
Suara sepatu Nita menghentak saat kakinya berjalan menghampiri Astrid. Aku melihat mereka sedang berbincang dengan suara yang agak sulit masuk gendang telingaku. Astrid juga tampak antusias saat ku pandangi dari jauh.
Nita dan Astrid berjalan beriringan datang mendekatiku, tampak wajah Astrid sumringah. Entah apa yang akan dia katakan aku tak bisa membaca mimik wajahnya.
"Gio..." Suara Astrid memanggilku dari dekat,
"Kenapa?" Jawabku sambil senyum karena tersihir bibirnya yang juga sedang tersenyum seperti ada sesuatu yang dia mau.
"Kamu lelah nggak? Nanti ke pantai mau nggak?" Tanya Astrid lagi,
"Hah? Jam berapa emang?" Aku agak kaget karena ini sudah malam juga,
"Iya, Nita ngajak ke pantai nanti, ya paling pulang kerja." Jelas Astrid,
"Iya Mas Gio, mau nggak?" Imbuh Nita yang nyelonong ikut nimbrung obrolanku dengan Astrid,
"Kita berangkat malam, terus paginya pulang. Kira-kira jam 1 atau jam 2 gitu kita berangkat. Nanti aku sama Angga, Mas Gio sama Mbak Astrid gimana?" Nita menjelaskan lebih detail,
"Aku sih ikut ndoro putri aja." Jawabku sambil melirik Astrid yang masih berdiri di samping Nita,
"Astrid mah hayuuu kalau mau halan-halan.." Sahut Astrid,
"Ya udah ayo, kalau gitu.." Jawabku,
"Nah kalau gitu nanti kita tidur dulu aja di teras depan, kalau udan jam 1 kita siap-siap berangkat pelan-pelan." Sahut Nita,
"Kalau gitu sepakat ya kita nanti berangkat?" Tanya Astrid mencoba meyakinkan.
"Mau ke pantai mana?" Tanyaku,
__ADS_1
"Pantai Kukup sama Drini.." Jawab Nita,
"Ya udah aku manut aja lah.." Kataku,
Kami sepakat untuk pergi malam, ya sekitar pukul 01.00 WIB dini hari nanti. Ya semoga saja aku bisa tidur meski sebentar. Paling tidak setelah shift ini selesai aku akan mandi dulu. Lalu bisa tidur menunggu jam 01.00.
Waktu sudah menunjukan pukul 23.00 WIB, kami semua segera menyelesaikan closingan kami. Angga hari ini masuk pagi pulangpun sudah tadi jam 15.45 sehingga ia sudah tidur lebih lama.
*******
Aku, Astrid, Nita dan Angga yang ialah pacar Nita sudah mulai menunggu datangnya jam 01.00, aku tiduran di papan yang bentuknya seperti meja panjang dan di bawahnya adalah rak sepatu. Baiklah aku pikir aku bisa mengurangi rasa ngantukku untuk perjalanan nanti.
"Gioo..." Suara Astrid menembus gendang telingaku,
"Hmmm?"
"Geser dikit, aku mau ikut rebahan juga.." Kata Astrid,
"Ya harus muat.."
"Sukanya maksa.."
"Kan cuma ikut rebahan bentar aja.."
"Iya-iya sini.. Awas gelundung."
Astrid ikut rebahan di sampingku, padahal ini tempat juga nggak begitu lebar, tapi muat sih. Ya walau agak desak-desakan. Sedangkan Nita dan Angga tampak hanya duduk sambil bercanda berdua. Mungkin matanya kuat melek kali ya.
"Dahh kalian tidur aja dulu, nanti aku bangunin!" Kata Nita,
__ADS_1
"Iya.. Kalian nggak tidur dulu?" Tanya Astrid,
"Angga udah tidur tadi, kalau aku ya paling bentar lagi merem-merem." Sahut Nita,
"Semoga aja enggak hujan.." kata Angga,
"Aamiin.." sahut Astrid,
"Udah, katanya mau tidur dulu.." kataku,
"Iya, kamu juga, biar nanti di jalan nggak ngantuk."
"kan biasanya kalau ngantuk yang depan gantian haha.."
"Tapi ini malam-malam lho.." sahut Astrid,
"Aku aja ding, kan kuat dan tahan lama." sahutku,
"Apanya?" tanya Astrid,
"Itu kata-katamu kan?"
"Iya, pas di tanyain Pak Matin waktu itu."
"Dahh aku tidur dulu, nanti bangunin ya?" kataku ke Astrid,
"Iya, aku udah pasang alarm di hp ku. Dan juga ada Nita sama Angga yang melek."
"Selamat bobok.." jawabku singkat.
__ADS_1
Aku mulai terlelap, dan bermimpi. Ya walaupun sebentar-sebentar aku terbangun karena rasanya dingin banget. Angin malam yang bisa ku rasakan sampai menembus jaket yang ku pakai, menusuk tulangku.
********