
3 minggu setelah lebaran.
Hari yang ditunggu-tunggu Adam dan Nabila akhirnya tiba. Semuanya sudah mereka siapkan dengan baik. Adam tak bisa menahan senyumnya sedari pagi, ia sangat senang, ditambah melihat Nabila yang begitu cantik mengenakan gaun lengkap dengan hijabnya.
"Dam" rengek Nabila. Adam menolehkan kepalanya menatap Nabila.
"Kenapa sayang?" tanya Adam lembut, wajah Nabila cemberut.
"Pegel" keluh nya.
"Sama Bil, tau gini kita ngundang tamunya sedikit aja ya. Saya belum pernah nikah sih sebelumnya" jawab Adam. Baru saja Nabila ingin berkomentar, Adam sudah berbicara lagi.
"Tuh ada lagi tamu Bil, senyum dulu dong" bujuk Adam sambil tersenyum lebar membuat Nabila ikut tersenyum.
"Hey, maaf telat ya. Semoga sakinah, mawadah, warohmah. Ini kado dari gue" ujar Monik sambil memeluk Nabila lalu menjabat tangan Adam.
"Selamat ya" ujar pria dibelakang Monik menjabat tangan Nabila.
"Iya, makasih ya kalian udah dateng" ujar Nabila senang.
"Calon suaminya Monik?" Tanya Adam saat Rangga menjabat tangan Adam. Rangga hanya tersenyum sambil berkata "Doa in aja".
"Apaan sih. Kenalin ini Rangga, temen kerja"
"Tapi kalian cocok kok" goda Nabila. Pipi Monik bersemu merah.
"Ihh kalian, udah ah gue nyari Harry dulu. Kemaren dia nge WA, minta maaf" ucap Monik mengalihkan topik pembicaraan.
"Tuh Harry sama tunangannya" tunjuk Nabila.
"Eh iya itu ada, ya udah gue kesana ya bye" pamit Monik sambil menarik tangan Rangga.
"Kaya nya udah gak ada yang salaman lagi Dam, duduk yuk" ajak Nabila, Adam mengangguk lalu duduk terlebih dahulu dikursi pengantin.
"Bil" panggil Adam. Nabila yang tengah memperhatikan MC dan beberapa temannya menoleh menatap Adam.
"Apa Dam?" Tanya Nabila. Adam menatapnya dengan lembut, membuat hati Nabila lagi-lagi meleleh.
"Kamu cantik banget" puji Adam. Memperhatikan Nabila yang sangat anggun karena memakai gaun abu dan hijab yang indah. Kali ini bukan atas perintah Adam, melainkan atas kemauan Nabila sendiri. Saat acara lamaran selesai Nabila mengatakan sangat bahagia dan sudah siap berhijab. Sudah sebulan ini Nabila menetap untuk berhijab, bahkan tak segan-segan ia menghapus semua foto di instagramnya dan menggantinya dengan foto berkerudung.
"Ihh, kenapa sih sekarang suka ngegombal?" Tanya Nabila dengan pipi yang merona merah.
"Kan ngegombal ke istri sendiri" jawab Adam. Nabila mengangguk.
"Awas kalo ke cewe lain" Nabila memperingati.
"Gak akan lah sayang"
"Nanti kalo kita punya anak, panggilan buat kita apa?" Lanjut Adam, ia tak pernah bosan menatap wajah istrinya yang cantik ini.
__ADS_1
"Abi!" Pekik Putri dengan tangan yang memegang mahkota kecilnya. Putri sangat cantik mengenakan gaun kecil pilihan Natasya saat mereka jalan-jalan di Mall.
"Ehh anak Abi sayang, sini" Adam menggendong Putri dan mendudukannya ditengah, antara Nabila dan Adam.
"Mahkota nya kenapa sayang?" Tanya Nabila saat melihat wajah Putri yang cemberut sambil menatap mahkota ditangannya.
"Jatoh, terus potong ke injek Papa" adu Putri. Adam tersenyum menahan tawa lalu mengelus rambut Putri lembut.
"Papa Safiq nya sekarang kemana sayang?" Tanya Adam.
"Papa sama kak Tasya ke parkiran, kata kak Tasya di mobil masih ada mahkota kaya gini Abi"
"Abi, nanti kalo aku ulang tahun lagi kue nya kaya itu ya" ujar Putri sambil menunjuk kue pengantin.
"Kenapa Putri mau yang gitu?" tanya Nabila sambil sedikit tertawa.
"Kue nya gede, banyak, terus ada boneka kecil diatasnya" jawab Putri.
