
Hati Nabila panas melihatnya. 'Udah abis kesabaran gue!'. Nabila mendekati mereka dan menepis kasar tangan Natasya dari lengan Adam.
"Ihh lepasin! Gak usah pegang-pegang tangan Adam ya!" bentak Nabila kesal.
"Ih apaan sih! Kasar banget!" sahut Natasya. Ia memandang Nabila dengan tajam.
"Eh, udah-udah. Jangan pada berantem" Adam berusaha menenangkan keduanya. Banyak orang yang sedang berjalan disekitarnya memandang bingung mereka.
"Kamu kenapa mau-maunya sih di pegang perempuan lain! Dasar laki-laki ganjen!" Adam menggaruk tekuknya yang tidak gatal. Ia bingung harus bagaimana saat melihat sikap Nabila yang marah-marah. Tadi Natasya memaksanya untuk memfotokannya didepan tulisan besar Alun-alun dan saat Adam memberikan hasil kameranya Natasya hendak jatuh dan entah disengaja atau tidak Natasya memegang lengannya untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Natasya mengatakan maaf dan Adam baru akan melepaskan tangan Natasya tapi Nabila yang terlebih dahulu datang.
"Lo juga! Jadi cewe ganjen amat sih" tunjuk Nabila pada Natasya.
"Eh jaga ya tuh mulut! Siapa yang ganjen hah? Siapa?. Lo baru jadi pacar Adam aja belagu banget pake ngelarang-larang dia segala!" balas Natasya tak kalah tajam. Mamah Natasya yang baru datang sama bingungnya dengan Adam harus melakukan apa. Natasya yang selama ini lemah lembut dalam berkata, kini menjadi kasar bicaranya.
"Pacar? Oh, jadi kamu bilang aku ini pacar kamu! Kenapa gak sekalian aja akuin aku temen kamu Dam!" kini amarah Nabila tertuju pada Adam. Orang-orang semakin mencuri pandang pada mereka penasaran.
"Udah Bil. Tenang, jangan marah-marah nanti puasa kamu batal. Saya jelasin ya.."
"Ah udah lah. Bilang aja kalo gak mau ngakuin!" Adam terus menenangkan Nabila. Kening Natasya berkerut. 'Nih cewe alay banget sih!'
"Emang lo mau di akuin apa sama Adam hah! Adam, kamu ko mau-maunya sih pacaran sama cewe kaya gini" herdik Natasya. Mata Nabila melotot. Tangannya mengepal.
"Nabila istri saya" "Adam SUAMI gue!" jawab Adam dan Nabila bersamaan, namun nada Nabila seakan membentak Natasya. Natasya terdiam membeku, hatinya terasa sakit. Bagai ada seseorang yang menembaknya tiba-tiba dari belakang. Dunia seolah berputar, membuat tubuhnya menegang. Ia syok.
****
"Bila" Adam menjajarkan langkahnya mengikuti langkah Nabila yang cepat. Wajah Nabila datar tak menghiraukan panggilan Adam membuat Adam menghembuskan nafasnya kasar.
"Dengerin penjelasan saya dulu Bil" Adam menarik tangan Nabila agar berhenti.
Langkah Nabila memang berhenti, tapi matanya menatap Adam tajam.
__ADS_1
"Mau jelasin apa? Sakarang aku percaya kalo kamu itu emang playboy" sinisnya.
"Astagfirullah Bil. Tadi.." Tangan Adam ditepis, Nabila kembali melangkahkan kakinya. Adam mengikuti Nabila, lebih baik dijelaskan dirumah saja. Nabila berhenti didepan mobilnya. Adam mengeluarkan kunci mobil disaku jaketnya, dibukakan pintu untuk Nabila lalu duduk di kursi kemudi.
Selama diperjalanan mereka saling diam. Nabila menatap jalanan yang seperti nya lebih menarik dari Adam. Hati nya kesal, baru malam tadi mereka saling mengungkapkan cinta tapi sekarang Adam malah bermesraan dengan Natasya.
Sesampainya dirumah Nabila langsung turun dari mobil, meninggalkan Adam yang masih berada didalam mobil.
"Cemburu kamu kok serem ya Bil" Ucap Adam saat sudah didalam kamar. Nabila yang sudah duduk diranjang menatapnya tajam. Nabila berdiri hendak ke kamar mandi namun tangannya terlebih dahulu ditahan Adam.
"Aku gak cemburu, aku kesel Dam!" jawab Nabila kemudian, Adam menarik tangan Nabila, membuat tubuh Nabila menubruk tubuh nya. Adam memeluk tubuh Nabila lembut.
