Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
87


__ADS_3

Perhatian untuk semua.. tolong menghargai karya orang lainšŸ™ jangan mudah mengetik sesuatu yang bisa menyinggung perasaan ya.. Disini author juga masih belajar. Jadi mohon, bangkitkan semangat author dalam menulis, bukan membuat author down dengan segala komentaršŸ™. Jika memang tidak suka lebih baik langsung batalkan favorit dan jangan diteruskan, dari pada harus mencaci author😊 bukannya author tidak menerima komentar untuk memperbaiki karya, hanya saja masih banyak BAHASA HALUS yang bisa digunakan untuk memberikan masukan, bukan dengan cara BAHASA KASAR yang seakan menampar ā¤ļø.


°•°•°•°•°


Nabila masuk kedalam kamar, tepatnya kamar pengantin, kamar yang sudah dihias sedemikian rupa dan terlihat begitu indah serta kelopak bunga mawar yang bertebaran di kasur menambah kesan romantis pada kamar ini.


Nabila duduk didepan cermin meja riasnya, menatap pantulan dirinya yang berada didalam cermin, senyumnya mengembang saat melihat Adam masuk kedalam kamar, jodoh terbaik yang dari Allah yang Nabila terima.


"Kok cepet Dam?" tanya Nabila.


"Iya, tadi waktu kamu pamit semuanya ikutan pamit" jawab Adam berjalan mendekati Nabila.


"Kamu mau minum gak Bil? Saya gam nyangka resepsi pernikahan secapek ini" lanjut Adam sambil membuka kopiah putihnya dan menyimpan dimeja rias dekat Nabila. Tangan Adam memijat bahu Nabila lembut, seakan ia tahu betapa lelah nya Nabila karena seharian memakai gaun yang berat serta sepatu ber-hak tinggi itu.


"Aku udah minum tadi. Kamu minum dulu Dam" jawab Nabila sambil melepaskan beberapa jarum yang menempel dihijabnya. Adam membantu Nabila mencabut jarum-jarum itu dan melepaskan hijab Nabila dengan lembut, memperlihatkan rambut Nabila yang digulung rapi. Mata mereka bertemu seakan terkunci dalam cermin.


"Saya mandi duluan ya Bil" ucap Adam melepaskan kontak mata mereka, Adam segera berbalik dan melangkah masuk kedalam kamar mandi. Seketika jantung Nabila berdetak kencang atas sikap gugup Adam tadi saat mata mereka bertemu. Dengan gugup serta jantung yang berdegub kencang Nabila mengambil kapas serta cairan pembersih make up, Nabila meneteskan beberapa cairan pembersih keatas kapas lalu mengusapkan lembut pada wajahnya.


Setelah selesai menghapus make up, Nabila melepaskan ikatan rambutnya dan menguraikan rambutnya bebas sambil menyisiri rambut panjangnya.


'Klek' pintu kamar mandi, kening Nabila mengerut saat melihat hanya kepala Adam yang muncul.


"Kenapa Dam?" Tanya Nabila membalikan wajahnya menatap Adam.


"Maaf Bil, tadi saya buru-buru mandi. Saya lupa bawa handuk" jawab Adam jujur, Nabila mengembangkan senyumannya menahan diri untuk tidak tertawa, namun gagal. Nabila malah tertawa terbahak-bahak.


"Makannya kalo mau mandi tuh jangan buru-buru Dam" Nabila mulai mencari handuk didalam koper, semua keperluan mereka belum ditata dengan rapi di rumah baru ini. Yang baru tertata mamahnya tadi hanyalah make up Nabila, karena make up nomor satu bagi wanita contohnya tadi, Nabila harus mengganti 2 gaun tadi siang dan make up tidak boleh pudar dari wajah nya.

__ADS_1


"Nih" ujar Nabila saat memberikan handuk kepada Adam.


"Makasih Bil" Adam segera mengambil handuk dan kembali masuk kedalam kamar mandi. Nabila kembali menuju kopernya, mengambil handuk, baju tidur serta pakaian dalamnya.


Adam keluar dari kamar mandi dengan santai menahan rasa malunya tadi, tanpa menatap wajah Nabila. Nabila terkikik geli saat melihat ekspresi Adam lalu masuk kedalam kamar mandi. Dengan sabar ia melepaskan gaun pengantin nya yang lumayan besar dan memasukkannya kedalam keranjang pakaian kotor. Digantungnya baju tidur dan pakaian dalamnya di tempat yang sudah disediakan kamar mandi ini.


Setelah selesai mandi dan memakai baju tidurnya Nabila membuka pintu kamar mandi. Dilihatnya Adam yang tengah mengenakan kopiah hitam, kedua sajadah sudah digelar rapi menghadap kiblat lengkap dengan mukena di atas sajadah paling belakang. Adam tersenyum menatap Nabila.


