Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
29


__ADS_3

"Lo duluan" Adam mengangguk, namun saat Adam sudah masuk pintu di kunci dari dalam sebelum Harry masuk oleh seorang wanita yang sedang mengenakan pakaian tidur tipis berwarna hitam. Memperlihatkan lekukan tubuh nya.


"Astagfirullah!" Pekik Adam. Wanita itu tersenyum menggoda sambil mencabut kunci dari pintu lalu memutar-mutarkan kunci itu di jari telunjuknya.


"Hay" senyum genit.


"Kamu kakak nya Harry?" tanya Adam was-was. Hatinya menjadi tak menentu, seharusnya ia mengikuti kata hatinya yang ragu-ragu saat menolong Harry.


"Bukan, gue Monik. Lo udah di tipu si Harry, Bego!" wanita itu tersenyum mengejek, di buang nya kunci ke atas kasur lalu berjalan pelan menggoda mendekati Adam. Adam tersadar dari lamunan nya. Wanita itu semakin dekat, Adam langsung berusaha membuka pintu itu.


"Harry buka! Apa salah saya? Tolong jangan mencoba menggoyangkan keimanan saya" teriak Adam sambil terus berusaha mendobrak pintu. Lebih baik sakit tangan dari pada mengambil kunci di atas kasur yang bisa membuat kejadian yang tidak pernah di inginkan terjadi. Wanita itu hanya tersenyum mengejek.


"Kuncinya di atas ranjang sana sayang" wanita itu kini memainkan kerah Adam. Saat Monik menyentuh leher Adam, Adam segera menepisnya.


"Jangan sentuh saya"


"Oww. Kenapa sayang?"


"Kamu bukan mahrom saya" Adam berusaha menjauhkan diri nya dari wanita itu, namun wanita itu tetap mendekati Adam. Saat Adam baru sampai di dekat ranjang terbalut bad cover putih untuk mengambil kunci itu dengan cepat, wanita itu malah menarik baju koko Adam dari belakang. Adam kembali menepisnya. Adam berfikir ulang untuk mengambil kunci itu, takutnya saat ia sedang mengambil, wanita lapar itu malah menerkam nya dari belakang.


"Ck. Lo ganteng-ganteng jadul ya. Tenang aja, lo pasti puas sama layanan gue. Banyak kok yang udah gue layanin, gue ga akan kecewain lo, gue udah pro.." wanita itu kini berdecak kesal karena Adam kembali menghindarinya. Adam kembali berdiri di depan pintu. Monik menatap tajam Adam yang sedang berkomat-kamit.

__ADS_1


'Kok ada sih cowo kaya gini? Kaya anak gadis yang mau di perkosa!'


Adam terus bergumam 'astagfirullah'.


"Apa kamu tidak jijik menjual tubuh hanya untuk mendapatkan uang? Masih banyak pekerjaan yang halal. Apa beda nya hewan? Berganti pasangan sesuka hati, lalu ditinggalkan saat sudah dipakai!. Bertaubat lah"


Mendengar itu, darah Monik langsung naik. Keamarahannya kini sudah di ubun-ubun. Menyamakan dirinya dengan hewan adalah sebuah penghinaan besar. 'Kita lihat saja, siapa yang akan jadi hewan saat ini!' gumamnya sambil mengepalkan tangan nya. Bersiap mendekati Adam.


****


Di luar sana Harry dengan santainya duduk di sofa panjang sambil menonton sebuah tayangan kartun malaysia dengan sebungkus sneak berwarna hijau. Apartment ini memiliki 2 kamar dan  Kamar Dimas memang di khususkan memakai peredap suara agar kamar Apartment sebelah yang di tempati kakek tua ataupun teman nya yang sering menumpang tidur di kamar Apartment nya tidak terganggu tidur pagi nya saat ia memainkan musik di pengeras suaranya dengan volume yang full. Karena, pernah saat pertama pindah ke Apartment ini Dimas di protes oleh Kakek-kakek sebelah karena suara musik nya yang terlalu keras, saat itu lah Dimas mulai memasang peredap suara dikamarnya. Jadi Harry berfikir ada baiknya Harry menjebak Adam di kamar Dimas agar tidak menimbulkan kegaduhan. Dan saat suara Monik bisa keluar, sebenarnya pintu itu tidak di kunci tapi Harry berakting seperti pintu itu terkunci.


"Kaya anak kecil aja lo nonton yang gitu-an" Harry tersentak kaget mendengar suara temannya. karna saat tadi siang teman nya sudah menitipkan kunci Apartment nya pada Harry dan akan pulang nanti subuh.


"Iyah. Cuma topi gue ketinggalan di kamar"


"Ck, Cuma topi bro. Nanti malem gue anterin kesana"


"Eh jangan salah, dengan topi gue tambah keren. Aneh aja, nge-Dj tanpa topi kesayangan"


"Udah nanti gue anterin kesana"

__ADS_1


"Ck. Ga usah lah, gue udah disini" saat Dimas ingin beranjak dari duduk nya Harry menahannya.


"Temen gue lagi tidur di dalem"


"Yang cantik tadi? Ck, ga apa-apa lah. Udah lama ga liat cewe cantik tidur" cengirnya.


"Eh jangan Dim. Asal lo tau ya, Monik itu cewe panggilan. Dia kalo Tidur suka pake dalem doang loh"


"Wah, lo serba tau tentang dia" goda Dimas.


"Dim gue serius lo jangan masuk ke kamar lo. Nanti si Monik marah"


Dimas mengerutkan keningnya bingung 'mana ada orang tidur bisa marah'. Tiba-tiba Dimas mengingat profesi Monik, Lalu menatap tajam kearah Harry.


"Anjirrr, jangan bilang..."


"Apa?" tanya Harry bingung.


"Ah lo, gue ga terima kalo kamar gue di pake tempat mesum" Dimas langsung berdiri dan berjalan cepat menuju kamarnya. Harry dengan cepat menyimpan sneak lalu mengejar Dimas. 'Jangan sampe rencana gue gagal'.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2