"Tapi sayang, itu namanya Kue pengantin. Kue ulang tahun beda lagi. Bonekanya juga gambar kartun. Nanti kalo Putri udah gede, terus nikah baru kue nya kaya gitu" ujar Nabila mengelus rambut panjang Putri.
"Abi, Putri kapan nikah?" tanya Putri pada Adam. Adam tersenyum lalu menatap Nabila.
"Bil, kenapa ngomongin nikah ke Purti sih?" ucap Adam yang bingung harus menjawab apa kepada Putri.
"Aku kan jawab jujur Dam. Kalo Putri udah gede"
"Putri nanti nikahnya kalo udah gede, kaya Abi" jawab Adam. Nabila menggelengkan kepalanya.
"Bil, emang kamu gak ketuaan juga?" balas Adam mengejek Nabila.
"Engga, aku masih muda" protes Nabila.
"Saya juga masih muda"
"Ihh muda apaan. Muda aku Adam"
"Kita cuma beda 1 tahun Bil" jawab Adam tak ingin kalah.
"Eh, lagi pada debat apaan sih? Putri sampe liatin kalian kaya gitu, Gak enak juga diliat tamu. Putri kenapa disini sayang? Papa Safiq mana?" tanya Mamah Adam.
"Itu Papa" tunjuk Putri kepada dua orang yang baru masuk gedung.
"Ya udah sini, kita ke papa Safiq ya" ujar mamah Adam sambil merentangkan kedua tangannya pada Putri. Dengan senang hati Putri menyambut uluran tangan dari neneknya itu untuk digendong.
"Keluarga om Yudha bentar lagi nyampe, kalian siap-siap berdiri lagi ya. Mamah tau ko kalian pegel" ujar mamah lalu pergi meninggalkan Adam dan Nabila.
"Yah, berdiri lagi Dam" keluh Nabila.
"Sabar sayang" Adam mengelus tangan Nabila yang lembut.
__ADS_1
"Eh kamu belum jawab Bil" ucap Adam mengingatkan.
"Jawab apa?" tanya Nabila bingung.
"Panggilan kita apa nanti?"
"Ohh, Umi Abi aja. Soalnya Putri juga udah manggil kamu Abi, jadi aku rasa lebih cocok dipanggil Umi Abi"
°°°°
Acara telah selesai beberapa menit yang lalu, semua tamu sudah pergi meninggalkan gedung. Hanya keluarga inti yang masih tersisa dan satu per satu pamit pulang.
"Kita pulang kemana? Rumah kita apa ke rumah Mamah?" tanya Nabila saat masuk kedalam mobil dan duduk disebelah Adam.
"Ke rumah kita lah Bil" jawab Adam santai lengkap dengan senyum indahnya.
"Atau kita mau nginep di hotel?" tanya Nabila, ia ingin ada suasana baru setelah pernikahannya. Adam menggelengkan kepalanya.
"Di rumah kita ya sayang"
"Kamu tidur aja bentar Bil, kalo udah nyampe saya bangunin" lanjut Adam. Nabila mengangguk sambil menyenderkan kepalanya dibahu Adam.
"Pak, berangkat sekarang" ujar Adam pada supir.
"Gak bisa tidur" gumam Nabila.
"Eh kirain udah mulai tidur" ucap Adam. Nabila hanya menggelengkan kepalanya. Adam menangkup pipi kiri Nabila dan memainkannya.
"Ih pipinya jadi gede" Nabila mengangkat kepalanya yang bersandar di bahu Adam lalu menangkup kedua pipinya sendiri.
"Enak aja, gak gendut" protes Nabila tak terima.
"Kalo gendut tuh bagus Bil, tandanya kamu bahagia sama saya" Adam mendekat kan wajahnya ketelinga Nabila.
"Mau tau gak caranya biar pipi gak gede" bikin Adam sangat pelan. Nabila sedikit berfikir lalu menengok kearah Adam.
"Apa?" tanyanya tak yakin.
"Kamu liat depan" bisik Adam. Nabila bergidik ngeri karena Adam terus berbisik kepadanya, namun Nabila menurut melihat kedepan.
"Apaan sih Dam" tanya Nabila bingung. Adam mencium pipi Nabila dua kali, membuat Nabila membalikkan wajahnya dan sedikit memukul Adam.
"Ih modus, dasar" ucap Nabila kesal.
"Gimana kalo bapak itu liat" bisik Nabila.
"Gak akan liat" bisik Adam kembali.
"Sini bobo" Adam menepuk bahunya.
__ADS_1
°°°°