
Hari itu benar-benar tepat tanggal 31 Desember 2016. Tak seperti biasa aku yang bangun pagi lalu bersiap untuk rutinitas di tempat ku bekerja. Aku masih sedikit membuka mata, udara yang dingin membuatku enggan melepaskan selimutku, aku hanya berbaring sambil memegang ponsel ku, yang tak lain hanya melihat jam.
Kala itu aku mendengar brisiknya anak\-anak yg berkumpul untuk melakukan doa. Lalu sesuatu yang lain tiba\-tiba membuatku ingin terbangun, ketika aku mendengar, "Pagi semua!!" tak lain itu suara Astrid yang ceria dengan nada yg lantang. Tak lama kemudian aku di kejutkan pintu tempat tidurku yang tiba\-tiba terbuka,
"Pagi Giooo!!!"
Saat itu aku lupa akan dinginnya udara, dan aku langsung bangkit dan menoleh padanya. Dengan suara yg lantang aku juga menjawabnya.
"Pagiiii..."
__ADS_1
Saat itu aku ingin mengenalnya lebih dekat, aku ingin tahu Pin BBMnya, tapi ku pikir aku masih gengsi untuk memintanya. Aku berusaha meminjam ponselnya dengan alasan mau minta mp3. Apa lagi ponselnya tepat di sampingku yg sedang di chargernya. Tapi ponselnya terkunci dengan pola, aku pun tidak jadi meminjamnya.
Aku mulai penasaran, siapa sosok Astrid ini? Kenapa sangat menyenangkan, beberapa kali aku di buatnya tersenyum dengan tingkah polosnya.
Aku hanya ingin kenal, entah sebagai teman atau siapapun asal bisa dekat.
Sore hari aku sudah siap kerja, dan shiftnya pun sudah habis, dan ku lihat dia pamit pulang, dan berkali-kali mengucap terimakasih. Aku merasa keberatan. Bukan karena aku tidak jadi malam tahun baruan. Tapi, karena aku mulai terbiasa dengan sikap cerianya yg bisa membangun suasana di saat kami kerja. Dan aku merasa membutuhkannya di setiap kerja.
Sekitar pukul 22.00 WIB, aku sedang mencuci beras yg akan ku masak, Mas Matin menghampiriku.
__ADS_1
"Gio, ono kabar bagus ro kabar buruk." katanya,
"Kabar opo?" aku heran,
"Kabar baguse warung di kon tutup." jawabnya sambil senyum. (Kabar bagusnya warung di suruh tutup)
"Kabar buruke?"
"Kowe wes terlanjur cuci beras. Yo wes teko di masak sekalian."
Setelah closing hanya aku dan Mas Matin yg tersisa di warung. Omes sudah pergi keluar.
Tiba-tiba Mas Matin punya ide cukup unik. Di bilang mau menemaniku, dan dia beli kopi untuk kami berdua. Kami mengangkat meja yg tadinya di ruang konsumen untuk di pindahkan tepat di sisi jalan. Ya, sangat dekat. Bahkan bisa-bisa di srempet mobil tuh, jalanan juga ramai motor-motor berlalu lalang hehehe.
__ADS_1
Terompet dan kembang api sudah mulai terdengar ramai, ku lihat jam sudah pukul 00.00 WIB. Kami berbincang-bincang, membahas pekerjaan dll. "Om telolet om," teriak Mas Matin kepada motor yg lewat. Aku hanya tertawa dengan tingkahnya. Tiba-tiba Mas Matin menyarankan aku untuk mengucapkan Selamat tahun baru melalui SMS. Aku sudah melakukannya, tapi dia tidak membalasnya. Mungkin dia kehabisan pulsa, pikirku dalam hati. Aku mulai terdiam menunggu balasannya, sampai Omes sudah pulang, dan kami bergegas untuk tidur setelah mengembalikan meja ke tempat semula.
Hal.4