Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
26


__ADS_3

Keesokan pagi nya Adam dan Putri sudah siap untuk lari pagi. Sedangkan Nabila masih terlelap tidur. Subuh tadi setelah solat Nabila meminta ijin pada Adam untuk tidur karena tubuh nya masih lelah karena kemarin.


Saat Adam pulang dari olahraga nya bersama Putri, Nabila sudah siap-siap dengan pakian rapinya. Nabila pamit kepada Adam untuk kerumah orangtua nya. Nabila tidak ingin berlama-lama bersama Adam untuk waktu yang dekat ini, Nabila takut Adam masih akan terus mempertanyakan tentang Perceraian mereka. Dan Nabila tidak ingin itu terjadi! Lebih baik Nabila melarikan diri dari pada harus menjawab pertanyaan Adam yang tidak pantas untuk di jawab.


***


Setelah sholat Isya, Adam dan anggota remaja masjid lainnya kumpul rapat. 3 hari lagi bulan Ramadhan yang di tunggu-tunggu akan tiba. 30 hari manahan lapar, nafsu/diri untuk mengharapkan ridho ilahi.


Setelah Sholat Ashar tadi Adam pulang kerumah bersama Putri tapi Nabila belum pulang dan saat Magrib tadi pun Nabila belum juga pulang. Apakah Nabila masih marah pada Adam karena kejadian malam kemarin?. Adam memutuskan langsung memulai rapat agar jam 9 malam ini bisa pulang. Adam ingin meminta maaf kepada Nabila jika memang benar perkataan Adam semalam menyinggung perasaannya.


Jam 9 sudah lewat 10 menit, Adam pamit pada semuanya. Di genggamnya tangan Putri yang berjalan di sisi Adam sambil bercerita tentang indah dan hikmahnya bulan Ramadhan. Sahur lalu sholat subuh bersama, saat buka Puasa dilanjutkan sholat tarawih.


Saat sampai di rumah Adam langsung penggantikan baju Putri dan menidurkan Putri, setelah Putri terlelap tidur Adam menutup kamar Putri pelan. Adam masuk kedalam kamarnya, di lihat nya Nabila yang sudah terlelap tidur sambil memeluk erat guling seakan tidak ingin melepaskan guling itu.


Adam pun mengganti bajunya lalu tidur di sebelah Nabila, tak lupa membaca doa sebelum tidur.


***


08.00


Jakarta


"Hallo?" gumam seorang  wanita dengan suara serak.


"Monik. Lo ga lupakan janji kitakan?"


"Eh iya gue lupa. Bentar gue siap-siap dulu"

__ADS_1


"Ya udah jam 10 gue jemput lo" Harry langsung menutup sambungan teleponnya.


"Sekarang Monik, kemaren Nabila. Udah jelas-jelas sama Mikha anaknya Pak Toni. Kurang apa lagi gadia itu Her?" Harry mengalihkan pandangannya ke belakang, Ayah nya sedang meminum kopi dengan santainya.


"Monik cuma temen Harry yah. Cuma Nabila yang Harry pengen! Mikha terlalu polos"


"Huh. Anak jaman sekarang bodoh, yang polos di sia-siain. Yang urakan di perjuangkan" gumamnya namun Harry masih bisa mendengar.


"Aku ke kamar dulu. Mau siap-siap, Yah" Harry lebih memilih diam di dalam kamar dari pada harus menanggapi omongan Ayah nya yang keras kepala.


Sedangkan di Bandung..


Adam sedang Nabila agar mau berbicara dengan nya. Subuh tadi mereka sholat berdua dan sampai sekarang Nabila tidak bertanya apa-apa, jika Adam bertanya Nabila baru menjawab lalu menghindar.


"Nabila" Adam mengetuk pintu kamarnya, pagi ini Adam memasak sendiri untuk sarapan mereka bertiga. Akhirnya setelah 4 kali panggilan Adam, Nabila menjawab.


"Maaf kalo omongan saya bikin kamu sakit hati, saya ga sengaja Bil. Sekarang kita sarapan dulu yu Bil" bujuk Adam dari luar. Putri hanya diam menunggu mereka berdua agar Sarapan di mulai.


'Klek' pintu di buka.


Tiba-tiba Nabila memeluk tubuh Adam erat. Adam yang tidak menyangka akan di peluk terlihat syok sekaligus bingung.


"Adam. Jangan ngomongin cerai lagi ya. Aku ga mau kita cerai" gumam Nabila sambil tetap memeluk Adam. Adam melepaskan pelukan Nabila pelan lalu tersenyum.


"Iya, saya janji Bil. Maaf kalo perkataan saya waktu itu bikin kamu sedih" Nabila mengangguk.


"Maaf juga udah ngehindarin kamu dari kemaren, aku takut kamu nanyain lagi tentang cerai"

__ADS_1


"Saya kan kemaren cuma nanya Bil, mulai sekarang kita harus mulai terbuka ya. Biar ga akan salah paham lagi" Nabila mengangguk.


"Tapi kan Ak.." omongan Nabila terhenti saat Putri datang.


"Abi, sarapan sekarang yuk. Putri laper" Putri menarik ujung baju Adam. Adam tersenyum.


"Ajakin juga ka Nabilanya sayang. Oh iya, mulai sekarang Putri manggil ka Nabila Umi ya sayang" Putri mengangguk sedangkan Nabila merona.


"Udah siapkan di panggil Umi?" tanya Adam pada Nabila.


"Apa sih Dam! Yuk Putri sayang, kita sarapan sekarang aja" Nabila memegang bahu Putri lalu menggandeng tangan Putri ke meja makan, sedangkan Adam mengikuti mereka dari belakang.


****


Bersambung.


Next part? 'Umi Baru'


Part selanjutnya mencerikan tentang kejadian 'Fitnah' yang akan menimpa Adam.


Vote


Vote


Vote


Komen

__ADS_1


__ADS_2