Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
57


__ADS_3

Suara ketukan pintu membuat semua orang didalam rumah menghentikan kegiatannya.


"Siapa ya Dam?" tanya Nabila yang tengah asik menonton video cover 'Shape of you' by Leroy Snachez bersama Anisa. Adam yang sedang menemani Putri mewarnai langsung berdiri dari duduknya.


"Kayanya bang Safiq Bil" ujar Adam.


"Putri sayang, terusin dulu ngegambarnya ya. Abi mau buka pintu dulu" Putri mengangguk tanpa menghentikan kegiatannya.


"Ngapain Bang Safiq kesini?" tanya Anisa bingung. Adam dan Nabila belum sempat menceritakan kejadian semalam karena Putri selalu berada didekat mereka.


"Jemput Putri" jawab Nabila.


"Tumben amat bang Safiq nyampe jemput segala"


"Nanti Abang jelasin" sahut Adam lalu berjalan mendekati pintu rumah.


"Eh ia Nis. Mau nonton Video Manu Rios ga?" terdengar suara Nabila yang sedikit semangat.


"Wah. Mau mau, nyanyiin Riptide?"


"Yups" jawab Nabila semangat.


"Udah itu Leroy lagi yang over and over again"


"Yang sama cewek ya?" Anisa mengangguk.


Adam membuka pintu rumahnya pelan. Bukan bang Safiq seperti dugaannya yang berdiri di depan pintu. Tapi seorang perempuan cantik dengan rambut terurai, memakai jaket kulit coklat dan celana hitam yang menyambutnya.


"Hai Dam" sapanya dengan senyuman indah di bibirnya.


"Monik?" gumam Adam ragu.


"Ia, ini gue Monik. Maaf ya gue baru bisa kesini lagi sekarang, gue sibuk kerja"

__ADS_1


"Kerja?" Monik tersenyum, ia sangat tahu apa yang ditanyakan Adam.


"Alhamdulilah. Sekarang gue kerja direstoran Dam"


"Alhamdulilah, eh masuk dulu Nik. Didalem ada Istri, Adik sama Anak saya" tawar Adam. Monik mengembangkan senyumnya dengan semangat mengangguk.


"Gak apa-apa nih?" tanya Monik tak enak.


"Gak apa-apa" jawab Adam.


Tanpa mereka sadari didepan rumah Adam terdapat sebuah Mobil yang tengah terparkir. Pengemudi itu menggenggam kencang stir mobil, hatinya bergemuruh kesal dan marah.


"Kak. Gak akan turun?" tanya Risti.


"Kayanya kita harus ke lokasi sekarang buat foto deh Ris"


"Oh, iya udah deh kak langsung aja kesana" sahut Risti. Harry menyalakan kembali mobilnya. Ditatapnya tajam kedua orang itu sebelum ia menginjak pedal gasnya. Bibirnya menyunggingkan senyum jahat.


'Jadi lo bersengkokol sama Adam?' sialan, batinnya. Bisa-bisa nya wanita itu mengkhianati kesepakatannya untuk menggoda Adam. Pantas saja Adam bisa lolos waktu itu, ternyata bukan karena Adam gay! Tapi wanita itu sudah bersengkokol dengan Adam!. 'Tunggu pembalasan gue Monik!.


Nabila menghentikan kegiatannya, matanya berubah sinis saat Adam membawa perempuan masuk kedalam rumah. 'Siapa lagi ini' tanya Nabila dalam hati.


"Nabila" sapa perempuan itu, Nabila mengerutkan keningnya. 'Sok akrab' bantinnya.


"Bil, ini Monik yang waktu itu saya ceritain" Nabila seperti berfikir sejenak.


"Oh yang mau ngegoda kamu Dam" kata Nabila. Anisa yang tadinya tidak tertarik dengan tamu yang Adam bawa menjadi tercengang mendengar ucapan Nabila.


"Hah? gimana gimana?" tanya Anisa penasaran. Namun tak ada satupun yang menjawab pertanyaan Anisa.


"Maaf ya Monik" kata Adam pelan. Monik tersenyum.


"Gapapa Dam, wajar kok istri lo marah" kata Monik lalu berjalan mendekati Nabila yang duduk diatas karpet dengan Anisa. Monik mengulurkan tangannya kehadapan Nabila.

__ADS_1


"Gue Monik, kita pernah ketemu di Jakarta" Nabila menyambut uluran tangan itu dengan kilat, hampir tak menyentuh tangan Monik, ia masih saja kesal dengan cerita Adam.


"Gak inget tuh" jawab Nabila datar. Monik yang sudah tau kalau Nabila tidak suka dengannya langsung duduk dihadapan Nabila.


"Sorry banget ya, Harry yang nyuruh gue, gue cuma lagi butuh uang aja buat berobat sama sekolah adik"


"Gue baru tau di Jakarta tentang masalah kalian" lanjut Monik.


"Masalah gimana?" tanya Adam dan Nabila bersamaan.


"Katanya kalo Harry tuh gak terima Nabila nikah, jadi Harry nyari cara buat ngancuhin rumah tangga kalian"


"Emang gila tuh orang, otaknya kurang sesendok" kesal Nabila.


"Gue saranin menjauh aja dari semua yang berhubungan sama Harry, kalo bisa blokir aja, soalnya gue yakin dia masih banyak cara. Untung Adam kuat imannya, dia bisa ngeyakinin gue dan ngebuka pikiran gue, sekarang gue udah kerja halal diJakarta, kalo waktu itu Adam yang terus berusaha ngeyakinin gue.." belum beres Monik berbicara Nabila sudah memotongnya.


"Enak aja, gue juga yang istrinya belum" pekik Nabila kesal.


"Nabila!" Adam memperingati. Nabila tak berani menatap Adam, ia keceplosan.


"Hah? Ini kenapa sih?" tanya Anisa kembali, ia bingung dengan situasi macam apa didalam rumah ini.


"Eh maksud gue bukan itu, kalo Adam gak terus berusaha ngeyakinin gue, mungkin sekarang gue gak akan berenti jadi yang gituan"


"Ohh" ucap Nabila.


"Eh iya, Gue kesini mau ngembaliin uang yang udah gue pinjem, sekalian mau langsung balik lagi ke Jakarta, gak enak temen gue nunggu lama diluar"


"Kenapa gak sekalian masuk aja temen kamunya, kasian" ucap Adam.


"Engga, dia temen kerja gue, sekalian mau mampir dulu kerumah orangtuanya, daerah Pajajaran" Tak lama suara ketukan pintu terdengar.


"Assalamualaikum Dam"

__ADS_1


"Ah itu pasti bang Safiq. Putri sayang, yuk kita pulang sama papa" Anisa yang sudah sangat canggung seperti menemukan jalan keluar.


__ADS_2