
Adam menutup pintu kamar dengan pelan lalu menyimpan paper bag milik Nabila diatas ranjang.
"Saya pake baju warna apa ya Bil?" tanya Adam setelah membuka lemari pakaiannya. Nabila berdiri disamping Adam dan ikut berfikir.
"Ini aja, warnanya hampir mirip punya aku" Adam menganggukan kebapakannya dan mengambil baju yang dipilihkan Nabila.
"Nanti kerumah mamah dulu ya Dam, Mamah papa bareng kita"
"Boleh, nanti kamu yang mandi duluan ya, soalnya kamu kalo siap-siap lumayan lama" canda Adam. Nabila yang duduk disebelah Adam langsung mencubit kecil pinggang Adam.
"Aw, sakit Bil" Adam mengelus pinggangnya.
"Tau ah, sebel, bully terus"
"Saya gak bully kamu, saya cuma jujur"
"Tuh kan! ih tau ah Adam mah rese" Teriak Nabila sambil mencubit pinggang Adam lagi.
°°°
Harry yang sedang berbaring disofa langsung duduk saat mendengar suara pintu terbuka.
"Ayah" ucap Harry dengan nada tinggi.
"Maksud ayah apaan? pake ngadain acara lamaran, masalah perjodohan aja Harry belum terima"
"Ayah baru pulang bukannya disuruh duduk dulu malah kamu marahin kayak gini. Bener-bener anak urakan. Ini nih yang bikin ayah pingin kamu cepet-cepet nikahin Mikha"
"Gak ada nikah-nikahan, tunangan aja Harry gak mau" Ayah Harry tak menjawab, ia berjalan melewati Harry.
"Ayah! Harry gak mau nikah" teriak Harry.
"Ayah mau buka puasa, jangan ganggu ayah dulu" Harry membantingkan dirinya kesofa, menarik rambutnya kesal.
Tak lama ponsel Harry bergetar, ia merongoh saku nya. 'Bimo'
"Hallo Bim. Apaan?" tanya Harry malas.
"Gue mau ngajak lo ke Semarang. Mau ikut gak lo?" Harry menyernyitkan keningnya bingung.
"Lah ngapain kesana? jauh amat"
"Ke lawang sewu! ya kita ambil beberapa gambar lah. Banyak juga cewe cantik disana. Job juga lagi sepi"
"Gue gak ikut. Lagi males gue"
"Wahh, kenapa nih?" tanyanya penasaran. Harry mengambil nafas panjang.
"Bokap"
__ADS_1
"Need a friend to share?" goda Bimo.
"Bokap gue ngejodohin gue sama anak temennya di Makasar" terdengar suara orang terbahak disebrang sana. Rupanya Bimo tak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa.
"Pikiran bokap lo jadul banget Her!" belum sempat Harry menjawab, Bimo sudah mengajukan pertanyaan.
"Eh, Orang mana? Cantik?"
"Makasar. Cantik lah, dia model. Tapi gue gak suka"
"Lah, kenapa lo gak suka? Kan cantik"
"Namanya Mikha. Cewek nya terlalu polos, pendiem, pokoknya jaim banget lah! Gue lebih suka yang kaya Nabila"
"Woi. Lo lupa, si Bila juga dulu nya gitu pas baru ke Jakarta. Semenjak kenal sama lo tuh anak jadi urakan!" mendengar itu Harry terkekeh.
"Iya ya. Ah, gue jadi kangen Nabila nih"
"Dasar ABG alay lo! Eh, gue ada ide. Kenapa lo gak ubah aja si Mikha jadi urakan kaya si Nabila"
"What? Urakan gimana?"
"Ya urakan. Berani ke diskotik, minum, nari-nari, bohong terus sama bokap nyokapnya, gak sungkan kalo ngobrol sama cowok, jadi gak ngebosenin"
"Ah, buat apa Bim! Gak guna"
"Ehh, lo pernah bilangkan kalo ayah lo tuh gak suka sama Nabila gara-gara sikap nya yang urakan itu. Nah lo buat si Mikha juga kaya gitu aja. Yahhh, kasarnya nih ya, lo itu bisa ngejek Ayah lo. Kalo pilihannya juga sebelas dua belas lah sama Nabila" Harry terdiam. Otaknya mulai menyerap dan mengerti pembicaraan Bimo tadi.
"Gak usah" jawab Bimo datar.
"Ya terus?"