"Baju tidurnya couple" ucap Adam saat melihat baju tidur mereka yang sama-sama berwarna merah ati.


"Iya, hadiah dari Mikha sama Harry" jawab Nabila.


"Ohh. Kita sholat isya dulu ya, baru istirahat tidur" ujar Adam sambil berdiri, memberikan mukena pada Nabila. Nabila menerimanya lalu memakainya dan berdiri diatas sajadahnya.


°°°°


Usai sholat Isya dan berdoa Adam membalikkan badannya. Nabila mencium tangan Adam, lalu Adam mencium kening Nabila lembut.


"Aku ikhlas Dam"


"Saya cinta kamu Nabila" Adam memegang ubun-ubun Nabila seraya berdoa ''Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau akan kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan sesuatu yang Engkau ciptakan padanya'


Adam menyuruh Nabila untuk shalat sunnah dua raka'at bersama. Seusai shalat Adam memanjatkan doa. "Allahumma Barik Lii fii Ahlii dan Barik Lahum fii. Allahummajma' Bainanaa Ma Jama'ta bi Khoirin wa Farriq Bainana idza Farroqta bi Khoirin-Wahai Allah berkahilah aku didalam keluargaku dan berkahilah mereka didalam diriku. Wahai Allah satukanlah kami dengan kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau menghendaki (kami) berpisah dengan kebaikan pula."


"Amin" sahut Nabila.


"Kamu beresin dulu mukena sama sajadah nya ya, saya ke dapur dulu" ucap Adam lalu berdiri, berjalan keluar dari kamar dan turun menuju dapur. Adam memegang dada nya yang sedikit berdebar.

__ADS_1


Sesampainya di dapur Adam langsung minum segelas air putih lalu mengambil gelas baru dan mengeluarkan susu kotak berisi 1 liter lalu menuangkannya kedalam gelas.


"Bissmilah" Ujar Adam sedikit gugup lalu berjalan menuju kamar.


"Assalamualaikum Bil" ucap Adam saat masuk kedalam kamar, menemukan Nabila tengah duduk di depan cermin rias.


"Waalaikumsalam" jawab Nabila. Adam berdiri didekat Nabila, memberikan gelas yang dibawa nya tadi.


"Minum dulu Bil"


"Makasih Dam" ujar Nabila lalu menerima segelas susu tersebut lalu meminumnya sedikit dan menyimpan gelas diatas meja.


"Itu apa aja sih Bil?" tanya Adam, melihat beberapa skin care Nabila yang berbaris di meja rias.


"Kamu bakalan pusing Dam. Ini scrub, ini milk cleanser, ini pencuci muka, ini toner, yang kecil ini serum, terus yang dua ini ada cream siang sama cream malem" ucap Nabila sambil menunjukan satu-satu kepada Adam.


"Kamu udah pake itu semua?" tanya Adam yang masih tidak paham dengan semua itu. Nabila tertawa kecil melihat ekspresi Adam yang bingung.


"Tinggal pake cream malem, bentar ya" Nabila kembali fokus pada cermin, Adam berbalik memperhatikan sekeliling kamar, matanya terfokus pada tumpukan kado yang banyak.


"Kado nya banyak banget Bil, mau dibuka sekarang?" tanya Adam. Nabila mengangguk girang.


"Beres aku pake cream kita buka kado ya" ucap Nabila semangat, Nabila menggelungkan rambutnya asal lalu mencepitnya, membuat Adam dapat dengan leluasa melihat leher dan bahu belakang Nabila yang indah. Nabila mengoleskan sedikit cream malam dan mulai meratakannya, Nabila tak menyadari Adam yang sedari tadi memperhatikannya.


"Aku pijitin ya Bil" ucap Adam setengah berbisik ditelinga Nabila. Tangan Adam sudah berada dibahu nya, Adam mulai memijit pelan bahu telanjang Nabila dengan lembut dan sedikit bertenaga.


"Nah itu pegel Dam" komentar Nabila saat tangan Adam memijat punggungnya. Kini tangan Adam mengelus bahu Nabila lembut, Nabila menahan nafasnya saat melihat Adam menurunkan wajahnya mendekati lehernya.

__ADS_1


"Dam" ucap Nabila sangat pelan.


"Hmm" jawab Adam bergumam, Adam menciumin bahu Nabila lembut lalu naik menjelajahi leher Nabila. Nabila semakin gugup saat merasakan bibir Adam di lehernya, Nabila merasakan sensani yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, geli bercampur sedikit setruman kecil yang Nabila rasakan. Hawa panas Nabila rasakan seperti mengelilingi nya.


__ADS_2