
Ada hal yang membuatku merasa bimbang dalam menunjukan ekspresiku. Inilah hari dimana bagi Astrid adalah hari yang cukup menegangkan, bisa di katakan ini puncak dari lama nya ia melewati masa - masa semester, ia akan segera lulus dengan gelar S1 jurusan kimia. Aku saja tidak mengerti pelajaran itu, bagiku itu sangat rumit, tapi ia memilihnya karena ia suka.
Hari ini dia libur, memang sejak beberapa hari yang lalu ia sudah request libur untuk persiapan pendadaran dan istirahat setelah pendadaran. Hari ini aku masuk pagi, aku hanya menunggu kabar apa yang akan ia ceritakan nantinya bila ia datang.
Bukan pagi atau siang, tapi sore hari. Astrid datang ke outlet dan sudah berdiri di depan pintu samping mushola.
"Giooooo...!" teriak Astrid sambil membuka pintu.
Aku menoleh ke arah dimana ia sudah tersenyum sangat cerah. Dengan jaket jeans berwarna biru agak pudar yang biasa ia kenakan dan ku lihat ia memegang bunga yang menurutku itu cukup banyak yang di ikat menjadi satu.
Aku berjalan menghampirinya, senyumnya telah ku tangkap dan membuatku juga ikut tersenyum.
"Yeeeay udah ku lewati pendadarannya.." kata Astrid tersenyum puas,
"Deg-degan nggak?" tanyaku,
"Awalnya sih iya, tapi yang aku pikirkan bukan karena maju pendadaran." sahutnya,
"Terus apaan?" tanyaku,
"Nggak mikirin pendadaran, yang penting mikir cepet ketemu kamu, terus besok kita halan-halan.." Jawabnya penuh gembira,
"bahkan aku di tanya temenku, Astrid kamu nggak gugup?"
"ya aku jawab, enggak! aku mikirin ini selesai dan besoknya halan-halan.." imbuh Astrid,
Besok hari dimana kami libur bersama. Dia ingin mengulang waktu pertama mulai dari Magelang menjuju Jogja seperti yang sudah di rencanakan kemarin.
***********
Pagi itu aku bangun lebih pagi untuk bersiap menjemput Astrid yang menunggu di kosnya. Hari dimana kita akan melakukan perjalanan yang jauh, badanku sudah siap untuk melakukan petualangan ini. Akan sangat menyenangkan untuk seharian bersamanya dari bangun tidur hingga nanti di ujung acara.
__ADS_1
Aku segera menyalakan motorku yang sudah siap untuk berangkat. Aku memakai kaos putih dengan lengan hitam, tak lupa juga dengan jaket kombinasi warna biru dan abu-abu.
"Brmmmmm"...
Seperti biasa aku menunggunya di teras kosnya. Astrid sudah siap dengan jaket cokelat yang biasa ia pakai.
"Motor kamu di tinggal sini aja.." Kata Astrid,
"Mau pakai motor kamu?" Tanyaku,
"Iya, motorku kemarin udah aku isi full, buat scedhule hari ini. Halan-halan.."
"Ya udah, kita mulai ke Magelang dulu?" Tanyaku,
"Iya kita menuju Magelang paling ujung, terus nanti menuju Pantai Wedi Ombo. Kita ngejar sampai sana lihat sunset."
Aku mengiyakan aja, dia mau pergi kemana aku nggak menolak, aku nggak pernah merasa keberatan untuk menemaninya. Tidak ada rasa jenuh, bosan, ataupun malas. Selalu semangat untuk mengikuti kemana ia mau. Selalu mengabulkan kalau dia minta di antar kemanapun.
Dalam perjalanan yang menyenangkan, tapi di sisi lain expresi wajahkku kian menjadi datar. Tanpa aku menoleh padanya. Sungguh ini tidak akan lama lagi ia akan kembali ke Tangerang untuk memulai karir. Aku hanya berfikir dalam hati penuh pertanyaan apakah memang benar dia akan terus membawaku ke Tangerang?
"Kamu yakin mau masuk ke sana?" Mataku menujuk pada pintu masuk wisata itu.
"Aku penasaran di sana, itu suara air terjun atau angin?" Tanya Astrid sambil tangannya merapikan jilbabnya.
"Kalau penasaran ya udah kita ke sana!" Kataku,
"Udah sampai sini juga, habis ini kita ke Grenden." Sahutnya,
Kami berjalan menuju loket namun tidak ada yang jaga, tapi dari balik meja payung, seorang bapak-bapak datang dengan memberikan karcis. Akhirnya kamipun berjalan menuju tempat wisata air terjun itu. Masih sangat alami, pohon besar nan menjulang tinggi, di selingi suara angin yang kencang, sangat alami.
"Kamu bosen nggak sama aku?" Tanya Astrid,
"Ngomong apaan sih, nggak ada bosen lah.."
"Kamu bosen nggak sama aku?"
__ADS_1
"Mau di tanyain terus juga jawabannya sama, ENGGAK!!
Astrid duduk dan membuka snack yang dia bawa, sambil menyodorkan ke aku.
"Kenapa kamu nggak bosen?" Tanya Astrid sambil memakan snacknya,
"Kalau aku bosen, dari kemarin juga nggak mau jalan sama kamu."
"Dasar playboy!!"
"Kalau kamu bilang aku playboy berati kamu utang cium ke aku!"
"Dasarr.. Cowok!!!"
Setelah beberapa menit kami duduk, kami pun kelilingi tempat itu. Seperti di hutan, tapi ini menarik.
"Yuk kita lanjut perjalanan, masih beberapa tempat yang harus kita datangi." Pinta Astrid,
Kami bergegas meninggalkan air terjun itu, dan meninggalkan tempat itu. Tampak dari mata Astrid masih terpaku memandangi Gunung di sekitar yang tampak mengikuti pandangan kami.
"Itu gunung apa?" Tanya Astrid,
"Oh itu gunung Andong!" Jawabku,
"Andai aku bisa punya rumah di tempat seperti ini.." Kata Astrid pelan,
"Udara yang sejuk, bisa main uap, pemandangan yang masih alami, aku suka." Imbuhnya,
"Ya kalau orang di sini lihat kaya gitu udah biasa." Sahutku,
"Soalnya aku di tangerang yang ada cuma lihat gedung."
Perjalanan menuju tempat yang ia sukai, Grenden! Kita akan segera kembali ke tempat yang dia sebut itu tempat yang Romantis.
**********
__ADS_1