
"Temen-temen kamu Perempuan?" Tanya Adam saat mereka berdua sudah duduk di kursi mobil.
"Campur Dam. Ada perempuan nya ada laki-lakinya juga. Emang kenapa?" Tanya Nabila.
"Emm, ada Harry?" tanya Adam pelan, seakan tidak niat bertanya. Nabila terdiam, raut wajah gembiranya menghilang begitu saja.
"Gak tau, semoga aja hari ini Harry gak masuk kerja" jawab Nabila. Adam mengangguk lalu menjalankan mobilnya keluar dari parkiran Hotel.
Sesampainya distudio Nabila langsung menghubungi bang Tommy. Tak lama seorang pria dengan perawakan lumayan besar menghampiri Nabila.
"Bila" ucapnya dengan suara yang sama besarnya.
"Bang Tommy" ujar Nabila sambil mencium tangan bang Tommy.
"Eh, jadi anak yang sopan kau sekarang?" Tanya Bang Tommy, tidak biasanya Nabila mencium tangan, biasanya Nabila hanya bersalaman tangan saja.
"Kan abang orang tua, lebih tua dari saya" cengir Nabila, Adam memberikan tatapan tajam pada Nabila, mencoba memberitahu bahwa itu tidak sopan.
"Bercanda Adam, ia kan bang?" Tanya Nabila pada bang Tommy.
"Iya, dia suka bercanda. Pacar nya Bila?" Tanya Bang Tommy. Adam melirik Nabila sekilas, meminta jawaban.
"Kenapa liat aku? Itu ditanya pacar aku bukan" goda Nabila, ia ingin melihat apakah Adam meng-iya kan atau mengoreksi pendapat Bang Tommy bahwa dirinya adalah suami Nabila.
Adam menjabat tangan bang Tommy sambil tersenyum.
"Saya Adam, suami Nabila" ujar Adam membuat mata bang Tommy membelalak.
"Suami? Bil, kamu gak ngundang saya?" Tanya bang Tommy.
"Nanti bakalan ada resepsinya Bang, tapi nanti. Aku pasti undang kok" canda Nabila, entah lah Nabila pun masih penasaran apakah resepsi akan diadakan atau tidak, selama ini Adam tidak pernah menanyakan perihal resepsi mereka.
"Oke, saya tunggu" peringat bang Tommy.
"Oke bang, siap"
"Oh iya, saya punya julukan buat Bila. keluarga Internasional" gumam bang Tommy.
__ADS_1
"Keluarga Internasional?" Tanya Adam dan Nabila bersamaan.
"Iya. suami bule, Risti saudara mu itu Arab, saya mau nyari orang cina di keluarga mu ada Bil?" Tanya Bang Tommy. Adam tersenyum mendengarnya sedangkan Nabila langsung tertawa mendengar itu.
"Abang ada-ada aja, cuma tiga negara"
"Apa aja?" tanya bang Tommy antusias.
"Amerika, Arab, sama Indonesia. Eh, abang udah tau Risti?" tanya Nabila penasaran.
"Udah, Harry kasih liat foto-fotonya ke saya. Berhubung dia saudara kamu ya saya terima"
"Hmm" jawab Nabila ragu, ada rasa takut jika Risti ke Jakarta. Ia takut Risti diajak pergaulan dunia malam oleh Harry. Tapi Nabila yakin Umi dan Abi Risti tidak akan mengijinkan.
"Bang, aku mau ketemu sama yang lain ya, boleh?" Tanya Nabila.
"Oh boleh lah Bil" jawab bang Tommy.
"Kamu sendiri aja ke-temen kamu nya ya Bil, saya mau ngobrol dulu sama bang Tommy" Nabila mengangguk setuju.
"Ya udah, aku masuk kedalem ya" ujar Nabila, Adam mengangguk.
"Ada apa ya? Mau jadi model disini?" Tanya bang Tommy bingung. Adam langsung menggelengkan kepalanya.
"Bukan bang, saya mau ngundang abang" ucap Adam.
"Undangan apa?"
" Jadi gini bang. Tanggal 27 sekarang saya mau ngelamar Nabila buat resepsi pernikahan yang akan diadakan satu minggu setelah lebaran bang"
"Loh, katanya udah nikah kalian?" Tanya bang Tommy bingung.
