Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)

Bidadari Surgaku (Perempuan Halalku)
82


__ADS_3

Jakarta, 27


Hari ini atau lebih tepatnya siang ini Adam dan Nabila pulang ke Bandung. Adam hanya tersenyum saat mendengar protesan yang keluar dari mulut Nabila.


"Udah aku bilang, pulang malem atau gak subuh. Jam 11 siang pulang, liat, macet Dam! Ihh" gerutu Nabila.


"Saya kan gak tau bakalan semacet ini Bil, udah tenang aja, pasti nyampe Bandung kok" jawab Adam santai.


"Iya pasti nyampe. Tapi kan lama Dam, liat gak maju-maju" Nabila menunjuk kearah jalanan didepannya.


"Sabar" gumam Adam pelan.


"Oh iya Bil, pulangnya kita langsung kerumah mamah ya. Istirahat disana. Nanti jam 9 kita pergi ke restoran, ada acara" lanjut Adam.


"Acara apa Dam" tanya Nabila bingung.


"Gak tau, kata papa kita berdua di undang" Nabila sedikit berfikir, mempertimbangkan ajakan Adam, Nabila takut mereka lelah diperjalanan.


"Berarti nyampe Bandung, kita mampir dulu ke butik ya" ajak Nabila antusias.


"Iya" jawab Adam tersenyum, lagi-lagi Nabila senang jika ada difikirannya belanja.


"Bil, menurut kamu restoran yang disini gimana?" Tanya Adam.


"Lokasi bagus deket jalan, tinggal renovasi aja tempatnya" komentar Nabila, Adam mengangguk setuju. Sekarang yang ia fikirkan adalah nama yang tepat untuk restoran barunya. Adam ingin nama yang berhubungan dengan Nabila.


°°°°


Harry menatap Mikha dari kejauhan, mengikuti dengan sabar kemana wanita itu pergi. Hari ini mereka berdua memutuskan untuk ke mall setelah mendapatkan undangan dari bang Tommy tentang acara lamaran Nabila dan Adam di Bandung.


Tak lama kemudian ia melihat Mikha berjalan kearahnya sambil membawa dua dress ditangannya.


"Merah apa item?" Tanya Mikha. Harry sedikit berpikir memperhatikan dua baju dihadapannya.


"Item, kan nanti aku pake jas item" jawab Harry.


"Ya udah, aku ambil yang merah aja" ujar Mikha sambil berbalik meninggalkan Harry yang terlihat bingung.


'Untuk apa minta pendapat?' Batinnya.


"Yuk, tinggal sepatu" ajak Mikha setelah Harry membayar dress tersebut, mereka berdua keluar dari toko baju dan masuk ke toko sepatu & tas wanita. Berbagai macam warna dan bentuk ada ditoko ini.


"Yang mana ya Her?" Tanya Mikha saat mereka melewati beberapa sepatu dari mulai Wedges, Pump Shoes, Stiletto, Flat Shoes, Peep Toe, Platform Shoes, sampai Chunky Heels pun ada.


"Nanti kayak baju lagi, aku pilihin apa kamu ambilnya apa" ucap Harry sedikit menyindir. Mikha tersenyum dan menahan tawa.


"Kalo kamu pake yang item terus aku item juga, nanti kita kayak ngelayat Her" kikik Mikha.


"Ohh iya ya. Bilang dari tadi dong sayang, sekarang aku pilihin sepatu ya"


"Kaya nya Peep Toe aja Mik, cocok sama dress kamu" jawab Harry sambil menunjuk sepatu berwarna merah.


"Emm, ia cocok sih. Ya udah aku pilih ini aja Her"


"Yang mana kak?" Tanya pelayan toko ramah.


"Peep Toe merah mba, ukuran 39 ada?"


"Ada, sebentar ya" ucapnya sambil berlalu, tak lama pelayan itu kembali dengan membawa kardus sepatu lalu membukanya.

__ADS_1


"Ini" Mikha melihat detai sepatu itu sebentar, takutnya ada yang lecet atau sebagainya.


"Oh iya, langsung bayar aja mba" ujar Mikha.


"Besok aku nginep 2 hari ya" tanya Harry membuat Mikha mengalihkan pandangannya pada Harry.


"Iya, besok ke bandara jam berapa?" Tanya Mikha.


"Jam 11"


"Ayah kasian dong 2 hari sendirian"


"Ck, kan ada kakak Mik. Jadi ayah gak sendirian"


"Kakak kamu kan suka berangkat siang pulang subuh Her, pagi diem di kamar"


"Cuma 2 hari Mik, masa gak mau ditemenin pacarnya nih? Kita LDR loh" Mikha memutarkan bola mata saat Harry mengedipkan sebelah matanya.


