
Bantu vote ya temen-temen, biar aku rajin lagi up nya😍
°°°
Dimas mengerutkan keningnya bingung 'mana ada orang tidur bisa marah'. Tiba-tiba Dimas mengingat profesi Monik, Lalu menatap tajam kearah Harry.
"Anjirrr, jangan bilang..."
"Apa?" tanya Harry bingung.
"Ah lo, gue ga terima kalo kamar gue di pake tempat mesum" Dimas langsung berdiri dan berjalan cepat menuju kamarnya. Harry dengan cepat menyimpan sneak lalu mengejar Dimas. 'Jangan sampe rencana gue gagal'.
__ADS_1
'Tok,Tok,Tok'
"Nik, bangun. Buka pintunya" teriak Dimas terus berusaha membuka pintu kamar nya.
"Di kunci kan Dim? Berarti dia lagi ga mau di ganggu" bujuk Harry.
"Ck, gue ga yakin dia lagi tidur. Kamar gue privasi gue, kenapa temen lo yang tidur di kamar gue? Kenapa ga lo aja? Gue curiga. Soalnya kamar gue pake kedap suara dan bisa ajakan dia didalam lagi ngelakuin hal aneh sama cowo langganannya" bisik Dimas agar Monik di dalam sana tidak mendengarnya, Dimas takut salah bicara, namun felling nya mengatakan ada yang tidak beres di kamar kesayangan nya. Bagaimana tidak curiga? Kamar kedap suara, di kunci, dan Harry melarang masuk. Kamar yang selalu ia rawat dengan benar hingga tak ada satu pun sarang laba-laba di atas dindingnya dan atapnya. Tidak pernah ia mengajak teman-temannya kedalam kamar karena akan membuat kamarnya seperti kapal pecah, selalu di kamar tamu atau di ruang tengah. Dan sekarang? Jika benar Monik bersama dengan seorang lelaki di dalam kamarnya sedang melalukan hal mesum, sungguh Dimas akan marah besar pada Harry. So what? Hello, Dimas aja yang punya kamarnya belum pernah berani membawa perempuan kedalam kamar nya berduaan.
"Cowo apaan sih Bro? Kan cuma gue sama Monik yang disini, dia kecapean makannya numpang tidur di kamar lo"
"Ck. Gue ga tau, dia milih sendiri. Terus Kenapa lo ga kunci aja kamar lo tadi? Biar ga ada yang tidurin kamar lo" pertanyaan menjebak.
__ADS_1
"Kunci gue ketinggalan di dalem kamar, masih ke gantung di dalem, topi aja gue lupa tadi. Pokonya gue ga mau tau, ambil topi gue sekarang juga!"
***
Sepasang tangan sudah bergelayut indah di leher Adam. Sedangkan Adam dengan hati berdebar memejamkan matanya rapat sambil terus ber-istigfar. Bagaimana pun Adam adalah pria normal. Jika Adam lari, pasti wanita ini mengejarnya dan menggoda nya kembali. Badan indah yang tercetak jelas di balik pakaian tipis itu sungguh membuat Adam frustasi.
"Gue tau lo mau. Udah lah, jangan bohongin diri lo sendiri. Ga ada yang tau selain kita berdua" Adam membuka matanya perlahan. Ditatapnya wajah cantik dan mulus milik Monik. Bulu mata lentik, alis yang sudah di ukir sempurna tidak terlalu tebal dan terkesan natural namun rapi, hidung mancung, bibir tipis berwarna merah terang, wajahnya putih cerah. Sungguh bidadari dunia yang indah. Kini tangan Monik sudah berada di rahang Adam, mengelusnya lembut.
Adam mulai terbuai oleh sentuhan Monik, tangan nya mulai memegang pinggang ramping Monik. Benar kata Monik, mungkin memang tidak akan ada yang tahu. Wanita itu tersenyum menang, dalam hati nya bersorak kemenangan.
Namun, saat kepala Adam hendak mendekati wajah Monik suara ketukan pintu menyadarkan Adam. Astagfirullah, apa yang sudah ia pikirkan? Ada Allah yang melihat dan maha tahu.
__ADS_1
'Tok,Tok,Tok'
"Nik, bangun. Buka pintunya"