Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
38


__ADS_3

"Thank's" gumam Rifqi lalu membuka sepatu futsalnya.


"Buat?"


"Udah ngingetin gue"


"Ohh, Iya. Saya tunggu di dalem ya, lo ambil wudhu dulu"


"Lo udah wudhu?" tanya Rifqi.


"Udah di rumah"


"Oke, lo duluan aja. Tuh udah mau mulai"


****


"Saya ke masjid dulu ya Bil" pamit Adam setelah selesai shalat Isya.


"Iya. Aku anter sampe depan ya"


"Ga usah. Dingin di luar" Nabila menggelengkan kepalanya.


"Sampe pintu aja deh. Yayaya"


"Iya"

__ADS_1


Sesampainya didepan pintu.


"Saya pergi dulu ya. Assalamualaikum" Nabila menahan tangan Adam, membuat Adam mengerutkan keningnya bingung.


"Aku mau salam dulu Adam" ucap Nabila lalu mencium tangan Adam.


"Tumben?" canda Adam.


"Ihh, bukan salah aku ya dari kemaren-kemaren gak salam. Kamu gak pernah ngasih tau aku, ini juga aku tau dari internet" jujur Nabila.


"Iya, saya takut kamu nya gak mau Bil. Maaf ya. Emmm..."


"Apa?" tanya Nabila bingung karena Adam menggantungkan kata-katanya. Namun tiba-tiba Adam mencium kening Nabila lembut membuat tubuh Nabila menegang. Hati nya berdebar sangat cepat.


"Waalaikumsalam Adam"


"Muka kamu kenapa merah?" goda Adam.


"Ihh tau ah. Udah cepetan sana, keburu malem" dengan cepat Nabila menutup pintu rumah. Bukannya tidak sopan, Nabila malu dan tidak bisa lagi menutupi wajah merahnya. Nabila memegang dadanya yang berdebar senang. Sedangkan di luar sana Adam tersenyum bahagia dan penuh syukur. Baru beberapa langkah Adam berjalan, sebuah motor berhenti di depannya.


"Eh Abi. Assalamualaikum" Adam mencium tangan Abi. Abi tersenyum.


"Waalaikumsalam Dam, tadinya Abi mau kerumah kamu. Maaf ya Abi sama Risti ga bisa ikutan rapat, mau ada acara syukuran di rumah Pak Syahrul. Pa Ismail juga di undang, jadi Adam sama anggota IRM(Ikatan Remaja Masjid) lainnya pada rapat biasa aja. Dana pesantren kilat udah cair kan?"


" Alhamdulilah, udah cair Bi. Iya gak apa-apa Bi, Pa Ismain juga udah bilang kemaren di undang syukuran. Aduh jadi ngerepotin nih, Abi sama Risti sampe nyamperin saya" Adam melihat ada yang berubah dari sikap Risti, menjadi agak pendiam sekarang.

__ADS_1


"Gak ngerepotin Dam, sekalian jalan-jalan dulu bentar. 2 bulanan lagi Masjid yang deket rumah beres renovasi nya, bakalan jarang kesini. kalo setiap hari shalat di sini kan gak enak sama warga disana, lagian deket juga sama rumah, tinggal jalan. Tapi Abi usahain seminggu sekali ke Masjid Al-Iqra" Adam mengangguk mengerti.


"Renovasi nya cepet ya Bi?. Wahh nanti anggota IRM bakalan kangen sama Abi dan Risti, soalnya ketemu nya cuma seminggu sekali"


"Iya, permintaan warga Dam, jadi di percepat. Saya pulang dulu ya Dam. Titip salam ke Nabila ya Dam, kalian main aja ke rumah, kasian Ristri ga ada temennya" canda Abi yang dijawab anggukan Adam.


Sedangkan dilain tempat.


Harry sedang menyusun kata-kata yang tepat agar Nabila percaya pada nya besok.


"Her!" Monik duduk disebelah Harry. Kini pakaian hanya kaos dan celana jeans hitam, tidak seperti tadi.


"Apa? Pulang? besok sore" jawab Harry lalu fokus kembali merancang kata-kata. Monik membuang nafasnya keras.


"Bukan itu!"


"Terus apaan? Bayaran? Gue kasih harga biasa aja ya, kan lo gagal" jawab Harry cepat lalu mulai berfikir lagi.


"Oke deh gak apa-apa, lumayan. Oh iya, nama cowok tadi siapa?"


"Cowok? Yang punya Apartment ini?"


"Bukan! Yang lo suruh gue godain"


"Ohh Adam, emang kenapa?"

__ADS_1


__ADS_2