk. Kita ke mall sama kak Tasya" bujuk Safiq.
"Ihh ngapain?" tanya mamah Adam.
"Jalan-jalan mah, sekalian beli mainan baru buat Putri" jawab Safiq.
"Ya udah, hati-hati dijalan ya" ujar Mamah Adam.
__ADS_1
"Iya mah, sini sayang" Safiq merentangkan tangannya pada Putri dan diterima dengan senang hati.
"Jangan lupa mainan buat dede bayi nya ya" ujar Nabila bercanda.
"Iya Nabila" sahut Safiq sabar.
"Nanti Putri beliin boneka yang banyak ya Umi" ujar Putri yang diacungi jempol oleh Nabila.
"Kita pamit dulu ya, Assalamualaikum" Pamit Tasya.
"Waalaikumsalam" sahut semuanya.
"Ke kamar yuk Bil. Kamu harus banyak istirahat, tapi pagi kan udah jalan sehat" ajak Adam.
"Yah, mamah sendirian dong Dam" keluh mamahnya.
"Kan ada TV mah" canda Adam.
"Ah kamu. Mamah juga mau ke mall aja deh" ujar Mamah Adam seraya berdiri.
"Ngapain mah?" Tanya Adam.
"Jalan-jalan Dam"
"Ya udah, hati-hati ya mah" ujar Nabila.
"Siap sayang, kamu lebih hati-hati ya"
Nabila mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.
"Hati-hati ya Bil" ujar Adam sambil mendudukan Nabila disisi ranjang, Nabila tersenyum lalu berbaring diatas ranjang.
"Mau minum gak?" tanya Adam.
"Engga" jawab Nabila.
"Dam, aku takut. Bulan depan aku masuk sembilan bulan, ngelahirin itu katanya sakit" Adam memutari ranjang lalu naik dan ikut rebahan diatas ranjang dengan tubuh miring menghadap Nabila.
"Pengorbanan seorang ibu emang besar Bil, mengandung selama sembilan bulan, ditambah sakitnya melahirkan. Belum selama satu tahun memberikan air susunya. Makasih ya udah ngejaga anak kita dengan baik" Adam mengelus perut buncit Nabila.
"Jadi anak yang baik ya sayang, suruh Umi kamu jangan gelisah. Semoga kamu jadi anak yang soleh ya sayang" Adam mencium perut Nabila dua kali, kiri dan kanan.
"Aminn" sahut Nabila.
"Aku selalu ada disamping kamu Bil, jangan takut lagi ya Umi sayang" ujar Adam seraya mencium kening Nabila lebut.
"Makasih ya Dam, kamu selalu bisa ngasih semangat buat aku. Setiap aku ngeluh atau cape, kamu selalu bisa bikin aku ketawa. Kamu Abi yang hebat gak pernah ngeluh waktu aku ngidam yang aneh-aneh, jam 2 malem bangunin kamu buat bikin nasi goreng"
"Saya cuma bisa ngelakuin itu Bil, karna yang saya tau kamu itu Umi yang paling hebat" puji Adam membuat pipi Nabila merona. Ia sangat bersyukur memiliki Suami seperti Adam, ia seakan teringat jalan cerita cinta mereka. Berawal dari sesuatu yang tak terduga, menikah secara paksa dan menjadi keluarga kecil yang bahagia.
Adam memeluk Nabila, dikecupnya kening Nabila lembut.
"Minggu depan saya mau fokus dirumah, gak akan ke restoran, biar kalo kamu butuh apa-apa saya selalu ada" ucap Adam pelan. Nabila mengangguk dan tersenyum.
"Tapi aku mau di sini dulu ya Dam, aku seneng rame-rame an gini dirumah mamah. Nanti kalo bayinya udah lahir kita pindah lagi kerumah kita" jawab Nabila.
"Iya umi sayang" Adam tak pernah bosan mencium kening Nabila.
"Makasih ya abi"
TAMAT
...Info: untuk Doa dan tentang USG aku dapetin di internet....
__ADS_1
Ahh akhirnya tamat juga, makasih ya tementemen semua🤗.
Tenang guys, author kasih bonus extra part yang banyak. Jadi gak akan ada pelakor atau yang gangguin Adam sama Nabila lagi🤭 Nanti author kasih cerita tentang kehidupan Adam Nabila sama Baby nya😍