"Ihh Adam! Aku lagi marah" protes Nabila ingin melepaskan pelukan Adam.
"Marah gara-gara liat orang yang kamu cinta itu namanya cemburu sayang" Nabila terdiam. Bibirnya mengembang kan senyum, Adam memanggilnya sayang!.
"Ihh lepas ah" Nabila melepaskan pelukan Adam, berpura-pura masih kesal.
Adam mengelus rambut Nabila lembut, semakin kuat dipeluknya tubuh Nabila.
"Gak usah so ngerayu! Jelasin" Adam melepaskan pelukannya dan menuntun Nabila agar duduk kembali diatas ranjang.
"Jadi gini Bil"
Flashback
"Dam fotoin aku di bawah situ yuk" Natasya memegang lengan Adam. Dengan cepat Adam melepakan tangan Natasya.
"Nanti aja. Tunggu Bila sama Mamah kamu dateng, takutnya mereka nyariin" tolak Adam langsung, mata Adam memperhatikan sekitar, mencari Nabila yang tak kunjung datang.
"Ihh satu foto aja Dam. Please" Natasya memasang wajah memelasnya, wajah yang selalu ia tampilkan jika keinginannya tidak terpenuhi.
__ADS_1
"Sabar ya, tunggu is.." belum beres Adam berbicara, Natasya memohon lagi.
"Bentar aja kok, cuma satu foto" lihir Natasya dengan wajah memelas.
"Ya udah. Tapi sebentar aja ya, langsung kesini lagi" Natasya mengangguk semangat. Setelah sampai dibawah, Natasya memberikan ponselnya pada Adam. Natasya mulai berpose dibelakang angka-angka besar itu. Setelah menfotokan nya Natasya langsung menghampiri Adam, ingin melihat hasil fotonya. Namun sepatu berhak tingginya itu menghambat perjalanannya membuatnya sedikit tak seimbang dan hendak jatuh, tangan nya langsung memeluk tangan Adam, menahan agar tidak terjatuh ketanah. Tubuh Adam meneggang karena Natasya memeluk tangannya secara tiba-tiba.
"Eh, maaf Dam. Tadi aku mau jatoh" Adam mengangguk dan memegang tangan Natasya hendak melepaskan tangan Natasya dari tangannya. Tapi, tiba-tiba Nabila datang dan menepis tangan Natasya kasar lalu memakinya.
Flashback and.
"Kenapa kamu mau fotoin dia. Tau gak? Kalian tuh lagi berduaan terus foto-foto an gimana kalo orang-orang nyangkanya kamu itu pacar Natasya?"
"Kan kamu yang tinggalin saya cuma berduaan sama Natasya. Kamu bilang disanakan banyak orang, kamu juga gak khawatir" Nabila terdiam, bingung akan menjawab apa.
"Makannya nanti lagi jangan ninggalin suami sama perempuan lain ya" Adam menyentuk hidung Nabila . Adam tersenyum melihat Nabila tidak bisa menjawab. Adam mendekatkan kepalanya pada wajah Nabila, dilihatnya baik-baik wajah cantik istrinya.
"Jangan pernah ngira saya selingkuh ya Bil. Cukup kamu perempuan yang saya cinta" cup, Adam mencium kening Nabila lembut lalu menjauhkan kembali kepalanya.
"Tapi kamu harus janji" ucap Nabila pelan.
"Janji apa Bil?"
"Jangan mau lagi diajak jalan-jalan sama Natasya ya. Aku tau dia masih berharap sama kamu. Kamu juga jangan kasih harapan palsu kedia"
"Saya gak pernah ngasih harapan palsu kedia Bil"
"Kalo kamu nerima ajakan dia terus. Bisa-bisa dia berharap terus sama kamu, sama aja kamu ngasih harapan sama dia" Adam mengangguk mengerti.
"Iya, saya gak akan nerima ajakannya lagi Bil, saya takut liat kamu kayak tadi. Semoga kita bisa ngelewatin setiap ujian yang ada dirumah tangga kita ya Bil. Saling percaya" Nabila mengangguk.
"Sekarang, mending kita masak buat buka aja ya" ajak Adam. Nabila melirik jam yang menempel di dinding.
__ADS_1
"Tapi setengah jam lagi waktunya buka puasa"
"Ya udah, kita beli makanan di warung nasi bu Winda aja. Sekalian beli es campur di depan" Nabila mengangguk kembali.