Bidadari Waktu

Bidadari Waktu
Bab 58


__ADS_3

Matahari mulai condong ke barat, cahayanya mulai terasa hangat lagi. Hampir seharian cahayanya menemani perjalanan kami ini, bahkan awanpun seperti tidak berani menutupinya, membiarkan mentari menyaksikan perjalanan kami hari ini.


Kami telah sampai berada di Kota Yogyakarta lagi, tempat kami berangkat untuk memulai start pagi tadi. Namun demikian kami terus melaju melewati kota hingga mulai meninggalkan kota yang setiap sudutnya menyimpan banyak cerita kita.


"Kita jadinya ke pantai mana?" Tanyaku, kepalaku sedikit menengok ke samping,


"Pantai yang kemarin Pak Matin datangi itu." Jawabnya, sambil mendekatkan wajahnya ke telingaku,


"Nama pantainya apa?" Tanyaku lagi,


"Namanya Wedi Ombo.." Jawabnya sambi membenarkan kepalaku supaya lurus ke depan.


"Udah si, kepalanya nggak usah nengok - nengok, fokus sama jalan!" Tangannya memegangi kepalaku yang terbungkus helm,


"Hahaha.. Nggak bisa kalau cuma lihat depan terus." Jawabku, memegangi tangannya,


"Iya kamu tuh matanya jelalatan.." Astrid masih tetap memegang helmku,


***********


Memasuki jalan wonosari, aku sedikit menambah kecepatan supaya nantinya tidak tertinggal oleh matahari yang segera menuju persembunyiannya. Dan kami mulai memasuki jalan Gunung Kidul tepat berada di Bukit Bintang, dengan medan yang mulai menanjak dan Astrid mulai mengencangkan pegangannya di pinggangku.


"Kita lewatnya mana nanti?" Tanyaku sambil melihatnya melalui spion,


"Lewat jalan Pantai Baron!" Jawabnya,


Seketika aku terdiam ketika aku mendengar jawabannya. Jalan ini...


"Oh iya Wulan kan kerja di jalan Baron kan?"

__ADS_1


Tiba - tiba ia menanyakan hal yang sudah ku duga pasti akan dia tanyakan. Aku pura - pura tidak dengar saja.


"Tuh kan kamu jadi ingat Wulan, kamu nanti berhenti di tempat kerja Wulan kan? Terus kamu ketemu sama Wulan, terus kamu..." Seketika berhenti bicara,


Plakk....


Helm ku di geplak dong sama Astrid, gegara dia bahas Wulan, dan dia sendiri yang ngributin.


"Kamu kangen sama Wulan?" Tanya Astrid,


"Apaan sih, ya enggak lah.." Jawabku sambil berontak,


"Bohong!!! Kamu pasti rindu sama Wulan."


"Hih maksa gitu pertanyaannya.."


"Ya udah nanti kamu kasih tahu aku tempat kerja dia di sebelah mana!"


"Aku cek di map dulu.."


Astrid mengambil Hp untuk mengecek map, aku mulai pelan - pelan supaya nanti tidak kebablasan.


"Wulan kerja di mana?" Astrid bertanya dengan nada sedikit datar,


"Di jalan Baron kan!" Jawabku dengan meyakinkannya,


"Iya di sebelah mananya?" Tanya dia sekali lagi,


"Di Hotel Orcith." Jawabku singkat,

__ADS_1


"Tuh kan kamu masih ingat, masih ingat semuanya!" Astrid sedikit mengeraskan suaranya dengan manja,


"Enggak gitu juga maksudnya.."


"Alibi.. " jawabnya singkat,


"Kan tadi kamu nanya, aku ya jawab kan?!"


"Dududududuuuu.." Seperti biasa ia tidak mau mendengar alasan apapun jika sudah seperti itu.


Wanita lucu ini seketika diam, namun tangan kirinya masih tetap memegang erat pinggangku. Meskipun sepertinya ngambek, tapi ku pikir itu hanya candaannya saja untuk menggodaku.


Saat sampai di sebuah pertigaan jalan, Astrid mengatakan untuk mengambil jalan ke kiri, jalan yang dimana kami tidak akan melewati Hotel Orcith tempat Wulan bekerja.


"Yahh, kita nggak lewat tempat kerja Wulan dong?" Tanya Astrid sambil menarik jaketku,


"Hahaha.. Ya udah kan."


"Bukan gitu, emang sengaja nggak lewat situ biar kamu nggak ngapelin Wulan." Sahutnya,


"Ya kan emang nggak mau ke sana.." Kataku,


Pantatku mulai terasa panas, menandakan perjalanan ini sudah sangat jauh. Aku bahkan baru kali ini melewati jalan ini, meski sekeliling jalan begitu menakjubkan.


Rasanya aku tidak mau menanyakan masih cukup jauh atau tidak, karena itu akan membuatnya berpikir bahwa aku lelah. Padahal tidak juga, hanya saja pantatku memang sudah terasa panas hahaha..


*********


Setelah melewati bukit - bukit, akhirnya kami masuk di pedesaan dengan angin cukup basar. Meski beberapa kali kami mencari petunjuk arah menuju pantai, dan juga beberapa kali bertanya kepada penduduk di sana. Dan sampailah di tempat tujuan.

__ADS_1


"Akhirnya sampai.." Kata Astrid,


__ADS_2