
Sudah seminggu mereka melewati Puasa bersama dan hari ini Nabila puasa karena tamu bulanannya sudah selesai kemarin.
"Bil, besok jam 5 ke restoran ikut ya" ucap Adam saat memasuki kamar.
"Mau ngapain?"
"Kita buka bersama di sana bareng anak-anak panti Amanah" Adam duduk disebelah Nabila.
"Eh, tapi besok siang anterin aku ke Mall dulu ya. Aku mau beli baju muslim sama kerudung" Adam tersenyum lalu mengangguk. Tangannya mengelus kepala Nabila pelan.
"Kapan mulai di kerudung setiap hari?" tanyanya selembut mungkin, Adam tidak ingin Nabila merasa tersindir atas ucapannya. Nabila menatap Adam bersalah.
"Gak tau, aku belum siap pake kerudung tiap hari Dam"
"Ya udah, saya gak maksa kamu Bil kalo kamu emang belum mau" ucap Adam lembut berusaha menyembunyikan kekecewaan nya.
"Maafin ya. Nanti aku usahain deh" Adam mengangguk.
"Banyakin diem dirumah aja ya, gak apa-apa kok didalem rumah kamu gak pake kerudung, kan cuma ada saya sama Putri. Kalo keluar baru dikerudung"
"Ohh, emang boleh di dalem rumah gak dikerudung? Aku kira kalo udah dikerudung ya harus dikerudung dimana aja, Risti juga didalem rumah dikerudung" tanya Nabila membuat Adam sedikit bingung.
"Ya kalo dirumah cuma nya cuma ada suami, anak, atau orangtua ya ga apa-apa Bil. Kalo dirumahnya ada temen cowok ya beda lagi ceritanya, kamu harus pake kerudung karena dia bukan suami kamu" Nabila mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Putri udah tidur?" Adam mengangguk.
"Udah, kalo Putri kadang suka manja kalo mau tidur dia harus dielus dulu kepalanya sampe tidur. Makannya saya lama tadi dikamar Putri"
"Ohh, Dam udah lama gak diceritain lagi sebelum tidur" cengir Nabila.
"Kok saya berasa punya anak dua ya" canda Adam.
"Ihh, aku juga kan pengen dimanja sama suami sendiri" jawab Nabila terus membujuk Adam agar menceritakan cerita tentang islam lagi.
"Oke lah. Saya cuci muka dulu ya, kamu udah?" Nabila mengangguk semangat. Setelah Adam mencuci mukanya mereka berbaring diranjang. Kali ini Adam bercerita tentang Nabi Luth A.S yang belum Nabila tahu.
***
"Adam lagi mau nganterin Nabila ke Mall" Nabila yang sedang menyisir rambutnya memperhatikan Adam yang tengah serius menerima telepon dari Mamahnya.
"Iya Mah, nanti kita ketemua di restoran aja langsung. Jam 4"
"Iya, nanti Adam ajak. Assalamualaikum Mah" Adam mematikan telepon nya setelah Mamah nya menjawab salamnya. Nabila jadi teringat cara ia mengangkat telepon orangtuanya, di awali dengan Hallo dan di akhiri dengan Bye.
"Bil. Mumpung masih jam 11, kamu telepon Mamah kamu" Nabila mengerutkan keningnya.
"Buat?"
__ADS_1
"Mamah papa kamu juga ikut. Mamah mau ketemu calon basannya katanya" Adam tersenyum saat mengingat perkataan mamah nya tadi, bukan Calon tapi udah besan Mah. Batin Adam.
"Kalo Mamah sama Papa keceplosan kita udah nikah gimana Dam?"
"Gak usah takut, kita emang udah nikah Bil. Oh iya, kamu udah cinta ke saya belum?" tanya Adam tiba-tiba. Nabila membelalakan matanya, ia bingung harus menjawab apa. Pipinya merah seketika menahan malu.
"Ihh kenapa nanya itu?"
"Kan kata kamu kalo kita udah saling cinta kita bakalan bilang ke Mamah Papa saya Bil. Sekalian ngadain resepsi pernikahan"
"Ihh ngomongin itunya nanti aja. Aku mau nelepon Mamah dulu" Adam mengangguk. Ia tau Nabila tengah malu saat ini, terlihat dari pipinya yang merah dan tingkahnya yang gugup. Padahal Adam cuma bertanya 'udah cinta ke saya belum?'
--
Sesampainya di Mall mereka memasuki toko baju muslim. Nabila memilih beberapa potongan baju muslim dan beberapa pasmina.
"Saya ke toilet dulu ya Bil" pamit Adam. Nabila mengangguk lalu memilih-milih baju kembali.
Adam bergegas menuju toilet pria. Setelah keluar dari toilet Adam berjalan kembali menuju toko baju tempat Nabila masih memilih baju, sebenarnya harus berapa lama lagi seorang perempuan jika sedang membeli baju selesai? Sudah dua jam dan Nabila baru memilih tiga baju muslim. Tiba-tiba Adam menghentikan langkahnya. Seorang perempuan berjalan melewatinya dengan santai seperti mereka tidak pernah mengenal sebelumnya.
"Tasya?" gumam Adam namun terdengar oleh perempuan itu hingga menghentikan langkahnya dan menatap Adam. Ia tersenyum kearah Adam. Adam mendekati perempuan yang sudah lama ia tunggu.
"Assalamualaikum. Natasya?" perempuan itu mengangguk.
__ADS_1