Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
42


__ADS_3

"Maaf ya Bil. Jujur saya sempet kegoda, tapi untungnya ada yang ngetuk pintu waktu itu. Saya jadi sadar, saya terus nolak ajakan perempuan itu"


"Dasar perempuan murahan! Ga malu apa ngegoda suami orang!" geram Nabila. Dirinya saja yang berstatus sebagai Istri Adam tidak berani menggoda Adam seperti itu. Jadi dalang dari semua ini Harry! Kalau beneran Harry mencitai Nabila kenapa tidak dari dulu ia ungkapkan, bukan mengungkapkan saat Nabila sudah memiliki suami!.


"Sttt" Adam meletakan jari telunjuknya di bibir Nabila.


"Di dunia ini ga ada yang mau jadi wanita murahan Bil, semuanya pasti punya alasan. Kamu tau? Perempuan itu rela bekerja seperti itu untuk keluarganya. Ibunya sakit dan sekolah adik nya belum di bayar. Jadi kita harus selalu bersyukur ya Bil, kita udah di kasih rejeki yang cukup sama Allah" Nabila terdiam. Ia jadi merasa bersalah kepada kedua orang tuanya. Papa kerja untuk kuliah Nabila, tapi apa? Nabila malah memilih menjadi model dan menomor duakan kuliahnya, harunya Nabila sudah lulus dari tahun kemarin tapi dengan santainya menunda membuat skripsi yang menurutnya Ribet terus menerus. Bahkah tidak segan-segan Nabila memilih Cuti kuliahnya selama setahun. Sedangkan di luar sana ada perempuan yang melakukan pekerjaan seperti itu hanya untuk membiayai sekolah adiknya dan berobat ibunya. Mengingat hal itu membuat Nabila jadi malu sendiri.


"Iyah Dam. Tapi kamu ga apa-apa kan?" tanya Nabila.


"Ga apa-apa Bil. Alhamdulilah ada yang buka pintu kamar itu, Jadi saya bisa kabur"


"Pulangnya naik apa?"

__ADS_1


"Naik kendaraan umum" Mereka terdiam.


"Maaf ya aku percaya perkataan Harry. Soalnya dia bawa-bawa Putri yang bukan anak kamu, terus dia juga bilang kamu jaga jarak terus sama cewe, kamu ga tertarik sama cewe"


"Iya saya maafin. Saya tertarik lah Bil, Insyaallah cuma sama kamu aja saya tertarik karena kamu itu perempuan halal saya. Tapi, Kalo saya bilang saya mantan playboy kamu percaya?" Nabila mendongkakan kepalanya menatap Adam.


"Percaya ga percaya sih Dam. Kalo dari tampang kamu aku percaya kamu banyak pacarnya, tapi.. Kalo dari sikap kamu, aku kurang yakin" jawab Nabila jujur. Sikap Adam yang selalu menjaga jarak dengan setiap perempuan membuat Nabila tidak yakin jika Adam seorang playboy.


"Dulu, sebelum saya pindah ke sini dan saya belum gabung sama remaja masjid. Saya suka ganti-ganti pacar dan yang terakhir itu namanya Natasya, bahkan saya ga segan-segan meluk dia di depan orangtua saya waktu itu. Tiba-tiba dia pergi dan saya disuruh nunggu 4 tahun, oke saya setia nunggu dia. Dan sekarang udah 5 tahun dia belum kembali, saya pikir sih dia udah nemuin jodohnya disana dan saya udah nemuin jodoh saya di sini. Setahun yang lalu Kakak saya pulang ke rumah bawa anaknya, Putri. Saya liat putri anaknya pemurung, pendiem, suka nangis dan saya juga liat Kakak saya suka ngebentak Putri. Saya kasian dan memilih untuk mengangkat Putri jadi anak saya aja, tapi kakak saya ga mau liat saya sama Putri ada di rumah Mamah Papa jadi dengan terpaksa saya harus pindah kesini, jarak ke kantor lumayan jauh dan saya sering telat. Papa saya lama kelamaan kesel kayanya, jadi kerjaan saya di ganti sama Kakak saya. Saya milih bikin usaha restoran aja, soalnya ga perlu bulak-balik kesana, seminggu sekali juga bisa. Orang pertama yang nyapa saya itu Akbar, dia ngajak saya ikut kajian islami di masjid, saya tertarik. Mulai dari situ saya mulai rajin ke masjid, mulai belajar ngaji lagi dan saya juga mulai masuk remaja masjid. Suatu hari saya pernah nanya ke Akbar, iseng aja sih saya nanya 'punya pacar ga Bar?' dengan santai Akbar ngejawab 'engga Ka. Saya paling anti sama pacaran. Karna, emang sih ga semua pacaran itu berbuat zina. Tapi, yang saya tau kebanyakan zina itu berawal dari pacaran. Bukannya kita udah di peringatkan jangan dekati zina. Lagian saya masih sekolah belum ada niat nikahin putri orang, saya belum punya apa-apa'. Dari situ saya mulai sadar Bil, bener kata Akbar. Kadang saya suka malu sendiri sama kelakuan saya dulu. Jadi, saya juga mulai jaga jarak, jaga pandangan dari semua perempuan" ucap Adam panjang lebar.


"Emang waktu itu kamu kerja jadi apa di kantor?"


"Di kantor papa?. Ah, cuma karyawan Bil. Udah ah cerita-ceritaannya, bentar lagi magrib mending kita siap-siap ambil air wudhu" Adam berdiri dari duduknya dan diikuti Nabila.

__ADS_1


"Sekarang Tarawih ya?" tanya Nabila antusias. Adam mengangguk.


"Iyah, sebelum Isya kita berangkat ke masjid ya"


"Aduh, besok sahur pertama Dam. Aku takut belum bangun"


"Nanti saya bangunin"


"Oke" Adam pergi terlebih dahulu dan diikuti Nabila dari belakang yang sedang tersenyum bahagia karena ia mendapatkan sosok pria idaman nya. Baik, soleh, tampan, sabar, ga suka ngebentak, dan mampu membuat Nabila nyaman.


***


Oke, di tunggu Vote dan komentarnya ya. Share juga😂.

__ADS_1


Mau Up gila lagi?🤣


__ADS_2