Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
74


__ADS_3

Ponsel Harry bergetar sesaat diatas meja.


Bimo: mau ke bar gak malem?.


Harry terdiam sesaat lalu menggelengkan kepalanya.


Harry: Gak, masih ada Mikha. Gue gak bisa ninggalin dia sendirian dirumah.


Bimo: Ck, rencana lo gimana? Udah bisa ngerubah Mikha jadi Nabila?.


Harry: Gak, dia bukan Nabila.


Tak lama ponselnya bergetar menampilkan nama Bimo dilayarnya.


"Hallo"


"Her, tadi yang bales chat gue lo kan? lo tadi gak dibajak kan?" Tanya Bimo disebrang sana.


"Engga lah, gue sendiri yang bales"


"Beneran lo gak jadi ngubah kelakuan baik Mikha kaya Nabila?" tanya Bimo tak percaya.


"Beneran lah, gue sadar. Gue gak bisa ngerubah orang lain seperti yang gue mau, gue cuma manusia biasa"


"Ckckck, kok si Mikha bisa ya ngubah lo?"


"Ngubah gimana?"


"Lo gak sadar? Riko bilang ke gue kalo lo selama tiga hari kemaren puasa, bener?"


"Bener" jawab Harry jujur.


"Lo sholat?"

__ADS_1


"Sholat"


"Kenapa?" Harry mengerutkan keningnya bingung mendengar pertanyaan Bimo.


"Lo nanya kenapa? Gue islam, ya gue harus puasa sama sholat lah"


"Ck, ini bukan lo. Baru 3 hari Mikha sama lo, lo udah berubah jadi cowo baik" Harry terdiam, benar yang Bimo katakan. Kenapa ia bisa berubah secepat itu?.


"Ya gue gak mau kalah sama cewe lah. Mikha aja puasa sama sholat masa gue engga" jawab Harry tak ingin kalah.


"Alasan yang masuk akal" gumam Bimo.


"Udah ah, gue masih ada urusan. Bye" tanpa menunggu jawaban dari Bimo Harry langsung mematikan panggilan nya. Harry menjadi bingung sendiri dengan sikapnya, apa benar dia menjadi berubah karena Mikha? namun semua ini rasanya mengalir begitu saja, sangat natural dan Harry nyaman dengan ini semua.


°°°


Sesampainya dihotel Nabila langsung memberikan pesan singkat pada mamahnya lalu merebahkan dirinya diatas ranjang.


"Dam, aku tidur duluan ya" ujar Nabila langsung memeluk guling putih sambil menutup matanya rapat, mencoba untuk tertidur. Adam mengangguk.


"Berarti hari ini kamu bisa nganterin aku ke studio?" Tanya Nabila antusias.


"Bisa" jawab Adam.


"Nanti bangunin aku jam 1 ya Dam"


"Jam 1? Setengah jam lagi?" Tanya Adam memastikan. Nabila mengangguk sambil memejamkan matanya, memeluk guling sangat erat.


Adam membuka kopernya, mengambil baju santai dan celana hitamnya. Adam berjalan menghampiri Nabila yang sepertinya sudah terlelap tidur. Ditariknya lipatan selimut lalu menyelimuti Nabila sampai dadanya. Sebelum beranjak dari ranjang Adam mencium lembut kening Nabila lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi, badannya sudah sangat lelah dan butuh disegarkan oleh air yang dingin.


°°°


Nabila membuka matanya perlahan saat merasakan pipinya ditusuk-tusuk oleh jari seseorang.

__ADS_1


"Adam, ngapain sih?" Tanya Nabila kesal karena tidur nya di ganggu. Adam tak menjawab dan terus tersenyum kepada Nabila, Nabila yang merasa jengah di senyumi oleh Adam mulai mendudukan tubuhnya lalu bersender dikepala ranjang.


"Putri tidurnya susah dibangunin" jawab Adam, sesekali jari telunjuk nya menyentuh pipi Nabila.


"Emang jam berapa?" Tanya Nabila. Ia melihat penampilan Adam yang santai, ah sudah berapa kali Nabila mengatakan bahwa suaminya ini sangatlah tampan.


"Jam setengah dua" jawab Adam santai.


"Ihh kan aku nyuruh bangunin jam satu Adam" rengek Nabila.


"Jam satu saya udah bangunin kamu, tapi kamu gak bangun-bangun" wajah Nabila berubah menjadi cemberut. Adam seperti tidak tau lamanya Nabila jika mandi, belum lagi make up, bahkan perjalanan nya juga pasti terhambat oleh macet.


"Jangan cemberut, mendingan sekarang kamu mandi" bujuk Adam memberikan satu tangannya.


"Apaan?" Tanya Nabila saat melihat tangan Adam yang terulur.


"Saya anterin sampe kamar mandi" jawab Adam dengan senyum. Nabila tersenyum jahil kearah Adam.


"Maunya digendong" manja Nabila mulai kambuh, Adam menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja Nabila yang membuatnya gemas.


"Kebiasaan, bayi gede" ejek Adam lalu duduk di sisi ranjang. Nabila memekik senang.


"Biarin" jawab Nabila sambil mengalungkan tangannya pada leher Adam dari belakang. Adam menahan tubuh Nabila yang berada dipunggungnya lalu berdiri dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.


"Udah nyampe. Kamu berat banget Bil" ujar Adam saat menurunkan Nabila didalam kamar mandi.


"Ihh, bohong ya?" ucap Nabila tak terima.


"Beneran, bohong dosa loh Bil" jawaban Adam kali ini sukses membuat Nabila kesal, siapa sih yang tak bad mood jika di ejeki masalah berat badan.


"Ya udah, aku mau diet. Nanti buka puasa makan nya cuma dikit" jawab Nabila cemberut.


"Ehh apaan? Jangan diet-diet an, kamu ga berat. Saya bercanda tadi"

__ADS_1


"Makannya jangan banyak bercanda. Udah sana keluar, mau liat aku mandi?" Ejek Nabila. Adam langsung membalikkan badannya berjalan keluar kamar mandi. Sedangkan Nabila hanya terkikik geli melihat sikap Adam yang masih saja ada kaku nya.


__ADS_2