
Bab 1
Berawal di bulan Desember 2016
Namaku Giofary Abilang.
Lahir 25 oktober 1994, di Magelang.
Tepatnya di sebuah Desa kecil Papringan.
Aku tinggal bersama Ibuku. Ayahku meninggal ketika aku masih usia satu setengah tahun. Beliau meninggal karena sakit setelah jatuh dari pohon kelapa.
Kata ibuku waktu itu aku sedang belajar berjalan.
Tadinya kami hidup bertiga, Aku, ibuku dan nenekku.
Nenek ku meninggal dunia pada tahun 2013.
Dan sekarang kami tinggal hanya berdua.
Lalu kami sama-sama bekerja di Jogja.
Sekitar tahun 2016 , semuanya di mulai.
setelah semua harapan dan cita" hilang menjadi pengkhianatan,
mungkin masih terbilang sangat muda,
saat itu aku masih bekerja di outlet sambel cowek di jln.Kaliurang km14, tepat di Sleman, Yogyakarta. saat itu aku masih di bagian checker.
aku pindahan dari pusat Babarsari,kledokan, Seturan, Yogyakarta.
kisahku di mulai dari sini, ketika itu aku punya pacar yg bernama wulan. Sekitar tiga bulan aku dengan nya tapi, di bulan Desember ini aku kehilangannya, entah apa yg membuatnya hilang, tanpa ada kata putus, dia tidak di temukan, tapi saat ku tau dia sudah menikah. Baiklah, it's ok.
__ADS_1
Di sore hari aku berangkat kerja, aku memarkir motorku di parkiran samping tempatku bekerja.
Ya saat itu cuaca terlihat mendung sehingga aku pun buru-buru masuk, suasana cukup ramai konsumen yg sedang makan.
aku masuk ke kasir untuk menulis Absen.
Aku masuk masih memakai jaket hitam dan menggendong tas, dengan rambut yg terlihat panjang dan sedikit acak karena belum sempat ku sisir setelah melepas helm.
Aku sedikit terkejut saat aku melihat di samping mesin kasir ada seorang perempuan, dia memakai jilbab, baju hem panjang, dan celana kain hitam.
aku cuma melirik dan aku langsung meninggalkan area itu lalu ku lepas jaketku, dan aku siap untuk bekerja.
setelah semuanya berkumpul kami melakukan doa sebelum bekerja, di pimpin oleh kepala warung kami, namanya Matin.
"teman-teman hari ini kita kedatangan teman baru, selamat bergabung silahkan di perkenalkan diri dulu," kata Mas Matin.
"baik pak, perkenalkan nama saya Astrid, asal saya dari Tangerang."
"baik sebelum kita melakukan aktivitas mari kita berdoa sesuai agama dan keyakinan kita, semoga di beri kelancaran tanpa ada halangan, berdoa di mulai."
Setelah berdoa selesai, kami menuju jobdis masing-masing,
"kamu sedang apa?" tanyanya,
"ini mau masak nasi, kamu belum pernah liat kaya gini?" tanyaku balik.
"belum hehe." jawabnya sambil tersenyum.
"kamu masih kuliah?" tanya ku.
"iya,"
"udah lama?"
"tinggal empat bulan lagi udah wisuda."
__ADS_1
"berarti kamu nggak lama kerja di sini." kataku.
"oh iya, sini aku ajarin biar selesainya cepat?" kata ku.
"gimana?" Tanyanya.
ya hari itu banyak obrolan kami semua.
"gio gio gio gio." sapa Matin dengan nada meledek.
"Mbak udah berkeluarga?" tanya Mas Matin,
"udah punya anak dua malahan." jawab Astrid.
Mas Matin pun tersenyum sambil menatap ku.
Tepat jam 23.00 kami sudah closing,
"mbak besok masih tetap masuk kan? tanya Matin.
Astrid tersenyum dan mengatakan iya, sambil mengangguk. Akupun menyambar omongannya," ya iyalah, kan berjuang mencari nafkah buat anaknya." aku sambil tertawa, dan semua ikut ketawa.
Setelah semua pulang tinggal aku dengan Mas Matin,
kami bercakap - cakap.
"koe percoyo nek Astrid wes duwe anak?" Tanya Matin. ( kamu percaya kalau Astrid udah punya anak?)
"koyone sih orak." (kayaknya sih enggak)
"Di cek wae neng lamarane," sahut Matin (Di cek aja di Lamarannya)
Akhirnya kami membuka berkas lamarannya yg masih tersimpan di dalam laci yang berada di ruang kasir.
Setelah kami membuka, dan kami melihat di fotocopy KTP dan melihat status nya masih BELUM KAWIN.
__ADS_1
Kami tersenyum dan mengembalikan berkas itu ke tempat semula.
Hal. 1