
Menikah itu sangatlah manis saat baru dimulai, tapi lebih manis lagi kalau tidak pernah berakhir.
Happy Reading..
Suara Adzan subuh mulai berkumandang. Adam pun mulai membuka matanya, bangun dari mimpi nya.
Adam merasa seperti ada sesuatu yang menempel di perut nya.
"Astagfirullah" di tepisnya tangan Nabila dengan kencang. Membuat Nabila terbangun karena terkejut.
Adam duduk dan menormalkan detak jantungnya. Ada apa dengan dirinya? Adam lupa bahwa kemarin Nabila sudah sah menjadi istrinya.
"Adam! Kenapa sih lo? Gue kaget!" protes Nabila membuat Gue-lo nya keluar lagi. Dengan mata yang masih mengantuk Nabila duduk dari tidurnya. Ditatap nya dengan kesal wajah Adam.
"Maaf, saya kaget. Tangan kamu di atas perut saya" Nabila melotot. Cuma gara-gara itu Adam langsung syok? Kaya nya Putri bukan anaknya. Cuma gara-gara tangan nya ada di atas perut Adam langsung di tepis? Harusnya Adam ngangkat lembut tangan Nabila, bukan ditepis kaya tangannya itu kotoran yang sangat menjijikan. Hemm, tiba-tiba pikiran jahil nya muncul.
"Emang belum pernah ya perut kamu di pegang sama cewe?"
"Saya udah tobat" jawab Adam spontan membuat Nabila terkejut. Udah tobat? Berarti udah pernah? Berarti beneran putri anak kandung dia.
"Hah? Tobat? Berarti udah pernah?"
"Ehh apaan? Astagfirullah, engga. Maksud saya. Saya mau solat subuh dulu" wajah Nabila semakin bingung, dengan cepat Adam masuk kedalam kamar mandi mengambil wudhu dan untuk menenangkan pikiran nya.
"Ihh kenapa sih tuh cowo GJ! Hmm, ada yang ga beres nih. Jadi penasaran gue" ucap Nabila kesal namun pelan.
__ADS_1
Dilihatnya hp Adam yang tergeletak di dekat lampu tidur. ingin rasanya Nabila mengambil hp itu namun Adam sebentar lagi pasti susah keluar dan akan solat.
"Kamu ga tidur lagi Nabila?" tanya Adam melirik Nabila sekilas lalu membuka lemari mengambil sarung, kopiah, dan sejadah.
"Ga ngantuk Dam. Mau ngeliatin suami aku solat aja" cengir Nabila. Adam menggelengkan kepalanya pelan mendengar candaan Nabila. Apakah benar itu hanya candaan? Adam memang suaminya. Adam pun menggelarkan sejadahnya ke kiblat yang membelakangi tempat tidur.
Adam tidak melaksanakan solat subuhnya di masjid seperti biasa karena diluar sana hujan lebat dan jam 8 nanti ia harus berangkat kerumah Mamah Papanya.
'Allahuakbar' ucap Adam mengangkat setengah kedua tangan nya.
Nabila yang melihat Adam sudah memulai solatnya langsung mengambil hp Adam. Nabila senang karena hp Adam tidak di kunci, di lihatnya wallpaper hp itu. Menampilkan gambar Adam yang sedang memeluk Putri didalam sebuah restoran kuliner Indonesia, di sebelah kanan Adam terlihat Anisa yang bergandengan dengan wanita Amerika asli yang mungkin saja ibu mereka karena sangat mirip dengan Adam dan Anisa. Sedangkan di sebelah kiri Adam terdapat dua orang pria yang menggunakan jas formal. Ayah Adam sepertinya orang Indonesia asli, tampak ramah. Sedangkan pria di sebelahnya sangat terlihat angkuh, tegas, berwibawa, tampan, namun dalam foto tak ada senyum bahagia seperti yang lain nya.
Nabila membuka galeri Adam, terdapat beberapa folder di galeri itu, pilihan Nabila langsung pada folder terakhir yang menampilkan sosok perempuan. Di buka nya folder itu dan sangat banyak foto yang menampilkan wajah wanita Rusia. Di kliknya satu foto yang menampilkan Adam sedang merangkul seorang wanita asing berambut pirang itu, wajah nya seperti turis. Tapi menggunakan seragam putih abu pendek. Sedangkan Adam menggunakan pakaian seperti anak kuliah dengan tas hitam di punggung nya. Mereka berdua tersenyum senang.
"Assalamualaikum" Nabila terkejut mendengan suara Adam yang sedang mengakhiri solat nya. Nabila segera mengembalikan hp itu di tempat semula.
"Ko cepet banget sih Dam?" tanya Nabila heran.
"Iyah mungkin, Dam" jawab Nabila dengan wajah cemberut. Mau jujur? Ga berani. Bohong? Udah Keseringan.
"Mata kamu keliatan kurang tidur Bil. Kami tidur lagi aja, nanti pagi saya bangunin" Nabila hanya mengangguk karena matanya benar-benar sudah terasa berat menahan kantuk.
"Ya udah, gue eh, aku tidur duluan ya Dam" Nabila menarik selimut berwarna merah gelap untuk menyelimuti dirinya kembali.
"Jangan lupa baca doa"
"Iyah"
__ADS_1
Nabila sudah terlelap sedangkan Adam memutuskan membaca Al-Qur'an.
Udara sejuk dan matahari sudah terbit dari timur. Hujan sudah mereda meninggalkan embun sejuk.
"Nabila bangun" Adam membuka jendela kamarnya agar matahari bisa masuk kedalam. Di bukanya selimut yang membalut tubuh Nabila.
"Dingin Dam. Bentar lagi" Nabila menarik kembali selimutnya.
"Udah jam 7 Bil" Adam menarik lagi selimut itu.
"Ihh. 15 menit lagi" Nabila ingin menarik selimut tapi Adam lebih dahulu membawa selimut itu di pelukannya.
"Adam! Dingin, sebentar lagi deh. Pliss" Nabila bangun dari tidurnya lalu duduk di ranjang dengan wajah memohon.
"Kalo dingin cepetan mandi, biar kamu seger Bil. 1 jam lagi kita berangkat" ujar Adam mulai melipat selimut itu.
Nabila mengucek matanya malas. Di tatapnya jam di dinding kamar.
"Ya ampun Dam, ini baru jam 7 kurang"
"Ga ada alesan Bil. Cepet mandi"
"Ihh kenapa jadi tukang maksa sih!"
"Kata mamah kamu, saya harus ngedidik kamu buat ga males-malesan. Ini amanat Bil"
__ADS_1
"Iyah-iyah aku mandi! Eh, tapi aku takut Dam"
"Takut?" Adam mengkerutkan keningnya.