"Ya sayang ya" bujuk Harry.


"Ya udah terserah kamu" jawab Mikha lembut.


°°°°°


"Akhirnya nyampe juga" ujar Nabila seraya membuka pintu mobil dengan tangan membawa 2 paper bag.


"Kok sepi Dam?" Tanya Nabila, menatap rumah dihadapannya.


"Semuanya lagi pada pergi" ujar Adam sambil membuka pintu belakang mobil, mengeluarkan koper berukuran sedang.


"Yuk" ajak Adam. Nabila mengangguk lalu mengekori Adam sampai pintu masuk.


"Jam 1 mas Adam, nanti jam 5 pulang dari mall nya" ujar nya sambil menutup pintu rumah saat Nabila dan Adam sudah masuk kedalam rumah.


"Kamar mas Adam udah disiapin"


"Oh iya, makasih mba"


"Mba ke depan dulu ya mas, mau bayar uang ojek tadi subuh" pamitnya.


"Oh iya mba"


"Dam" panggil Nabila saat mereka sudah didalam kamar.


"Iya?"


"Aku tidur ya, ngantuk banget. Nanti kalo udah pulang semuanya bangunin ya" Adam mengangguk.


°


"Bil" panggil Adam. Nabila terbangun dari tidurnya, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"Apa Dam?" Tanya Nabila parau.


"Bangun, udah jam 5. Semuanya lagi pada dibawah, mamah sama Anisa mau kesalon kamu mau ikut? " Tanya Adam sambil mengelus kepala Nabila.


"Mau. Tapi aku mandi dulu ya" Nabila langsung duduk dan bersandar dikepala ranjang beberapa saat lalu berdiri.


"Mandinya jangan lama"

__ADS_1


"Insyaallah" kikik Nabila sambil berlari masuk kedalam kamar mandi.


°


"Bentar lagi Maghrib, abis buka aja ya kesalonnya" ujar mamah Adam saat semuanya sudah berkumpul diruang keluarga.


"Kakak sih lama" Nabila memanyunkan bibirnya saat mendengar tuduhan Anisa yang ditunjukkan untuknya.


"Setengah jam itu cepet lah Nis"


"Harusnya jangan mandi" gerutu Anisa.


"Jorok!" pekik semuanya.


"Hehe maaf, sensi amat" cengir Anisa.


"Mah, Pah. Safiq buka nya di rumah Tasya ya"


"Tasya? Tasya mana? " tanya Adam spontan.


"Nanti juga tau, abang ajak dia kok nanti ke acara nanti malem"


"Bukan Tasya saya kan Bang?" ujar Adam santai tidak menyadari Nabila tengah menatapnya tajam.


"Tasya saya maksudnya gimana ya Dam?" Adam langsung menatap Nabila.


"Eh itu, maksudnya mantan Bil"


"Mantan?"


"Beda loh. 'Tasya saya' sama 'Tasya mantan saya' kalo ga pake mantan itu kaya ngakuin kalo dia itu milik kamu"


"Jangan marah ya Bil, saya beneran salah ngomong"


"Eh udah, jangan pada marahan gini. Makannya jangan asal ngomong Dam. Udah ah, Safiq pergi dulu ya pah, mah, semuanya" ujar Safiq berdiri sambil tersenyum mengejek kearah Adam.


"Iya, hati-hati ya. Mamah sama papa titip salam ya"


"Aku juga titip salam bang" ujar Anisa.


°


"Bidadari surga ku" puji Adam saat mereka sudah masuk kedalam mobil. Bukannya tersenyum, Nabila menatap Adam tajam.


"Bidadari kamu kan banyak" jawab Nabila ketus.


"Engga lah Bil, cuma kamu. Beneran"


"Apalagi kalo lagi marah gini, bikin gemes. Cantik banget sih kamu Bil" ucap Adam.


"Ihh jangan gombal, udah cepetan jalan"


"Engga, senyum dulu" bujuk Adam, Nabila tersenyum singkat lalu kembali datar.


"Udah senyumkan? Cepetan" Adam tersenyum sambil memegang sebelah tangan Nabila dan mengelusnya.


°°°


Apa yang kalian harapkan untuk ending novel ini? sampe Nabila dan Adam resepsi? Nabila hamil? atau sampe mereka punya anak?

__ADS_1


__ADS_2