"Dasar otak lemot lo!. Ya lo nyuruh aja dia ke Jakarta. Pura-pura biar lebih deket, atau bilang aja di suruh bokap lo"
"Gue kok gak tega ya ngebayangin cewe ke Jakarta sendirian"
"Aduh Her, lo bener-bener TELMI"
"Eh gimana sih maksudnya?"
"Ya lo jemput aja si Mikha ke Makasar. Minta ijin bawa Mikha ke Jakarta 2 minggu kek, jadi intinya lo ngerubah Mikha di Jakarta, bukan di Makasar"
"Ohh. Gue ngerti sekarang"
"Astaga Harry! Lo baru ngerti" geram Bimo.
"Oke. Thank's saran lo" jawab Harry tanpa beban.
"Yoo. Eh, lo gak akan berubah pikiran? Ikut aja lah ke Semarang" tawar Bimo.
__ADS_1
"Gak. Gue mau nyusun rencana dulu. Bye" Harry memutuskan panggilan Bimo. Ia mulai membuka aplikasi Instagram. Di carinya akun milik Mikha.
"Ck, followers nya juga banyakan si Bila" gumamnya saat melihat followers Mikha yang baru mencapai 378k. 'Ah Bila, gue kangen lo' batin nya. Harry mulai mencari akun instagram milik Nabila.
Harry membuka dua foto yang baru di unggah Nabila. Foto pertama diunggah 5 jam yang lalu, menampilkan sosok Nabila yang mengenakan pakaian muslim di depan kaca tempat mengganti pakaian. Wajahnya sangat anggun mengenakan pasmina berwarna pink, dengan caption 'selamat menunaikan ibadah puasa' berbagai komentar yang menilai foto itu.
Senyum Harry menghilang saat melihat foto kedua, foto yang Nabila unggah 10 menit yang lalu. Tampak keluarga besar sedang berkumpul dan beberapa anak kecil yang Harry yakin adalah anak-anak dari panti asuhan. Nabila tampak tersenyum bahagia dan tangan kanan Adam merangkul pinggang Nabila mesra. Beberapa orang berkomentar menanyakan siapa pria yang bersama Nabila.
'Ting' Harry membuka 1 pesan yang masuk dari Line nya.
Risti : Assalamualaikum kak. Makasih ya kak, Alhamdulilah aku keterima.
Harry: Oke. Eh ia, UN kapan?
Risti : 2 bulan lagi kak.
Harry: ya udah. Kaka minggu depan ke Bandung, kita foto lagi.
Risti : iya kak.
Harry membuang nafasnya kasar. Kemarin Bang Tommy menerima Risti sebagai model pengganti Nabila, wajah Arabnya membuat Bang Tommy langsung menerima Risti.
Flashback.
"Nih Bang. Foto sodaranya Nabila"
"Mana mana?" Tommy berdiri dari kursi nya, menghampiri Harry yang tengah mengotak-atik kameranya.
"Nih Bang" Harry memberikan kamera hitamnya pada Tommy. Tommy melihat-lihat beberapa foto hasil Harry.
"Wihh, keturunan Arab ya?"
"Iya Bang. Ayahnya orang Arab. Gimana? Tapi dia pingin pake hijab"
"Gak masalah lah pake kerudung atau engga, dia bisa jadi model fashion gamis dan kerudung. Mau mulai jadi model kapan dia?"
"Masih sekolah Bang. Kelas 3 SMA"
"Ah yang betul? Ini cewek udah kaya anak kuliahan. Ckckck, emang TOP lah keluarga si Bila itu"
"Hah? Maksudnya Bang?"
"Keturunan apa aja ada. Si Bila Amerika, sodaranya Arab, kali aja dia juga punya sodara keturunan Korea Her, atau gak Cina!" Harry menggelengkan kepalanya.
"Ya kali keluarganya keluarga Internasional Bang! Gak sekalian orang Jepang, Pakistan, Afrika abang tanyain"
"Haha, bercanda lah Her. Ya kali aja majalah laku kalo modelnya Internasional semua. Oh iya, bilangin sama dia. Di terima, kalo udah lulus langsung aja kesini ya. Kalo bisa minggu depan kamu foto dia lagi Her. Si Gebby abis ngerancang baju muslim modern, cobain si Risti ini yang jadi modelnya"
"Oh, oke bang. Siap"
__ADS_1
Flashback off.