
Monik memandang tangan nya yang di tepis Adam. Apa sehina itu kah tubuhnya?.
"Kalo lo mau bantu gue, ya udah kita lakuin hal itu. Dan maaf kalo tangan gue yang hina ini nyentuh lo" gumamnya pelan tanpa menatap Adam dan terus memandang tangan nya yang berada di sebelah pahanya sendiri sambil tersenyum kecut, miris. Adam memandangnya bingung. Apa ia sudah membuat hati wanita ini terluka?.
"Maaf, tapi bukan maksud saya menghina kamu. Kamu bukan Mahrom saya. Dan kamu harus tau .Siapa saja yang boleh kau pegang tangannya?
Ingat dalam hadis shohih disebutkan bahwa jika kepala kita ditusuk besi itu LEBIH BAIK DARIPADA MEMEGANG wanita asing (alias yang bukan mahrom)"Sumber: Line...
"Jadi itu sudah sangat jelas, memegang tangan seorang wanita yang bukan mahrom saya adalah Dosa Besar. Dan jika kamu ingin. Saya punya restoran yang tidak terlalu besar, kamu bisa kerja disana jika kamu ingin berhenti dari pekerjaan ini"
__ADS_1
"Tapi gue cuma lulusan SMP" "Saya tidak memandang lulusan apa pun. Asal kamu giat bekerja, insyaallah kebutuhan keluarga kamu terpenuhi dan saya janji akan membantu kesusahan mu"
Monik bimbang. Apakan Adam berkata dengan sungguh-sungguh atau hanya membujuknya agar terlepas dari perbuatan ini. Hati Monik bimbang dan gelisah, Monik takut Adam akan pergi dan tidak membantu perekonomian keluarganya. Apa benar Adam pemilik restoran?.
Adam yang melihat keraguan di wajah Monik tersenyum.
"Tenang Monik, saya bukan penipu. Jika kamu ingin bekerja di tempat kerja saya juga boleh, kamu bisa cari saya di masjid Al-Iqra, jl.kubus 5. Besok pagi saya akan mengganti kan bayaran Harry untuk kamu.."
"Ya udah, Lo ambil kunci itu. Gue bebasin Lo" Monik menunjuk kunci kamar yang berada di atas ranjang dengan matanya.
__ADS_1
"Alhamdulilah. Eh, Harry?" tanya Adam ragu-ragu.
"Ck, udah lo tenang aja. Harry masalah gue. Gue yakin Harry gak akan berani buat kirim cewek kaya gue lagi ke lo. Gue udah ada alesannya" baru saja Adam ingin bertanya apa Alasannya. Pintu sudah terbuka dan dua orang laki-laki masuk kedalam. Hati Adam mendadak kesal melihat wajah Harry, dan laki-laki satunya lagi. Mengapa tidak ada yang menolong nya dari tadi, kalau sudah jelas-jelas ada kunci diluar pintu ini.
Flashback And.
Reflex Monik mengatakan bahwa Adam gay, karna jujur saja Monik belum memikirkan alasan yang jelas untuk meloloskan Adam tadi. Namun sepertinya mengatakan Adam gay cukup baik, mungkin saja Harry tidak akan mengganggu Adam lagi dengan wanita penggoda seperti diri nya.
"Kok ada ya cowo kaya gitu! Cowo itu ganteng, soleh, imannya kuat. Kapan gue bisa punya suami kaya gitu?" gumam Monik. Lalu dengan cepat menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ck, cewe kotor kaya gue ga mungkin dapet cowo baik-baik kaya dia" gumamnya lagi.
°°°