"Iya, duh saya ngejelasinya gimana ya. Jadi saya sama Nabila awalnya nikah gara-gara salah paham. Tapi saat ini kita nyoba pacaran dulu, saya cuma bilang ke Nabila nya kalo resepsi pernikahan itu setelah lebaran. Nabila gak tau bakalan ada lamaran, ya saya tau Nabila kan suka yang romantis-romantis gitu"
"Ah betul, Nabila suka yang romantis. Tanggal 27 ya? Berarti 3 hari lagi?" Adam mengangguk.
"Iya bang, direstoran jam 8 malem. Ini alamatnya" Adam mengeluarkan kartu berisi alamat restoran milik Adam.
__ADS_1
"Ohh Bandung. Oke lah, saya ajak rekan-rekan yang ada disini bisa kan?"
"Oh, boleh bang. Biar tambah rame" canda Adam. Tiba-tiba seorang perempuan melewati mereka, sebelah tangannya menutupi hidung dan mulut, matanya berkaca-kaca seakan ingin menangis dan masuk kedalam kamar mandi. Adam memperhatikan perempuan itu sampai menghilang dari pandangan nya.
"Itu siapa bang?" tanya Adam penasaran.
"Itu Mikha, pacar Harry dari Makasar. Udah 4 hari sama sekarang dibawa ke studio sama Harry. Tadi pagi juga nangis waktu saya kasih kabar Nabila mau kemari" jawab bang Tommy santai. Adam terdiam sesaat, mencoba menyerap ucapan bang Tommy.
"Pagi tadi nangis gara-gara Nabila mau dateng?" Tanya Adam. Bang Tommy mengangguk.
"Terus sekarang nangis lagi, apa gara-gara liat Nabila ketemu Harry?" tanya Adam khawatir.
"Sepertinya gitu Dam" jawab bang Tommy. Hati Adam mendadak tak tenang, apa Nabila bertemu dengan Harry bersama teman-teman nya yang lain atau hanya berduaan?.
"Bang, boleh tunjukin tempat Harry?" Tanya Adam tiba-tiba sambil berdiri, perasaannya sangat tidak enak, ia tau betapa bahayanya Harry, berbagai cara akan Harry lakukan.
"Oh tentu boleh" ujar bang Tommy ikut berdiri. Mereka berjalan menuju sebuah pintu.
"Ini" ujar bang Tommy. Dengan cepat Adam membuka pintu ruangan itu. Seketika tubuh Adam menegang, pemandangan apa ini!, hatinya terasa perih dan segitu sesak saat melihat dua orang dihadapannya sedang berpelukan hangat. Nabila seakan tak melawan dan begitu tenang di peluk oleh Harry, Nabila hanya memejamkan matanya sambil membalas pelukan Harry dengan tersenyum. Adam sudah tak habis pikir dengan tindakan Nabila, ia segera berjalan cepat mendekati Nabila, ditariknya tangan Nabila secara paksa.
Nabila membuka matanya dan terpekik saat merasakan tangannya ditarik paksa, matanya membelalak saat melihat Adam dengan wajah dingin.
"Adam, ini gak kayak yang kamu liat. Aku jelasin ya, tadi itu cuma.."
"Stop Nabila. Apapun alasan kamu, tidak pantas seorang istri berpelukan dengan lelaki lain. Apalagi didepan suaminya sendiri!" Bisik Adam tegas agar tidak ada yang mendengarnya.
"Bang, Harry kami permisi" ujar Adam menggenggam tangan Nabila, pandangan lurus kedepan seakan enggan menatap Nabila.
"Masuk Bil" ujar Adam membukakan pintu mobil untuk Nabila, Nabila menatap wajah Adam lalu masuk, hatinya sungguh tak tenang dan bercampur aduk.
"Dam, tadi tuh Harry minta maaf ke aku" ujar Nabila saat Adam sudah masuk kedalam mobil.
"Minta maaf dengan cara berpelukan?" Tanya Adam, ia memutarkan kunci mobil dan melajukannya dengan kecepatan normal.
"Dia minta pelukan perpisahan Dam, lagian.."
"Kalo saya minta pelukan perpisahan juga bisa?" Nabila terdiam, hatinya sangat sakit.
__ADS_1
"Ngomong apa sih dam! kamu gak percaya ke aku? aku ngeraguin aku?" bentak Nabila.
"Please Bil, kita omongin ini dihotel ya. Saya mau fokus nyetir" ujar Adam lembut tanpa menatap Nabila namun hatinya bertolak belakang. Nabila terdiam, matanya mulai berkaca-kaca. Hatinya terasa sakit saat melihat Adam menolak penjelasannya.